MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Jumat, 06 Oktober 2017 09:21
Rumah Kompos Prapatan Tutup

Warga Minta Difungsikan Kembali untuk Tempat Belajar Siswa

MANGKRAK:Rumah kompos untuk mendaur ulang sampah menjadi pupuk yang terletak di RT 35 Prapatan saat ini tak ada lagi aktivitas.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Kondisi pusat pengolahan sampah menjadi pupuk (rumah kompos) di RT 35 Kelurahan Prapatan tidak berfungsi lagi. Pengolahan sampah yang berdiri tahun 2009 lalu ini tidak tampak lagi kesibukan warga yang melakukan daur ulang sampah menjadi pupuk tanaman.

“Kalau nggak salah sudah empat tahun tidak beroperasi mas,” kata Lina warga sekitar kepada Balikpapan Pos, Kamis (6/10) siang.

Ia mengaku, sekarang ini tak ada lagi aktivitas karyawan yang mengolah sampah menjadi pupuk. Padahal, sebelumnya cukup ramai warga yang membawa sampah untuk didaur ulang.

“Waduh sekarang ini tak ada lagi daur ulang sampah,” aku Lina.

Hal senada diungkapkan Dharma warga Prapatan, ia berharap rumah kompos ini difungsikan kembali untuk mendaur ulang sampah menjadi pupuk.

“Kalau bisa difungsikan kembali supaya bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak sekolah tentang cara mengolah sampah menjadi kompos,” kata Dharma.

Sebelumnya Herman, eks Karyawan rumah kompos RT 35 Prapatan menuturkan, rumah kompos ini hasil kerjasama pihak Chevron Indonesia Company (CICo), pemkot dan Yayasan Peduli.

 “Rumah komos ini beroperasi tahun 2012 hasil kerja sama Chevron, pemkot, dan Yayasan Peduli,” kata Herman.

Dia memaparkan, Chevron membantu pembangunan gedung. Pengadaan peralatan operasi dilakukan oleh pemkot di antaranya pengadaan mesin pencacah sampah. Sedangkan pengelolaan dan pemasaran kompos diserahkan kepada Yayasan Peduli.  Selain pupuk, rumah kompos memproduksi kertas daur ulang di mana bahan bakunya berupa sampah didapat dari warga sekitar.

“Kalau tidak salah ada 7 RT di Prapatan ditambah dengan sampah-sampah restoran. Kami sendiri yang mendatangi mereka untuk mengambil sampahnya, terutama sampah basah yang dijadikan bahan baku dalam pembuatan kompos,” sambungnya.

Rumah kompos ini, mulai berdiri dan beroperasi kata Herman dimulai sejak tahun 2009. Pada awal pendiriannya, sempat ada koordinasi dengan pihak pemkot. Tapi itu hanya berlangsung sebentar saja.

“Lama-kelamaan tidak ada yang peduli, bahkan pihak Kelurahan Prapatan juga tidak ada yang peduli, akhirnya biaya operasional meningkat dan hasilnya tidak terjual, sehingga kami merugi dan tutup,” paparnya.

Selain itu lanjut Herman, gaji yang diterima juga tidak sesuai dengan kebutuhan, sehinga terpaksa dirinya mencari pekerjaan lainnya yang hasilnya bisa menghidupi keluarganya.

“Saya waktu itu dibayar Rp 1 juta per bulan dari Yayasan Peduli, karena tempat itu di bawah Yayasan Peduli, tapi Rp 1 juta sekarang dapat apa mas? Nggak cukup buat hidup sebulan, ya sudah saya cari kerjaan lain saja,” kata Herman.

Herman berharap, agar dulunya sebelum rumah kompos ini tutup, Pemkot Balikpapan ataupun pihak swasta bisa ikut berkontribusi,toh hasilnya juga dinikmati oleh warga Balikpapan sendiri.

“Setidaknya, Pemkot atau pihak swasta bisa ikut turun tangan membantu memasarkan hasilnya, jadi hasil dari rumah kompos ini bisa terjual dan menghasilkan uang, kalau Pemkot cuek begini, ya kami tersendat di dalam hal pemasarannya, jadi ya ditutup saja,” bebernya.

Dikatakan saat pengolahan sampah menjadi kompos berhenti beroperasi, pihaknya sempat membuat budi daya ikan lele di dekat lokasi rumah kompos tersebut, tapi ternyata sama saja, hanya berlangsung sebentar, karena kami kesulitaan untuk memasarkan hasil budi daya ikan lele ini terpaksa kami tutup kembali usahanya.

“Stop lagi, bahkan di sebelah rumah kompos ini kan ada gedung aula pertemuan, sekarang jarang terpakai juga, jadi mangkrak semuanya,” tutupnya.

Pantauan Balikpapan Pos, rumah kompos dan kondisi sekitarnya begitu memprihatinkan. Bangunannya tidak terawat, di sekitarnya tumbuh rumput liar sehingga terkesan angker. (tur/vie)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:57

Banjir Kembali Terjang Balteng

BALIKPAPAN  -  Hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang wilayah Balikpapan Tengah…

Rabu, 21 Februari 2018 09:55

Masalah Banjir Jadi Sorotan

BALIKPAPAN  –  Masalah banjir menjadi pembahasan utama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:54

Hapi z: Drainase Permukiman Buruk

BALIKPAPAN   - Banjir yang terus menggenangi Kota Balikpapan setiap hujan deras mendapat sorotan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:52

Posko Pemadam Jadi Gudang PKL

BALIKPAPAN  -  Seharusnya posko pemadam kebakaran hanya untuk menyimpan peralatan pemadam…

Rabu, 21 Februari 2018 09:51

Puluhan PKL Diberi Teguran

BALIKPAPAN   -   Maraknya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan dengan menabrak aturan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:50

Rumah Retak, Warga Diminta Waspada

BALIKPAPAN  -  Tiga rumah warga di perumahaan Klause Repe yang terletak di Jalan Soekarno…

Rabu, 21 Februari 2018 09:49

Ratusan Algaka Ditertibkan

BALIKPAPAN   - Tim gabungan dari Satpol PP dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Balikpapan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:48

11 Peserta Ramaikan Lomba Rebana

BALIKPAPAN  –  Satu per satu, even HUT ke-121 Kota Balikpapan Tingkat Kecamatan Balikpapan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:46

Dilarang Main Sepeda

BALIKPAPAN  –  Keberadaan Taman Tiga Generasi Jl Ruhui Rahayu I. Terus mendapat pantauan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:45

Warga RT 32 Bidik Drainase Buntu

BALIKPAPAN  –  Beberapa kondisi saluran drainase yang ada di jalan Mulawarman memang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .