MANAGED BY:
SELASA
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Minggu, 24 September 2017 09:31
Mahasiswa ‘Masih” Kecewa Ombudsman

Ada Dugaan Pelanggaran Kode Etik, Laporkan ke ORI Pusat

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Mangkirnya pihak mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bebas Banjir atas undangan hearing Ombudsman RI (ORI) Provinsi Kaltimra terkait ricuhnya aksi damai pertama pada Senin (11/9) silam bukannya tanpa alasan.
Terkait hal ini, Wawan Sanjaya selaku Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Uniba yang mendampingi aliansi ini menyatakan mereka kecewa atas cara kerja ORI Kaltim.

Menurutnya, kekecewaan tersebut dikarenakan undangan hearing tersebut rentang waktunya dengan kejadian kericuhan terlalu lama. Ia mengatakan, sebelumnya kepolisian dan pemkot telah lebih dahulu dipanggil, namun tidak ada pemanggilan atas pihak mahasiswa. Saat itu klarifikasi hanya dilakukan oleh pihak tesebut saja, dan tiba-tiba sudah banyak pihak yang mendengar kabarnya.

"Setelah klarifikasi dari pemkot dan kepolisian, Ketua Onbudsman Kaltim juga langsung melakukan konferensi pers yang isinya malah menudutkan mahasiswa. Kalau memang ada konferensi pers, harusnya dilakukan setelah keterangan mahasiswa didengar," ungkap dia kemarin (23/9). Sementara pemanggilan terhadap mahasiswa baru dilakukan pada Jumat (22/9) lalu.

Selain itu, pasca menerima kabar pemanggilan konformasi pihak kepolisian dan pemkot, mahasiswa sudah melayangkan somasi terhadap Ombudman. "Lantaran tidak ada tanggapan, maka pihak kami (mahasiswa) membuat aduan dugaan pelanggaran kode etik insan Ombudsman Kaltimra. Aduan ini kami layangkan pada ORI Pusat," bebernya.

Lebih lanjut, pihaknya sedang menanti proses dan hasil pemeriksaan. Menurut dia, sebelumnya pihak mahasiswa sudah melakukan upaya membangun komunikasi baik, namun tidak ada respon. Pengaduan kepada ORI Pusat atas dugaan pelanggaran ORI Kaltim adalah langkah terakhir yang diambil.

Ia melanjutkan, apabila Ombudsman ingin fokus pada pemenuhan hak masyarakat, harusnya masih ada lagi hal lain yang lebih penting dilakukan. Ia mencontohkan, baiknya ORI melakukan pemanggilan terhadap pemkot atas terjadinya banjir. "Harusnya ini bisa dilakukan oemanggilan erhadap pemkot, apakah ada yang salah dalam administrasi dan kebijakan sampai terjadi banjir," ungkap dia.

Pemanggilan berkaitan dengan kericuhan dalam aksi yang terjadi beberapa waktu lalu justru dianggap terlalu penting. "Kemana Ombudsman saat banjir, kenapa misal ada kesalahan tertentu bukan malah dilakukan pemanggilan, kan disitu ranah kerja mereka. Kok malah masuk dalam masalah aksi ricuh, kan ada pekerjaan lain yang kebih penting," ujarnya.

Sementara menurutnya, berkaitan dengan proses hukum pemukulan mahasiswa oleh oknum polisi sudah dilaporkan pada Propam Polda Kaltim. Hingga saat ini sedang dilakukan proses pemeriksaan terhadap oknum tersebut. Pihak mahasiswa mengaku menghormati proses hukum yang berlaku.

"Katanya sedang proses pemeriksaan erhadap oknum anggota Sabhara yang terlibat tindak kekerasan. Intinya kami menghormati proses hukum yang berlaku," jelas dia. Sampai kini pun, menurutnya aksi damai kedua telah berjalan sebagaimana mestinya dan hubungan antara mahasiswa dan polisi sudah berkjalan baik.

Sementara Rinto, Humas aksi damai mengatakan bahwa memang pengaduan sudah dilayangkan. Sejauh ini komunikasi dengan pihak Propam Polda Kaltim pun bisa berjalan baik dan tebuka. "Kami lihat kalau dnega. Kepolisian setelah ini tidak perlu bersikap tidak harmonis hanya saja jika ada yang perlu diperbaiki dan ditegakkan maka harus dilakukan," terang dia.

Laporan kepada Propam dianggap sah saja karena hukum di negara yang berlaku. Namun, hubungan baik mahasiswa dengan kepolisian akan tetap terjalin tanpa menghilangkan proses hukum. "Hubungan baik tidak menghilangkan proses hukum. Jika memang salah maka kebenaran harus ditegakkan," tandasnya.

Sebelumnya Ombudsman RI Provinsi Kaltimra mengundang mahasiswa untuk melaksanakan hearing terkait dugaan maladministrasi terkait penanganan pihak kepolisian terhadap mahasiswa yang sedang melaksanakan aksi damai beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, rupanya sampai waktu yang telah ditentukan, tidak tampak satu mahasiswa pun untuk menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, undangan hearing ini dilaksanakan karena ORI perlu mendengar persoalan ini dari versi mahasiswa setelah sebelumnya melakukan hal serupa pada kepolisian. (cha/rus)


BACA JUGA

Senin, 20 November 2017 09:46

Adhyaksa Dault Buka Perkempinas

BALIKPAPAN  -  Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III Tahun 2017 resmi…

Senin, 20 November 2017 09:44

6 Juta UMKM Diprediksi Bakal Go Digital pada 2020

JAKARTA  -   Pertumbuhan e-commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan,…

Senin, 20 November 2017 09:42

JK Terima Gelar Sri Perdana Mahkota Negara dari Adat Melayu

KABUPATEN LINGGA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima gelar adat sri perdana mahkota negara dari…

Senin, 20 November 2017 09:42

DPR Akan Panggil Menkeu soal Holding BUMN Tambang

JAKARTA  -  Proses pembentukan holding BUMN tambang sudah berjalan. Namun, Dewan Perwakilan…

Senin, 20 November 2017 09:41

Belum Jelas Pengelolanya, Stadion Batakan Terancam Mangkrak

BALIKPAPAN  -  Nasib Stadion Batakan yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 1,2 triliun terancam…

Senin, 20 November 2017 09:39

2018, Target PAD Parkir Rp 8,8 M

BALIKPAPAN  -  Retribusi parkir pada tahun 2018 ditargetkan mencapai Rp 8,8 miliar. Target…

Senin, 20 November 2017 09:38

Pengerasan Jalan Pantai Manggar Diusulkan Rp 30 M

BALIKPAPAN  -  Kabar gembira bagi para pengunjung Pantai Segara Sari Manggar. Pasalnya, pemkot…

Senin, 20 November 2017 09:35

Sarjana Bahasa Inggris

MUTHMAINNAH, gadis berparas ayu ini punya cita-cita mulia. Dia ingin menyediakan lapangan kerja bagi…

Senin, 20 November 2017 09:34

UMP Jangan Hanya Berpihak kepada Buruh

SAMARINDA  -  Naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2018 menjadi Rp 2,5 juta belum bisa…

Minggu, 19 November 2017 08:50

Pengemis Anak Masih Berkeliaran

BALIKPAPAN - Penertiban terhadap para pengemis di Kota Minyak perlu ditingkatkan lagi, terutama pengemis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .