MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Jumat, 13 Oktober 2017 08:32
Dishub: Jangan Menabrak Aturan

Angkutan Umum Dituntut Berbenah

Sudirman Djayaleksana

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan membantah, keputusan menghentikan operasional angkutan online disebut bentuk pilih kasih terhadap angkutan konvensional. Pasalnya, usai demo ratusan sopir angkutan konvensional, masyarakat Balikpapan mulai menggalang dukungan terhadap angkutan online yang selama ini dirasa sangat membantu.

Menanggapi itu, Kepala Dishub Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan, persoalan utama bukanlah dukung-mendukung. Pemkot dalam hal ini Dishub, hanya menjalankan apa yang menjadi keputusan Dinas Perhubungan Kaltim yang ditandatangani oleh gubernur. “Jadi, ini bukan kami mendukung atau tidak. Persoalan utamanya bukan itu,” ujar dia.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat memahami duduk persoalan yang selama ini terjadi di lapangan. Sejauh ini, masyarakat kelewat memandang hanya dari sisi keuntungan dan manfaat. Namun, menurut Dirman masih banyak masyarakat masih belum paham, bahwa angkutan online yang beroperasi saat ini tak pernah mengurus izin dan belum mengantongi izin dari Dishub Provinsi.

Dia tak menampik, jika kehadiran angkutan online yang tersebar di Balikpapan sangat membantu pemerintah. Bahkan kata dia, secara prinsip Pemkot Balikpapan mendukung keberadaan mereka. “Hanya saja kan aturan main harus diikuti, ya termasuk izin itu tadi. Kalau konvensional ini kan semua mengurus izin,” terang dia ditemui KPNN, Kamis (12/10).

Sejauh ini, ada beberapa aturan yang menurut Dirman tidak diikuti oleh angkutan online. Mulai dari uji kelayakan (KIR) yang merupakan salah satu syarat utama kendaraan dapat dijadikan angkutan umum.

“Sementara ini kan tidak melewati uji kir mereka, download aplikasi dan bisa langsung jalan. Padahal, masyarakat mesti paham bahwa secara aspek keselamatan tidak ada jaminan dari angkutan online,” kata dia.

Poin kedua adalah soal sopir, dijelaskan Dirman, untuk menjadi sopir angkutan umum, seseorang diwajibkan memiliki SIM A umum. Ketiadaan perusahaan yang menaungi, juga menjadi poin yang selama ini kerap dilupakan oleh masyarakat. Padahal, jika merunut aturan Kementerian Perhubungan, pengelola angkutan umum wajib berada di bawah perusahaan.

“Hal ini dikatakan Dirman agar jika terjadi kehilangan dan kejadian yang kurang mengenakkan bisa langsung ditangani perusahaan. Kalau seperti sekarang kan tidak ada jaminan, ada apa-apa tanggung jawab driver,” lanjut dia.

Persoalan lain adalah angkutan online selama ini tidak mengikuti tarif batas atas dan tarif bawah. Tak mengikuti kuota angkutan yang beroperasi, serta tidak adanya stiker yang dipasang untuk memudahkan pengawasan. Soal populasi angkutan online yang beroperasi di Balikpapan, Dirman sampai saat ini tak mengetahui sama sekali.

“Jadi, kami tidak pernah ingin merugikan siapa pun apalagi pengguna transportasi. Hanya saja kami ingin aturan ini diurus dan diikuti. Jangan menabrak aturan yang sudah ditetapkan,” katanya.

 

Harus Berbenah

 

Menanggapi kritikan terhadap angkutan konvensional yang dianggap kurang maksimal dalam melayani konsumen, Dirman tak menutup mata. Dia mengaku, segala kritikan itu sudah ditampung dan ditanggapi dengan disampaikan kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda). “Ia, jelas. Organda juga mesti berbenah,” kata dia.

Menurut Dirman, perkembangan zaman yang kian modern memang tidak bisa dibendung, sehingga mau tidak mau Organda harus mengikuti perkembangan zaman. Pembenahan, dijelaskan Dirman, bukan hanya dari unit angkutan, tapi juga dari sisi pelayanan yang memang selama ini kerap jadi keluhan konsumen.

“Yang selama ini jadi keluhan kan memang sopir yang masih merokok. Masih kerap berhenti mendadak. Nah, hal-hal semacam ini sudah kami sampaikan kepada kawan-kawan di Organda dan mereka juga paham,” kata dia.

Dia meneruskan, jika angkutan online dan konvensional sama-sama berbenah, maka pihak yang paling diuntungkan adalah masyarakat pengguna jasa angkutan umum. Karena memiliki pilihan yang sama-sama berkualitas.

Soal pembatasan usia angkot, aturan itu sudah tertuang dalam perwali, di mana usia kendaraan dibatasi maksimal 15 tahun dan mesti melakukan peremajaan. (*/hul/rsh/k15)


BACA JUGA

Jumat, 20 Oktober 2017 08:48

Limbah Mengotori Sungai

BALIKPAPAN  -  Dampak pencemaran limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal yang diduga berasal…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:45

Pemilik Motor Pretelan Dibebaskan

BALIKPAPAN  -  Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya Abdul Rahman Hafid (48) dibolehkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:45

Belasan ABG Tawuran, Diperiksa Malah Bergaya

BALIKPAPAN  -   Belasan anak baru gede (ABG) diamankan anggota Polsek Balikpapan Utara, Kamis…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:43

Tiga Remaja Digulung saat Asyik Meneguk CT

BALIKPAPAN   -  Tiga remaja diamankan ketika kepolisian melakukan patroli di kawasan Gunung…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:40

Misi Ganda

BALIKPAPAN  -  Tidak banyak stadion “angker” di Indonesia. Dari 18 kontestan Liga…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:38

Lagi, Anak “Digoyang” Bapak

BALIKPAPAN   -  Jika sebelumnya ayah bejat tega menggauli dua anak kandungnya selama…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:35

Tiga Polres Perbatasan “Dipertebal”

BALIKPAPAN  -  Sebanyak tiga SSK (Satuan Setingkat Kompi) Brimob Polda Kaltim diberangkatkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 08:34

TAK PERLU

Pada Minggu pagi yang cerah, seorang istri tengah berbincang di depan teras bersama sang suami. Istri…

Kamis, 19 Oktober 2017 08:47

Sepeda Motor Jadi “Peyek” Digilas Truk

BALIKPAPAN  -  Truk bermuatan batu koral bernomor polisi KT 8569 AO gagal menanjak dan mundur…

Kamis, 19 Oktober 2017 08:45

Hakim Kabulkan Gugatan Praperadilan Tersangka

BALIKPAPAN  -  Sangat jarang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan dikabulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .