MANAGED BY:
SELASA
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Jumat, 22 September 2017 08:15
Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

Minimarket Belum Terapkan Ketentuan

HET BERAS: setelah diberi tenggat waktu penyesuaian, HET beras resmi diterapkan 18 September lalu. Sanksi pencabutan izin usaha menghadang bagi pelaku usaha yang tidak mentaati ketentuan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras sesuai ketentuan lantaran modal yang dikeluarkan untuk menjual beras justru lebih mah. "Harga beli kami dari distributor 99 persen di atas HET," ungkap Direktur CV Maxi Raya Soeny Yoewono Koesbandi, pemilik minimarket lokal berjaringan, saat dihubungi Balikpapan Pos, Kamis (21/9).

Ia pun mengaku resah karena ketentuan memiliki sanksi berat. Berupa pencabutan izin usaha bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan HET. Sementata di sisi lain, ia mengungkap belum ada sosialisasi dari pemerintah daerah terkait ketentuan tersebut. Diketahui, beras yang dijual mayoritas dalam kemasan isi 5 kg, 10 kg dan  20 kg berbagai merek. Baik medium maupun premium.

Ya, pemerintah dan pengusaha diklaim telah sepakat menetapkan HET tiga jenis beras. Masing-masing beras medium, premium dan khusus. Kebijakan HET diatur lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan berlaku mulai 1 September. Sebelum aturan diterapkan, pemerintah memberi masa tenggang untuk melakukan penyesuaian. 18 September lalu, barulah aturan tersebut benar-benar ditegakkan diikuti sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar.

Adapun HET beras diatur berdasarkan zonasi. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi dianggap sebagai wilayah produsen beras sehingga harga beras medium yang ditetapkan sekitar Rp 9.450. Sementara untuk wilayah lainnya yang membutuhkan ongkos transportasi lebih harga tersebut lebih mahal Rp500 per kg. Kalimantan, HET beras medium dipatok Rp9.950 per kg sedangkan premium dibandrol Rp13.300 per kg.

Setali tiga uang, pemilik minimarket lokal kawasan Letjend Suprapto Alicia mengaku, belum menerapkan HET beras sesuai aturan yang karena harga modal jauh lebih tinggi. "Bahkan (harga) beras merek Bondy naik Rp5 ribu. Dari Rp280 ribu per sak (isi 25 kg) menjadi Rp285 ribu," sebutnya dijumpai Balkkpapan Pos, Kamis kemarin. Ia meyakinkan, HET dengan mudah diterapkan jika harga beli di tingkat pemasok jauh lebih rendah.

Sebelumnya, sejumlah pedagang di pasar tradisional juga belum menerapkan ketentuan HET. Kalau pun ada harga di bawah ketentuan, itu sesuai dengan harga yang dipatok secara reguler. Alias sesuai dengan harga beli di tingkat produsen. “Medium kemasan 5 kg mulai Rp53 ribu kalau premium harganya mulai Rp60 ribu," kata H Syamsul pedagang sembako kawasan Pasar Klandasan.

Hal senada juga dikemukakan Iwan, pedagang di kawasan yang sama. "Beras medium kemasan 5 kg mulai Rp51 ribu, beras premium kemasan yang sama mulai Rp65 ribu," sebutnya. Rincian dari harga beras medium dalam kemasan tersebut Rp10.200 hingga Rp10.600 per kg sedangkan beras premium juga dalam kemasan seharga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kg. Itu artinya, beras jenis premium cenderung dijual di bawah HET. Sedangkan beras jenis medium, rata-rata di atas ketentuan.

Sementara beras jenis medium, yang juga dijual secara eceran dibandrol Rp10 ribu per kg. Harga itu hanya selisih Rp50 per kg dari HET. Kondisi serupa juga berlaku untuk beras jenis premium yang dijual eceran, harga yang dibandrol cenderung di bawah HET. Dipatok mulai Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kg. Terkait ketentuan HET beras, pedagang pun berharap penerapan berlaku ke seluruh rantai distribusi sehingga pedagang eceran, dapat melakukan penyesuaian.

Setali tiga uang, Syamsuri, pedagang sembako kawasan Pasar Pandansari, membandrol harga beras dalam kemasan khusus di atas HET. "Harga yang kami jual otomatis disesuaikan dengan modal. Kalau harga beli turun otomatis harga yang kami tawarkan ke pembeli ikut turun, tapi ini stok beras pembelian sebelumnya, kalau memang pengambilan berikutnya harga sudah turun, kami pun bisa mengikuti HET," ulasnya. (dra)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 08:05

Pedagang Sebut Beras Medium Bulog Kurang Diminati

BALIKPAPAN   -  Beras medium yang digelontorkan Perum Bulog ke pengecer dan distributor melalui…

Selasa, 16 Januari 2018 08:03

Impor Jelang Musim Panen

BALIKPAPAN  -  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan akan ikut memantau distribusi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:02

Harga Beras Naik, Keuntungan Pedagang Makanan Jadi Turun

BALIKPAPAN   -  Salah seorang pedagang makanan jadi yang menjadikan nasi sebagai bahan baku,…

Senin, 15 Januari 2018 08:07

Harga Sayuran Naik, Ikan masih Mahal

BALIKPAPAN   -  Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional tercatat naik. Di Pasar Klandasan…

Senin, 15 Januari 2018 07:59

Ombudsman Heran Bulog Tidak Ditugasi

JAKARTA   -   Kementerian Perdagangan memutuskan untuk membuka keran impor beras guna…

Senin, 15 Januari 2018 07:57

KKT Siapkan Diskon Tarif

BALIKPAPAN  -  Demi mewujudkan pelayaran internasional dari Balikpapan melalui Terminal Petikemas…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:54

Tahun Politik dan Produk Baru

BALIKPAPAN  -  Tahun 2017, PT Astra International Tbk-Honda main dealer kantor wilayah Balikpapan…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Kapasitas Produksi Tidak Bertambah, Terapkan Skala Prioritas

BALIKPAPAN  -  Peluncuran produk baru tanpa disertai peningkatan kapasitas produksi, memaksa…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Mafia Sikat 150 Ribu Elpiji Subsidi di Pasaran

JAKARTA  — Salah satu biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi Desember lalu terungkap.…

Jumat, 12 Januari 2018 08:00

Bidik Produksi Handling di Atas 200 Ribu TEUs

BALIKPAPAN  -  PT Kaltim Karingau Terminal (KKT) selaku operator Terminal Petikemas Karingau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .