MANAGED BY:
SELASA
24 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Minggu, 08 Oktober 2017 09:54
OTT KPK, Kesalahan atau Kejahatan

PROKAL.CO, OLEH: SURYA FRIBADY
(Mantan Ketua KAMMI Balikpapan)

SEBAGAI rakyat biasa, belakangan ini saya sering sakit kepala menyaksikan siaran tentang Oprasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yang mengusik saya ialah betapa banyaknya pelaku korup di negeri ini, terlihat dari banyaknya pejabat yang di tangkap oleh lembaga anti rasuah tersebut. Antara percaya atau tidak, apakah sudah seburuk itu mental pemimpin negeri ini? Ataukah ini hanya sebuah pertunjukan yang dipertontonkan?..


Kalaupun benar, penjara semakin penuh sesak. Penjahat negara makin banyak ditangkap dan ternyata pelaku korup tak pernah berhenti. Siapa yang salah?, atau jangan-jangan kita telah lebih banyak menangkap orang yang "bersalah" ketimbang yang "jahat".

Kita pun sepakat, dengan sistem pemberantasan korupsi ini, Indonesia bisa berubah menjadi bangsa yang besar. Namun, untuk menjadi bangsa yang besar, para elit dan pemimpinnya harus bisa membedakan antara kesalahan dan kejahatan.

Manusia ialah insan yang tak luput dari yang namanya salah. Maka di setiap langkah-langkahnya, kebijakannya mesti selalu bertemu dengan titik kesalahan. Melihat hal itu kita pun tak usah terlalu risau, apalagi kesalahan itu dilakukan dalam proses belajar, proses perubahan. Sungguh naif kiranya jika kita tak pernah salah, bahkan saya sebagai pendidik juga mengatakan "tanda orang belajar ialah ia pernah salah", karena ilmu itu didapat dari proses mencarinya, dalam dalam proses tadi sebagai manusia bisa salah dan benar.

Sebagai pemimpin, seseorang biasa menghadapi proses yang panjang dalam melakukan perubahan. Sepanjang perubahan itupun selalu dihadapkan pada pilihan yang dilematis, memilih A - B, ikut arus atau berenang melewatinya, mengambil langkah berani atau mendiamkannya.

Kata Lord Erlington, pemimpin yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan apa-apa. Tak heran di saat ini banyak di temui pemimpin yang dan birokrat yang terkesan tak melakukan apa-apa, terlihat dari serapan dana anggaran pendapatam belanja yang rendah, proyek besar mangkrak, yang terlihat hanya projek rutinan saja. Kita tak menemukan hal baru apalagi terobosan.

Melihat itu semua, kita tentu tidak mau pemimpin yang seperti itu, kita berharap pemimpin yang punya semangat perubahan, yang tak takut salah, berani ambil resiko untuk harga kebaikan. Tapi kenyataan kini kita melihat mereka yang memiliki karakter seperti ini mengalami benturan yang sangat besar, perlawanan bahkan kemungkinan dipersalahkan sangatlah besar.

Kita mungkin harus belajar melihat jauh ke depan, salah satunya harus mampu membedakan antara kesalahan dan kejahatan. Kita bukan juga melakukan pembenaran terhadap kesalahan, tapi mesti juga kita sadari ia merupakan alat untuk bertindak dan berani menghadapi perubahan.

Kita mesti optimis dengan kejadian ini, karena apalagi modal kita untuk bangkit selain memupuk optimisme ini. Kata Seligman "Manusia selalu memiliki dua jenis harapan, yaitu harapan baik dan buruk".

Saya khawatir kalau para elit terus memperbesar "harapan-harapan buruk", dipertontonkan menjadi komuditas pencitraan. Sebagai bangsa yang belum benar-benar kaya, kita jangan terlalu gegabah membuang baju hanya karena ada satu benangnya lepas. Kalau semua pemimpin yang salah mengambil keputusan diidentikan dengan penjahat, maka tersenyumlah penjahat. (*/tur/rus)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 09:06

60 Bocah Bikin Sushi dan Pizza

BALIKPAPAN  -  Hotel Blue Sky punya cara unik dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN)…

Senin, 23 Juli 2018 09:04

Banyak Bacaleg Belum Legalisasi Ijazah

BALIKPAPAN  -  Verifikasi pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) sudah diumumkan KPU…

Senin, 23 Juli 2018 09:03

Pentingnya Keterlibatan CSR Perusahaan

SAMARINDA  -  Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Meiliana meminta para pengusaha…

Senin, 23 Juli 2018 09:02

“Pemuda Jangan Hanya Suka Protes, tapi Harus Jadi Orang Sukses”

ANDI  Achmad Mutawally atau biasa disapa Andi Welly terpilih sebagai ketua KNPI Kota Balikpapan…

Senin, 23 Juli 2018 08:59

Balikpapan Raih Tiga Penghargaan

BALIKPAPAN  -  Prestasi kembali diraih Balikpapan saat puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2018…

Senin, 23 Juli 2018 08:58

Infrastruktur Percepat Pengembangan Pariwisata

SAMARINDA   -  Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan, pengembangan pariwisata…

Senin, 23 Juli 2018 08:57

BAHAYA..!! Sudah Ada Tujuh Kasus Virus Ini, Satu Meninggal Dunia

PENAJAM  -  Kasus human immunodeficiency virus atau acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS)…

Senin, 23 Juli 2018 08:57

Haris Masih Ketua Fraksi Demokrat

BALIKPAPAN  -  Ketua DPRD Abdulloh memastikan, Haris masih memiliki kewajiban untuk menjalankan…

Minggu, 22 Juli 2018 08:37

WAH PARAH BANGET..!! Investor Supermal Diduga Bodong

BALIKPAPAN - Ketidakjelasan proyek supermal di atas lahan eks Puskib, Balikpapan Tengah, jelas merugikan…

Minggu, 22 Juli 2018 08:35

Haris Di-deadline 31 Juli

BALIKPAPAN - Setelah menerima 628 berkas bakal calon legislatif (bacaleg) dari 15 partai politik (parpol)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .