MANAGED BY:
JUMAT
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KECAMATAN

Jumat, 22 September 2017 09:16
Sukses Tanam Cabai di Pekarangan

Tak Perlu Khawatir saat Harga Lombok Mahal

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pekarangan rumah tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman obat keluarga. Keperluan bumbu dapur seperti cabai, bisa pula dilakukan karena tak butuh lahan yang luas. Menanam cabai di pekarangan rumah, bahkan menjadi cara yang jitu di saat harga lombok semakin ‘pedas’.

"Sekarang ini kalo mau buat sambal tinggal metik saja di pohon, selain masih fresh serta bebas dari pestisida," jamin warga Gunung Polisi RT 69 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, Iptu Suharto.

Menurutnya, menanam cabai tidak butuh perawatan yang sulit. Bibitnya mudah diperoleh, biaya operasionalnya murah, serta tidak rentan terhadap gangguan penyakit. Yang perlu diperhatikan hanyalah rutin penyiraman apalagi di saat kondisi cuaca tengah panas terik.

“Saat harga cabai lagi meroket, aku cukup metik cabai di pekarangan sendiri. Memang cara seperti ini mampu menekan inflasi dan sangat efektif kalau dilakukan oleh seluruh warga Balikpapan,” anjurnya. Anggota polisi yang berdinas di Polres Balikpapan ini memastikan, kenaikan harga cabai tidak berimbas ke keluarga. Dia selalu mengimbau kepada warganya untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar menanam pohon-pohonan yang bermanfaat seperti cabai dan lainnya.

"Beberapa pohon saja cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Jadi tidak bergantung sepenuhnya ke pasar," terang dia.

Untuk diketahui, di tahun 2017, Pemkot tetap berupaya menekan laju inflasi sebesar 4,13 persen atau sama dengan tahun 2016 lalu. Caranya dengan mengatur strategi sesuai dengan tantangan pengendalian inflasi. Beberapa tantangan pun dihadapi. Di antaranya, bahan makanan yang masih tinggi karena faktor cuaca, sehingga daerah produksi terkendala dalam memasok. Selain itu, juga kenaikan tarif dasar listrik yang merupakan kebijakan nasional. 

“Tahun ini kita buat perencanaan yang lebih ketat. Seperti cabai, kita sudah berupaya menekan dengan tanam cabai dan mengandalkan petani lokal, meski terkendala cuaca hujan. Tapi, lumayan hasilnya, bisa menekan harga cabai di pasar tradisional,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sri Soetantinah, beberapa waktu lalu.

Kota Balikpapan hingga Februari 2017 mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. Kelompok komoditas pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan indeks harga pada bulan ini meliputi kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; kelompok sandang; kelompok kesehatan; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks harga pada bulan ini, yaitu kelompok bahan makanan.

Inflasi tahun kalender atau year to date pada bulan Februari 2017 sebesar 0,81 persen, sedangkan inflasi year on year sebesar  4,68 persen.

Tantin memaparkan, tantangan selanjutnya menjaga stabilitas harga sayur-mayur dan bumbu-bumbuan, karena diprediksi hujan akan mengguyur hingga Mei mendatang. “Dengan perkiraan hujan itu, maka kita juga harus jaga stabilitas sayur-mayurnya, karena porsinya juga besar dalam menyumbang inflasi. Kita coba kampanyekan ke masyarakat agar terbiasa mengatur pola konsumsi. Misal kalau wortel mahal, ya beralih dengan sayur yang lain,” ungkapnya.

Pengaturan pola konsumsi ini untuk mengurangi permintaan terhadap komoditas tersebut. “Apabila permintaan pada satu komoditas menurun, maka inflasinya bisa ditekan,” ujarnya.

Adapun pengendalian pada tarif listrik, lanjut Tantin, pemerintah kota akan melakukan survei dan pendataan ke rumah tangga sasaran. “Kalau memang tidak mampu, maka kita buatkan berita acara ke PLN agar warga tetap mendapatkan listrik bersubsidi. Kriterianya juga kita lihat lagi nanti,” pungkasnya. 

Tantin menambahkan, pasca pencabutan subsidi listrik pelanggan 900 VA, ternyata saling keterkaitan dan mulai berdampak pada konsumsi rumah tangga. 

“Kriteria yang didata, apakah pemilik listrik itu keluarga miskin atau tidak. Kalau tidak, ya tetap berlaku sesuai kebijakan pemerintah. Tapi kalau ternyata masuk data keluarga miskin, maka subsidinya jangan dicabut. Kriterianya kita lihat lagi,” pungkasnya. (yud)

 


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 08:54

62 Banner Grand City Tak Berizin Ditertibkan

BALIKPAPAN   -  Sebanyak 62 banner promosi perumahan Grand City ditertibkan petugas Satpol…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:53

Satpol PP Fokus Tertibkan Trotoar

BALIKPAPAN  - Satpol PP saat ini tengah fokus mengatasi masalah tertib di trotoar. Pihaknya gencar…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:51

Usulkan Direnovasi atau Diganti Pintu Gerbang

BALIKPAPAN  –   Keberadaan Tugu Keluarga Berencana (KB) yang berada dipertigaan jalan…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:49

Perlu Dibangun Posko Pengamanan

BALIKPAPAN –  Kondisi jembatan Manggar, Balikpapan Timur yang kerap dipergunakan para Pedagang…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:49

Tujuh Surveyor Geber Pendataan Pajak

BALIKPAPAN  –  Kelurahan Gunung Bahagia menjadi salah satu lokasi dilakukan pendataan…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:32

Antri di SPBU, Dua Sopir Angkot Ribut

BALIKPAPAN  -  Saat mengantri di SPBU atau Pom Bensin, ada baiknya pelanggan saling paham…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:28

Jalan Menanjak, Truk Kontainer Oleng

BALIKPAPAN  -  Sebuah truk bermuatan kontainer berisi beras terguling saat menanjak di Jalan…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:27

Banyak Bangunan Tanpa IMB, Pemiliknya Acuh

BALIKPAPAN   -  Indekos atau rumah sewa yang ada di wilayah Kelurahan Graha Indah, Balikpapan…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:24

Pelajar SMP Kena Imbasnya

BALIKPAPAN  –  Aksi demo yang dilakukan para sopir angkot di gedung DPRD berdampak sampai…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:16

Anggota Dewan Tunjukkan Simpati

BALIKPAPAN  –  Meninggalnya persepakbola Chairul Huda dari klub sepak bola Persela Lamongan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .