MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Jumat, 22 September 2017 08:15
Modal di Atas HET, Sosialisasi Nihil

Minimarket Belum Terapkan Ketentuan

HET BERAS: setelah diberi tenggat waktu penyesuaian, HET beras resmi diterapkan 18 September lalu. Sanksi pencabutan izin usaha menghadang bagi pelaku usaha yang tidak mentaati ketentuan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sejumlah toko mengakui belum menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas beras sesuai ketentuan lantaran modal yang dikeluarkan untuk menjual beras justru lebih mah. "Harga beli kami dari distributor 99 persen di atas HET," ungkap Direktur CV Maxi Raya Soeny Yoewono Koesbandi, pemilik minimarket lokal berjaringan, saat dihubungi Balikpapan Pos, Kamis (21/9).

Ia pun mengaku resah karena ketentuan memiliki sanksi berat. Berupa pencabutan izin usaha bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan HET. Sementata di sisi lain, ia mengungkap belum ada sosialisasi dari pemerintah daerah terkait ketentuan tersebut. Diketahui, beras yang dijual mayoritas dalam kemasan isi 5 kg, 10 kg dan  20 kg berbagai merek. Baik medium maupun premium.

Ya, pemerintah dan pengusaha diklaim telah sepakat menetapkan HET tiga jenis beras. Masing-masing beras medium, premium dan khusus. Kebijakan HET diatur lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan berlaku mulai 1 September. Sebelum aturan diterapkan, pemerintah memberi masa tenggang untuk melakukan penyesuaian. 18 September lalu, barulah aturan tersebut benar-benar ditegakkan diikuti sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar.

Adapun HET beras diatur berdasarkan zonasi. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi dianggap sebagai wilayah produsen beras sehingga harga beras medium yang ditetapkan sekitar Rp 9.450. Sementara untuk wilayah lainnya yang membutuhkan ongkos transportasi lebih harga tersebut lebih mahal Rp500 per kg. Kalimantan, HET beras medium dipatok Rp9.950 per kg sedangkan premium dibandrol Rp13.300 per kg.

Setali tiga uang, pemilik minimarket lokal kawasan Letjend Suprapto Alicia mengaku, belum menerapkan HET beras sesuai aturan yang karena harga modal jauh lebih tinggi. "Bahkan (harga) beras merek Bondy naik Rp5 ribu. Dari Rp280 ribu per sak (isi 25 kg) menjadi Rp285 ribu," sebutnya dijumpai Balkkpapan Pos, Kamis kemarin. Ia meyakinkan, HET dengan mudah diterapkan jika harga beli di tingkat pemasok jauh lebih rendah.

Sebelumnya, sejumlah pedagang di pasar tradisional juga belum menerapkan ketentuan HET. Kalau pun ada harga di bawah ketentuan, itu sesuai dengan harga yang dipatok secara reguler. Alias sesuai dengan harga beli di tingkat produsen. “Medium kemasan 5 kg mulai Rp53 ribu kalau premium harganya mulai Rp60 ribu," kata H Syamsul pedagang sembako kawasan Pasar Klandasan.

Hal senada juga dikemukakan Iwan, pedagang di kawasan yang sama. "Beras medium kemasan 5 kg mulai Rp51 ribu, beras premium kemasan yang sama mulai Rp65 ribu," sebutnya. Rincian dari harga beras medium dalam kemasan tersebut Rp10.200 hingga Rp10.600 per kg sedangkan beras premium juga dalam kemasan seharga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kg. Itu artinya, beras jenis premium cenderung dijual di bawah HET. Sedangkan beras jenis medium, rata-rata di atas ketentuan.

Sementara beras jenis medium, yang juga dijual secara eceran dibandrol Rp10 ribu per kg. Harga itu hanya selisih Rp50 per kg dari HET. Kondisi serupa juga berlaku untuk beras jenis premium yang dijual eceran, harga yang dibandrol cenderung di bawah HET. Dipatok mulai Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kg. Terkait ketentuan HET beras, pedagang pun berharap penerapan berlaku ke seluruh rantai distribusi sehingga pedagang eceran, dapat melakukan penyesuaian.

Setali tiga uang, Syamsuri, pedagang sembako kawasan Pasar Pandansari, membandrol harga beras dalam kemasan khusus di atas HET. "Harga yang kami jual otomatis disesuaikan dengan modal. Kalau harga beli turun otomatis harga yang kami tawarkan ke pembeli ikut turun, tapi ini stok beras pembelian sebelumnya, kalau memang pengambilan berikutnya harga sudah turun, kami pun bisa mengikuti HET," ulasnya. (dra)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 08:15

BTN Gandeng 10 Ribu Pengembang

JAKARTA  -  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menjalin kemitraan dengan sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 08:09

DUH MIRIS..!! Harga TBS Terus Alami Penurunan

SAMARINDA    -   Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim terus mengalami…

Senin, 20 Agustus 2018 08:07

Penguatan Dolar AS, Jadi PR Berat

JAKARTA   -   Nilai tukar Rupiah diprediksi akan terus tertekan hingga akhir tahun. Pemerintah…

Senin, 20 Agustus 2018 08:05

Pengguna Membercard Ramayana Transaksi Rp 100 Ribu

Memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI Ramayana Departemen Store Rapak Plaza lantai 2 memberikan banyak…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:41

Tiga Komoditas Alami Lonjakan Harga

PENAJAM  -  Menjelang Lebaran Iduladha 1934 Hijriyah, tiga komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:40

Harga Adem Ayem, Iduladha Diproyeksi Tidak Beri Tekanan

BALIKPAPAN  - Harga sejumlah bahan makanan yang cenderung adem ayem jelang Iduladha diproyeksi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:39

OSS Rampingkan Perizinan bagi Dunia Usaha

BALIKPAPAN  -  Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Pelaksanaan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:38

BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik

JAKARTA   -   PT Pertamina telah merealisasikan BBM Satu Harga di 66 titik sampai…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:32

Bukan Sentra Produksi, Bea Cukai Fokus Pengawasan

BALIKPAPAN  - Bukan sentra produksi, Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:30

Dua Tugboat Tunda Pelayaran

BALIKPAPAN  -  Sepanjang dua minggu terakhir sejak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .