MANAGED BY:
RABU
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Sabtu, 23 September 2017 07:42
BI Lanjutkan Relaksasi Moneter

Dorong Pertumbuhan Lewat Kredit dan Konsumsi

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan. Rapat Dewan Gubernur BI kemarin (22/9) memutuskan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) turun 25 basis points (bps) ke level 4,25 persen.

Suku bunga deposit facility dan lending facility juga turun masing-masing 25 bps. Dengan demikian, suku bunga deposit facility menjadi 3,5 persen dan lending facility menjadi 5 persen. Penurunan suku bunga acuan tersebut mempertimbangkan prospek ekonomi global yang diperkirakan akan membaik, terutama di AS dan Eropa.

Di sisi lain, BI mempertimbangkan sikap Bank Sentral AS (The Federal Reserve System) yang dinilai dovish karena pasar memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed akan terjadi pada akhir tahun. Kesempatan tersebut digunakan BI untuk segera menurunkan suku bunga BI-7DRRR. ”Kami melihat kemungkinan realisasi untuk itu (kenaikan suku bunga The Fed pada akhir 2017, Red) semakin besar,” ujar Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di kantornya kemarin.

Dari dalam negeri, inflasi juga diperkirakan terkendali. Suku bunga kredit sepanjang tahun berjalan telah turun 115 bps. Meski demikian, pertumbuhan kredit masih berada di level 8,2 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini 8–10 persen. ”Masih ada ruang untuk pelonggaran bunga kredit. Dengan turunnya suku bunga, kami harapkan pertumbuhan kredit (perbankan) dapat lebih baik,” ujar Dody.

Sementara itu, pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menilai, penurunan suku bunga acuan dilakukan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Jika kredit tumbuh lebih dari 9,5 persen, sektor yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi seperti konstruksi, properti, perdagangan, dan manufaktur akan tumbuh lebih cepat.

Namun, Bhima menekankan bahwa yang menjadi persoalan adalah transmisi penurunan suku bunga kredit bisa lebih dari enam bulan. ”Artinya, kebijakan pelonggaran moneter BI baru dirasakan awal 2018,” katanya.

Selain itu, lanjut Bhima, ada permasalahan struktural yang dihadapi bank dalam menurunkan bunga kredit. Salah satunya margin bunga bersih (nett interest margin/NIM) perbankan masih cukup gemuk. Rata-rata lebih dari 5,3 persen. ”Dari sisi permintaan, risiko dunia usaha cukup besar. Rasio kredit bermasalah bank umum masih di atas 3 persen. Bank juga lebih menahan diri untuk ekspansi kredit tahun ini,” jelasnya.

Analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan mampu menjadi katalis bagi pasar ekuitas. Di sisi lain, pergerakan pasar valas, terutama nilai tukar rupiah, belum tentu akan ikut menguat.

Reza memprediksi, penurunan suku bunga acuan dilakukan untuk mengakomodasi kondisi makroekonomi saat ini. ”Saat ini memang dibutuhkan stimulus moneter untuk dapat menjaga pertumbuhan, terutama tingkat konsumsi masyarakat,” paparnya. (rin/ken/c21/noe/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Januari 2018 08:05

Pedagang Sebut Beras Medium Bulog Kurang Diminati

BALIKPAPAN   -  Beras medium yang digelontorkan Perum Bulog ke pengecer dan distributor melalui…

Selasa, 16 Januari 2018 08:03

Impor Jelang Musim Panen

BALIKPAPAN  -  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memastikan akan ikut memantau distribusi…

Selasa, 16 Januari 2018 08:02

Harga Beras Naik, Keuntungan Pedagang Makanan Jadi Turun

BALIKPAPAN   -  Salah seorang pedagang makanan jadi yang menjadikan nasi sebagai bahan baku,…

Senin, 15 Januari 2018 08:07

Harga Sayuran Naik, Ikan masih Mahal

BALIKPAPAN   -  Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional tercatat naik. Di Pasar Klandasan…

Senin, 15 Januari 2018 07:59

Ombudsman Heran Bulog Tidak Ditugasi

JAKARTA   -   Kementerian Perdagangan memutuskan untuk membuka keran impor beras guna…

Senin, 15 Januari 2018 07:57

KKT Siapkan Diskon Tarif

BALIKPAPAN  -  Demi mewujudkan pelayaran internasional dari Balikpapan melalui Terminal Petikemas…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:54

Tahun Politik dan Produk Baru

BALIKPAPAN  -  Tahun 2017, PT Astra International Tbk-Honda main dealer kantor wilayah Balikpapan…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Kapasitas Produksi Tidak Bertambah, Terapkan Skala Prioritas

BALIKPAPAN  -  Peluncuran produk baru tanpa disertai peningkatan kapasitas produksi, memaksa…

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50

Mafia Sikat 150 Ribu Elpiji Subsidi di Pasaran

JAKARTA  — Salah satu biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi Desember lalu terungkap.…

Jumat, 12 Januari 2018 08:00

Bidik Produksi Handling di Atas 200 Ribu TEUs

BALIKPAPAN  -  PT Kaltim Karingau Terminal (KKT) selaku operator Terminal Petikemas Karingau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .