MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

BISNIS

Sabtu, 14 Oktober 2017 08:52
Awet, Tingkat Kestabilan Harga Bahanan Makanan
MURAH: dalam waktu cukup lama, harga bahan makanan menujukkan tren yang terus stabil

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Kenaikan harga ikan laut awet dalam waktu lama, Minggu (8/10) berangsur turun. "Rata-rata harga sudah turun. Seperti ikan tongkol Rp25 ribu per kg dari sebelumnya Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kg," sebut Acin, pedagang ikan di Pasar Pandansari, kemarin. Setali tiga uang, Kahar, pedagang ikan di Pasar Klandasan juga menyebut harga ikan berangsur turun seiring pilihan jenis yang kian beragam. "Ikan tertentu seperti ikan kakap, ikan terakulu memang tinggi. Rata-rata Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kg," jelasnya.

Berbeda dengan ikan laut, mayoritas bahan makanan yang dijual di pasar tradisional menunjukkan tren stabil dengan harga yang dibandrol terjangkau. Bawang merah dan bawang putih misalnya Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per kg. Pun begitu untuk cabai yang masih betah di level Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per kg.

Sementara itu, harga sayuran kemarin menunjukkan tren turun. Bayam turun mencolok mencapai Rp3 ribu per ikat dari rata-rata Rp5 ribu per ikat. Tidak terkecuali kacang panjang, yang sebelumnya cukup lama bertengger di level Rp10 ribu per ikat, kemarin menyentuh Rp5 ribu.

Ayam potong juga stabil di harga lebih murah. Di Pandansari, ukuran kecil dibandil Rp21 ribu per ekor. Khusus untuk komoditas jeruk nipis, hingga kemarin masih bertahan di harga atas, Rp27 ribu per kg. "Bukan musim panen makanya stok kosong. Akibatnya pasokan yang ada harganya naik," ungkap pedagang setempat.

Di tengah tren harga yang stabil di level murah, volume permintaan justru susut. "Biasanya akhir pekan ramai. Kalau hari kerja sepi," tutur Syamsuri, masih di kawasan Pasar Pandansari. Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, barulah situasi berbalik arah. "Kalau Natal (dampak terhadap permintaan) tidak terlalu besar. Tapi kalau Tahun Baru, cukup ramai seperti hari raya, terutama permintaan ayam potong dan ikan," pungkas pedagang. (dra)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 08:37

Pendangkalan Laut Ancam Kelancaran Distribusi

BALIKPAPAN  -  Akibat sedimentasi, kedalaman laut dermaga Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau…

Kamis, 14 Desember 2017 08:27

Pertamina Akan Luncurkan Elpiji 3 Kg Non Subsidi

JAKARTA  -  PT Pertamina (Persero) berencana meluncurkan Elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi…

Kamis, 14 Desember 2017 08:19

Incar Market Share 30 Persen

BALIKPAPAN   -  Setelah 10 tahun, akhirnya Daihatsu memperkenalkan seri terbaru di kelas…

Rabu, 13 Desember 2017 08:39

Ekspansi ke Balikpapan Demi Kemudahan Konsumen

BALIKPAPAN  -  Tampil cantik tidak harus menguras isi kantong. Karena produk kosmetik Flormar,…

Selasa, 12 Desember 2017 08:38

Penerimaan Tera Ulang Capai Rp 115 Juta

BALIKPAPAN  -  Hingga Senin (11/12) penerimaan dari kegiatan tertib ukur melalui tera ulang…

Selasa, 12 Desember 2017 08:37

Bisa Menakar Daya Beli Masyarakat

BALIKPAPAN  –  Aktivitas mengumpulkan setruk dalam program Strukvaganza dinilai bisa…

Selasa, 12 Desember 2017 08:36

Mulai April 2018, LNG Agresif Penetrasi di KTI

BALIKPAPAN  -  Setelah sukses mengembangkan fasilitas jaringan pipa gas untuk rumah tangga,…

Senin, 11 Desember 2017 08:07

Honda CRF 150 L, Penakluk Segala Medan

BALIKPAPAN   -  Astra Motor Honda Main Dealer area Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU),…

Senin, 11 Desember 2017 08:04

Tergolong Pelanggan "Playboy"

BALIKPAPAN   -  Mengaku market share pelanggan usia muda masih di bawah 50 persen, Telkomsel…

Senin, 11 Desember 2017 08:03

Hadapi Tantangan Bisnis dengan Semangat 6 C

BALIKPAPAN   -  Minggu (10/12), PT Pertamina (Persero) merayakan HUT ke-60. Sebagai bentuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .