MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 21 September 2017 01:19
Polisi Duga Ada Parpol di Balik Saracen
-

PROKAL.CO, JAKARTA   -  Penyelidikan kasus sindikat hoax Saracen memasuki babak baru. Bareskrim Polri menduga terdapat kaitan antara Saracen dengan partai politik (parpol) sebagai klien. Hal tersebut terendus dari jejak digital yang ditemukan penyidik.

Kanit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim AKBP Purnomo menjelaskan, beberapa tersangka diketahui memiliki foto bersama sejumlah tokoh parpol. “Foto tersebut mengindikasikan adanya hubungan antara Saracen dengan parpol, apakah di balik itu ada pemesanan?” terangnya dalam acara diskusi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Namun saat dikonfirmasi kepada para tersangka, mereka mengelak dengan menyatakan foto bersama itu merupakan haknya. “Mengakunya hanya sebatas fans,” tuturnya. Tapi, penyidik tidak berhenti sampai di situ. Semua itu nanti akan dikaitkan dengan sejumlah jejak digital, sekaligus temuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Kita akan lihat adakah hubungannya,” ujarnya.

Terkait nama-nama baru yang diketahui berdasar hasil laporan PPATK, dia mengatakan, itu belum akan diungkapkan. Bareskrim perlu untuk menggambarkan bagaimana peran setiap orang tersebut terlebih dahulu. “Kami lihat dulu semuanya,” terangnya. Dia juga menjelaskan, tersangka Jasriadi saat ini dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diketahui kondisi psikologisnya.

Sebab, dalam pemeriksaan selama ini keterangannya berubah-ubah dengan intensitas cukup tinggi. “Kami ingin pastikan bagaimana sebenarnya kondisinya,” paparnya.

Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Noor Iza menjelaskan, pencegahan ujaran kebencian dan hoax ini tidak bisa dilakukan dengan pemblokiran. Sebab, walau diblokir, tetap saja bisa menyebar. “Yang penting itu kesadaran masyarakat untuk bisa mengetahui informasi mana yang benar dan tidak. Ini perlu sosialisasi,” ujarnya.

Perlu gerakan bersama untuk anti terhadap hoax, baik dari tokoh masyarakat hingga pejabat. Dengan begitu, diharapkan masyarakat bisa mengetahui bagaimana caranya merespons sebuah informasi yang belum tentu benar. “Ini harus bersama, tidak bisa sendirian,” timpalnya.

Cara lain yang ditempuh adalah melaporkan temuan Kemenkominfo pada kepolisian terkait adanya ujaran kebencian, hoax, dan sebagainya. Sehingga, hal tersebut bisa ditangani dengan baik. (idr/oki/JPG/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 08:41

SUPORTER KECEWA..!! Bus Persiba Jadi Sasaran Coretan, Ini Lihat Tulisannya....

BALIKPAPAN  -  Para pendukung Persiba benar-benar kecewa berat dengan prestasi yang terus…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Gunakan Modus Pindah KK

BALIKPAPAN  -   Kecurangan akan adanya siswa titipan selalu menghantui setiap musim penerimaan…

Senin, 16 Juli 2018 08:41

Palsukan Kartu Keluarga, Diganjar Hukuman Lima Tahun Penjara

BALIKPAPAN  -  Ini peringatan bagi yang berani memalsukan kartu keluarga (KK) supaya tempat…

Senin, 16 Juli 2018 08:38

INI DIA..!! Berbagai Kecurangan PPDB 2018

PENERIMAAN   peserta didik baru (PPDB) tahun ini diwarnai aksi tidak terpuji orangtua maupun oknum…

Senin, 16 Juli 2018 08:36

ORI Kaltim: Rombel Tidak Transparan

BALIKPAPAN  -  Selain permasalahan sistem pendaftaran melalui online yang sempat bermasalah…

Senin, 16 Juli 2018 08:35

Terpaksa Masuk Sekolah Swasta

BALIKPAPAN  -  Penerapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi benar-benar…

Senin, 16 Juli 2018 08:35

Stabil: Sistem Zonasi Tanpa Kajian Akademik

BALIKPAPAN  -  Permasalahan PPDB yang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat terus disoroti.…

Minggu, 15 Juli 2018 09:24

Adu Cerdik Strategi Kembar

MOSKOW - Kroasia memiliki urusan yang belum selesai dengan Prancis. Pada Piala Dunia 1998, Vatreni -julukan…

Minggu, 15 Juli 2018 09:07

HABISI..!! Spesialis Begal Diringkus

BALIKPAPAN - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus menodongkan senjata tajam, akhirnya…

Minggu, 15 Juli 2018 09:03

Keinginan Orangtua Ditolak, ISL Tetap Diproses Hukum

BALIKPAPAN - Keinginan ayah dari ISL agar anaknya bebas, ditolak kepolisian. Walhasil, pelaku pembuang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .