MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Minggu, 08 Oktober 2017 09:54
OTT KPK, Kesalahan atau Kejahatan

PROKAL.CO, OLEH: SURYA FRIBADY
(Mantan Ketua KAMMI Balikpapan)

SEBAGAI rakyat biasa, belakangan ini saya sering sakit kepala menyaksikan siaran tentang Oprasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yang mengusik saya ialah betapa banyaknya pelaku korup di negeri ini, terlihat dari banyaknya pejabat yang di tangkap oleh lembaga anti rasuah tersebut. Antara percaya atau tidak, apakah sudah seburuk itu mental pemimpin negeri ini? Ataukah ini hanya sebuah pertunjukan yang dipertontonkan?..


Kalaupun benar, penjara semakin penuh sesak. Penjahat negara makin banyak ditangkap dan ternyata pelaku korup tak pernah berhenti. Siapa yang salah?, atau jangan-jangan kita telah lebih banyak menangkap orang yang "bersalah" ketimbang yang "jahat".

Kita pun sepakat, dengan sistem pemberantasan korupsi ini, Indonesia bisa berubah menjadi bangsa yang besar. Namun, untuk menjadi bangsa yang besar, para elit dan pemimpinnya harus bisa membedakan antara kesalahan dan kejahatan.

Manusia ialah insan yang tak luput dari yang namanya salah. Maka di setiap langkah-langkahnya, kebijakannya mesti selalu bertemu dengan titik kesalahan. Melihat hal itu kita pun tak usah terlalu risau, apalagi kesalahan itu dilakukan dalam proses belajar, proses perubahan. Sungguh naif kiranya jika kita tak pernah salah, bahkan saya sebagai pendidik juga mengatakan "tanda orang belajar ialah ia pernah salah", karena ilmu itu didapat dari proses mencarinya, dalam dalam proses tadi sebagai manusia bisa salah dan benar.

Sebagai pemimpin, seseorang biasa menghadapi proses yang panjang dalam melakukan perubahan. Sepanjang perubahan itupun selalu dihadapkan pada pilihan yang dilematis, memilih A - B, ikut arus atau berenang melewatinya, mengambil langkah berani atau mendiamkannya.

Kata Lord Erlington, pemimpin yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan apa-apa. Tak heran di saat ini banyak di temui pemimpin yang dan birokrat yang terkesan tak melakukan apa-apa, terlihat dari serapan dana anggaran pendapatam belanja yang rendah, proyek besar mangkrak, yang terlihat hanya projek rutinan saja. Kita tak menemukan hal baru apalagi terobosan.

Melihat itu semua, kita tentu tidak mau pemimpin yang seperti itu, kita berharap pemimpin yang punya semangat perubahan, yang tak takut salah, berani ambil resiko untuk harga kebaikan. Tapi kenyataan kini kita melihat mereka yang memiliki karakter seperti ini mengalami benturan yang sangat besar, perlawanan bahkan kemungkinan dipersalahkan sangatlah besar.

Kita mungkin harus belajar melihat jauh ke depan, salah satunya harus mampu membedakan antara kesalahan dan kejahatan. Kita bukan juga melakukan pembenaran terhadap kesalahan, tapi mesti juga kita sadari ia merupakan alat untuk bertindak dan berani menghadapi perubahan.

Kita mesti optimis dengan kejadian ini, karena apalagi modal kita untuk bangkit selain memupuk optimisme ini. Kata Seligman "Manusia selalu memiliki dua jenis harapan, yaitu harapan baik dan buruk".

Saya khawatir kalau para elit terus memperbesar "harapan-harapan buruk", dipertontonkan menjadi komuditas pencitraan. Sebagai bangsa yang belum benar-benar kaya, kita jangan terlalu gegabah membuang baju hanya karena ada satu benangnya lepas. Kalau semua pemimpin yang salah mengambil keputusan diidentikan dengan penjahat, maka tersenyumlah penjahat. (*/tur/rus)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 09:05

MENGANCAM NYAWA:

Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) duduk di atas bak truk saat melintas di Jalan Mulawarman,…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:03

Wali Kota Disandera Puluhan Teroris

BALIKPAPAN  -  Sejumlah pejabat Pemkot Balikpapan, termasuk Wali Kota Rizal Effendi, menjadi…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:02

Beri Penghargaan kepada Jurnalis sebagai Sahabat ORI

Tiga jurnalis, dua di antaranya di bawah naungan Kaltim Post Group, Ahmad Riyadi dari Balikpapan Pos…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:01

25 Pengembang Belum Serahkan Dokumen Bozem

BALIKPAPAN  -  Pemkot terus melakukan pengawasan terhadap 25 pengembang yang dianggap masih…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:00

Sopir Angkot-Taksi Sepakat Jaga Kondusivitas Kota

BALIKPAPAN   -  Situasi panas yang terjadi antara transportasi online dengan konvensional…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:59

Isran-Yusran Berebut PAN

MANTAN  bupati Kutai Timur (Kutim) dan bupati Penajam Paser Utara (PPU) saling bersaing untuk mendapatkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:58

Luncurkan Inovasi Lagu Asyik dan Senandung Sajak

BALIKPAPAN  -  Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan meluncurkan dua program inovasi sekaligus,…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:58

Balikpapan Perlu Perda Kepemudaan

PERINGATAN  Hari Sumpah Pemuda (HSP) 28 Oktober akan menjadi tonggak kedewasaan pemuda dalam berinovasi…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:45

Kodim Jadi Pusat Wisata Teritorial

KODIM 0905 Balikpapan terus menanamkan wawasan kebangsaan kepada kalangan masyarakat, khususnya anak…

Kamis, 19 Oktober 2017 09:42

Bursa Kerja Abal-Abal Dibubarkan

BALIKPAPAN  -  Pemkot melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menghentikan pelaksanaan bursa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .