MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Kamis, 12 Oktober 2017 08:43
Acuh TA, 115 WP Terancam Disandera

Tertinggi di Balikpapan, DJP Kaltimra Tunggu Laporan Harta

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Berakhirnya program pengampunan pajak, Tax Amnesty menandai dimulainya tindakan tegas bagi wajib pajak (WP) yang sengaja acuh. Tak main-main, berdasarkan hasil pemetaan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Kaltim dan Kaltara (Kaltimra) ada 115 WP belum melaporkan kekayaan. Dengan total nilai Rp 229,1 miliar.

Dari jumlah itu, sebagian besar merupakan WP dari Kota Minyak yakni 60 dengan nilai harta Rp 118,3 miliar. Yang sudah terbit lembar pengawasan sebanyak 24 WP. Nominal yang ditindaklanjuti Rp 63,3 miliar sedangkan yang tidak ditindaklanjuti sekira Rp 15,3 miliar.

“Tidak dilanjuti, dalam arti hartanya sudah dijual, namun belum balik nama dan lainnya. Dari data awal masih ada 36 WP yang belum diterbitkan lembar pengawasannya," jelas Kepala Kanwil Samon Jaya di kantornya, Rabu (11/10).

Samarinda kota tertinggi berikutnya yang belum mengikuti tax amnesty. Yakni sebanyak 33 WP dengan perkiraan nilai harta Rp 72,2 miliar. Sudah diterbitkan lembar pengawasannya sebanyak 12 WP dengan nilai harta yang ditindaklanjuti Rp 19,5 miliar dan Rp 1,3 miliar yang tidak ditindaklanjuti.

Dijelaskan, tidak mudah memetakan WP yang dimaksud. Bahkan untuk memastikan nilai harta yang bisa ditindaklanjuti dipenuhi permasalahan yang cukup kompleks. Penyesuaian data pun tidak sembarangan. Sebagai contoh, harta tanah, pegawai pajak yang menangani harus melakukan pengecekan terlebih dahulu ke Badan Pertanahan Negara. Belum lagi jika namanya tidak sama.

Kalau sudah begitu, seluruh WP tersebut harus bersiap dengan tarif tebusan normal. Jika tidak, harta 115 WP tersebut akan disita bahkan berujung sandra karena tergolong penunggak pajak. Tapi itu merupakan tindakan terakhir karena DJP akan menyurati terlebih dahulu. Jika tidak juga mengindahkan, barulah tindakan penyitaan dan penahanan akan ditempuh.

“Sekarang, tarif sudah jauh berbeda. Untuk tarif badan usaha 25 persen, orang pribadi 30 persen, dan WP tertentu (badan dan orang pribadi) 12,5 persen. Ya jika mereka memiliki nilai harta Rp 100 juta mereka harus menebus 15-30 persennya,” sebutnya.

Padahal saat tax amnesty berlaku, tarif tebusan yang dibebankan cukup rendah dari nilai hartanya. Periode pertama hanya dua persen dari nilai harta yang dilaporkan. Periode kedua, hanya tiga persen dan lima persen tarif tebusan yang dibebakan periode 3 yang berakhir Maret lalu.

"Penyesalan memang selalu datang di belakang. Tarif saat tax amnesty sudah sudah rendah, setidaknya segera mungkin memperbaiki laporan pajaknya karena semakin ditunda, maka semakin berat pula beban pajak yang dibayar," pungkasnya. (dra)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:12

Proyeksi Kebutuhan Uang Kartal Rp 950 Miliar

BALIKPAPAN  -  Didorong momentum perayaan Natal dan Tahun Baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

Liburan Akhir Tahun Lebih Hemat

JELANG  penghujung tahun 2017, ajakan liburan terus berdatangan. Promosi berbagai destinasi wisata…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

2018, BPS Mulai Data Transaksi Toko Online

JAKARTA  -  Mulai awal tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mendata transaksi toko…

Jumat, 15 Desember 2017 08:17

Kepastian Diserap Pasar, PR Berikutnya

BALIKPAPAN  - Tak mau kalah dengan petani kawasan Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (14/12), kelompok…

Jumat, 15 Desember 2017 08:08

Pelni Layani Rute Ekstra ke Bitung

BALIKPAPAN  -  Guna mengakomodir warga kawanua yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru…

Kamis, 14 Desember 2017 08:37

Pendangkalan Laut Ancam Kelancaran Distribusi

BALIKPAPAN  -  Akibat sedimentasi, kedalaman laut dermaga Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau…

Kamis, 14 Desember 2017 08:27

Pertamina Akan Luncurkan Elpiji 3 Kg Non Subsidi

JAKARTA  -  PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan Elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi…

Kamis, 14 Desember 2017 08:19

Incar Market Share 30 Persen

BALIKPAPAN   -  Setelah 10 tahun, akhirnya Daihatsu memperkenalkan seri terbaru di kelas…

Rabu, 13 Desember 2017 08:39

Ekspansi ke Balikpapan Demi Kemudahan Konsumen

BALIKPAPAN  -  Tampil cantik tidak harus menguras isi kantong. Karena produk kosmetik Flormar,…

Selasa, 12 Desember 2017 08:38

Penerimaan Tera Ulang Capai Rp 115 Juta

BALIKPAPAN  -  Hingga Senin (11/12) penerimaan dari kegiatan tertib ukur melalui tera ulang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .