MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Rabu, 18 Oktober 2017 08:59
Enam Tahun “Goyang” Dua Anak Kandung

Janjikan Motor, Dalihnya Penguat Kerja

BIADAB: Tersangka Supriadi berikut barang bukti pakaian milik korban dan pelaku yang diamankan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltim.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Sungguh bejat kelakuan Supriadi (38). Bagaimana tidak, warga Kabupaten Berau ini tega menyetubuhi dua anak gadisnya sendiri. Bahkan dari perbuatan bejatnya itu, salah seorang korban melahirkan seorang bayi. Namun entah karena alasan apa, bayi yang baru berusia sekira 4 bulan itu meninggal dunia.

 Aksi rudapaksa Supriadi terendus, ketika petugas mendapatkan informasi dari masyarakat pada akhir September lalu terkait hubungan incest. Padahal perbuatan tersebut sudah berlangsung sejak 2011 lalu. Petugas tak ingin gegabah. Beberapa hari melakukan penyelidikan, akhirnya petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku di kawasan Tali Sayang, Jumat (6/10).

 Kasubbid Penmas Polda Kaltim AKBP Yustiadi Gaib mengungkapkan, dua korban berinisial NM (17) dan NN (14) dipaksa melayani sang ayah dengan dalih sebagai motivasi agar kuat bekerja.

 “Jadi ayahnya ini mengatakan kepada anaknya setelah disetubuhi, bahwa yang dilakukannya untuk penguat kerja dan korban diiming-imingi akan dibelikan sepeda motor,” ujarnya.

 Perbuatan tersebut dilakukan berulang, khususnya kepada anak pertamanya hingga mengandung. “Anaknya meninggal dunia pada umur empat bulan karena lahir prematur,” katanya.

 Diketahui bahwa pelaku dan korban hidup di kawasan yang sepi penduduk dan berlokasi di desa terpencil. Warga setempat tidak ada yang curiga dengan perbuatan pelaku.

 Hingga akhirnya, terungkap ketika anak pertama pelaku yang menjadi korban, NM dibawa ke Balikpapan pada Februari lalu dalam kondisi hamil. Sang anak ditempatkan di rumah kakak pelaku di Km 2, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.

 “Korban dalam kondisi hamil empat bulan. Waktu itu dia tinggal di rumah kakak pelaku. Warga curiga dengan kehamilan tersebut, kemudian melaporkan ke P2TP2A dan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Balikpapan. Akhirnya dari Renakta Polda Kaltim melakukan penanganan kasus tersebut,” beber Yus, biasa disapa.

 Di hadapan petugas, Supriadi mengaku bahwa wajah kedua anaknya mirip dengan mantan istrinya. “Istri saya yang ceraikan. Ditinggal begitu saja. Kalau saya lihat anak saya seperti ibunya, jadi saya pengin Pak,” kilahnya.

 Supriadi yang kesehariannya sebagai buruh pemetik kelapa ini juga mengakui, bahwa dia dalam keadaan sadar ketika “menggarap” kedua anaknya di kesempatan berbeda.

 “Kalau anak pertama, saya main kadang malam hari di ruang tamu. Saya keluarin di dalam. Kalau anak kedua, kadang saya remas-remas aja teteknya Pak. Pernah juga saya gitukan, tapi enggak sering,” akunya.

 Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, pakaian dalam kedua korban yang digunakan saat melakukan aksi bejatnya.

 Saat ini pelaku diamankan di Rutan Mapolda Kaltim untuk menjalani proses penyidikan. Pelaku juga dijerat dengan  pasal 81 juncto 82 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

 KARENA PELAKU MERASA AMAN

 Kasus hubungan terlarang juga pernah menghebohkan warga Km 14, Jalan Soekarno-Hatta, RT 22, Karang Joang, Balikpapan Utara, Februari 2015 lalu. Johny Rotte (43) selama sembilan tahun meniduri anak tirinya berinisial DV (20), hingga melahirkan tiga anak.

 Aksi bejatnya tertutup rapi lantaran pelaku kerap mengancam istri yang diketahui berinisial SP (39) dan korban agar tidak melaporkan kepada orang lain. Padahal, hasil pernikahan resmi Johny dengan SP sendiri dikaruniai tiga anak. Terbongkarnya hubungan terlarang tersebut berdasarkan kecurigaan tetangga korban yang melihat DV mempunyai anak, namun tidak memiliki suami.

 Perbuatan bejat Johny kali pertama dilakukan pada tahun 2006. Ketika itu DV masih berusia 12 tahun. Berdalih terangsang dengan kemolekan tubuh anak tirinya yang diasuh sejak umur tiga tahun, Johny kalap dan menggagahi DV ketika sang istri tengah pergi ke pasar.

 “Jadi, pelaku ini nikah dengan seorang janda yang sudah beranak. Waktu itu korban ikut dengan pelaku umurnya masih tiga tahun. Pertama kali melakukan hubungan badan di kamar si korban, dengan melakukan pengancaman,” ungkap Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim, AKBP Suroso didampingi Panit I Unit I Lidik Renakta AKP Winaryo saat itu.

 Hubungan terlarang ayah tiri dengan anak tiri berbuah petaka. Pada tahun 2007, DV melahirkan seorang bayi perempuan. SP hanya bisa bungkam dan pasrah melihat anak kandungnya melahirkan anak hasil dari suaminya sendiri.

 “Jadi melahirkannya itu di dalam rumahnya sendiri, dibantu ibu korban yang motong tali pusarnya dan memandikan bayi,” katanya.

 Merasa perbuatannya aman, Johny bahkan menganggap DV sudah sebagai istrinya sendiri, hingga hubungan layaknya suami istri sudah tidak canggung lagi dilakukan. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani, itu mengaku menyesal dengan perbuatannya. Dia juga mengakui bahwa pertama kali meminta berhubungan badan dengan DV, selain melakukan pengancaman, juga memberikan iming-iming akan dibelikan perabotan rumah tangga seperti kulkas, televisi, hingga tanah.

 Dikatakan Johny, pada awal kehamilan DV, istrinya mengetahui ketika DV mual-mual dan muntah. Saat itu SP sempat hendak meminta cerai kepada Johny, tapi dengan memelas dan mengakui salahnya akhirnya perbuatannya diampuni oleh SP. Namun, perbuatan tersebut kembali berulang. Lokasi rumah korban yang jauh dari para tetangga serta tidak adanya aliran listrik, membuat Johny leluasa melakukan perbuatan bejatnya.

 “Jarak ke rumah korban dari jalan raya sekitar tiga kilometer. Rumahnya di tengah kebun, jadi kendaraan sulit masuk ke sana,” tambah Suroso.

 Selain di rumah, aksi bejat tersangka dilakukan di pondok yang dibuat tersangka berjarak sekira 40 meter dari rumah. Johny ditangkap pada Senin, 23 Februari 2015. Johny didakwa pasal 81 ayat 3 dan atau 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun. (pri/war/k1)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 09:06

Ketua RT Kecam Keras Pelaku

BALIKPAPAN  -  Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis…

Kamis, 23 November 2017 09:03

Wali Kota Diminta Cabut Segudang Penghargaan P

“Saya mohon pengawasan bersama. Tidak hanya dari pemerintah kota, tapi dari semua elemen masyarakat…

Kamis, 23 November 2017 09:01

Hobi Menjadi Malapetaka

BALIKPAPAN  -  Penyesalan selalu datang belakangan. Seperti itulah yang dialami oleh Rudi…

Kamis, 23 November 2017 08:58

Lerai Keributan, Polisi Bonyok Dikeroyok Pemain Futsal

BALIKPAPAN  - Seorang anggota polisi dari Satuan Sabhara Polres Balikpapan terpaksa dilarikan ke…

Kamis, 23 November 2017 08:57

Lapas Baru dalam Pembenahan

BALIKPAPAN  -  Dari 12 kamar sel yang berada di gedung baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)…

Kamis, 23 November 2017 08:57

Jukir Nyambi Kurir Sabu

BALIKPAPAN  -  Merasa tak cukup penghasilannya sebagai tukang parkir, Achmed Chaidir (41)…

Kamis, 23 November 2017 08:55

Tukang Servis Curi Alat Elektronik

BALIKPAPAN  -  Kepandaian membongkar pasang dan memperbaiki peralatan elektronik menghantarkan…

Kamis, 23 November 2017 08:51

Diskusi Para Nenek Pikun

Tiga orang nenek sedang berdiskusi tentang masa tua mereka. Nenek pertama berkata, “Kadang-kadang…

Rabu, 22 November 2017 09:36

P Dicopot sebagai Presiden GGI

BALIKPAPAN  -  Tertangkapnya pelaku kekerasan seksual berinisial P membuat sejumlah pihak…

Rabu, 22 November 2017 09:32

Saat SMP Suka Bergaul sama Wanita

SIAPA   yang tidak kenal P? Alumnus salah satu SMP negeri di Balikpapan ini dikenal paling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .