MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 12 Oktober 2017 08:54
Pembunuh Anak Diganjar 20 Tahun

Vonis Sesuai dengan Tuntutan Jaksa

TERBUKTI BERSALAH: Fardi Sahli berjalan keluar PN Sangatta dengan dikawal seorang petugas Kejari Sangatta.

PROKAL.CO, BONTANG  –  Wajah datar ditunjukkan Fardi Sahli (20) selepas sidang putusan di Pengadilan Negeri Bontang kemarin (11/10). Terdakwa pembunuh Navita Ariyanti (3) ini juga terlihat tenang ketika dikeler ke mobil tahanan.

Dalam sidang yang dipimpin Nyoto Hindaryanto, dibantu hakim anggota Parlin Mangatas Bona Tua dan Octo Bermantiko Dwi Laksono, Fardi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Dia juga dikenakan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Putusan itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Di mana terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 80 Ayat 3 dan 4 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Baik JPU maupun Fardi menerima putusan tersebut.

Octo menerangkan, hal yang memberatkan adalah terdakwa merupakan ayah tiri korban. Di mana seharusnya bertugas untuk melindungi. Perbuatan Fardi juga dinilai sadis dan tidak manusiawi. “Tidak ada yang meringankan,” tegasnya.

Hukuman maksimal itu diberikan untuk menjadi efek jera. Diharapkan tidak terulang kasus serupa. Terlebih kepada anak sendiri. “Jangan lagi ada yang mengulangi karena hukumannya seperti ini,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Plt Kepala Kejaksaan Negeri Bontang Agus Kurniawan.  Menurut dia, hakim sudah menerapkan putusan dengan mempertimbangkan tuntutan jaksa, fakta persidangan, serta alat bukti.

“Undang-undang peradilan dan perlindungan anak secara maksimal telah diterapkan sebagai mana mestinya. Jaksa merasakan ada rasa keadilan dalam penegakan hukum terkait putusan hakim Pengadilan Negeri Bontang,” katanya.

Sebelumnya, Navita meregang nyawa setelah disiksa oleh Fardi dalam perjalanan dari Kutai Barat (Kubar) menuju Bontang, 30 April lalu. Bocah mungil itu diinjak, dipukul, dan dibuang ke bak truk oleh ayah tirinya tersebut hanya karena buang air saat duduk di perut Fardi. Padahal, saat itu korban menggunakan popok bayi.

Belakangan diketahui, motif sebenarnya adalah ketidaksukaan Fardi karena Reni Chandra (18), istrinya, terlalu dekat dengan Navita. Saat anaknya disiksa, Reni yang telah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku tidak bisa berbuat banyak karena ketakutan.

 Ketika nyawa Navita tidak tertolong, keduanya menguburnya di daerah Marangkayu, Kukar. Sewaktu kembali ke Bontang, mereka mengaku bahwa Navita menjadi korban tabrak lari. Beruntung, polisi mencium kejanggalan dan akhirnya menangkap Fardi. (edw/kri/k9/KPG)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:17

Simpan Sabu, Darman Ditangkap di Hotel

BANJARMASIN  -  Darmansyah alias Darman (55) tertangkap menyimpan sabu-sabu di Hotel Pelangi…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Dua Ibu-Ibu Tewas Tertabrak KA

SURABAYA –  Selama sehari terjadi dua peristiwa maut antara Kereta Api dengan penyeberang…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Sodomi, Tindak Pidana atau Bukan?

Membaca kasus berulang tentang sodomi di Kota Balikpapan membuat saya prihatin. Bagaimanakah hukum sodomi…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:13

Terancam Hukuman 20 Tahun

BONTANG  –  Sabu-sabu seberat 1,84 gram berhasil diamankan jajaran Polres Bontang. Sabu-sabu…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:12

Buronan Mabes Tertangkap di Mataram

MATARAM - Tim Resmob Polres Mataram menangkap satu orang dengan inisial UH, 38 tahun. Pria yang tinggal…

Jumat, 15 Desember 2017 08:26

Ditikam Baru Dibacok sampai Tewas

SANGATTA  -  Peristiwa berdarah terjadi di lokasi perkebunan PT Fairco, Kaliorang. Seorang…

Jumat, 15 Desember 2017 08:25

Penyidik Diminta Periksa Saksi Tambahan

TANJUNG REDEB  –  Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal pariwisata di Dinas Kebudayaan…

Jumat, 15 Desember 2017 08:24

Kapal Kelimutu Tabrakan, 12 Penumpang Trauma

SAMPIT  -  Tabrakan antara kapal penumpang  KM Kelimutu bertolak dari Pelabuhan Sampit…

Jumat, 15 Desember 2017 08:23

Buron 3 Tahun, Mantan Kades Dicokok

SANGATTA   -   Pelarian yang dilakukan Agus mantan Kepala Desa Sepaso Timur selama tiga…

Jumat, 15 Desember 2017 08:23

Membunuh di Batota, Diringkus di Teluk Pandan

SANGATTA  –  Kepolisian berhasil meringkus tersangka pembunuhan pelayan Café…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .