MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 20 Oktober 2017 09:24
Sidak Alat Timbang Pasar Tradisional

Banyak Kecurangan, Perlu Dibentuk UPT Metrologi

SIDAK PASAR: Bupati Yusran Aspar bersama Ketua DPRD H Nanang Ali, Kapolres AKBP Teddy Ristiawan, asisten dan kepala dinas saat sidak di Pasar Baru Nenang. Bupati berdialog dengan pedagang soal harga-harga komoditas pangan.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro, Menengah, Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) H Rusli mengakui hingga saat ini di Kabupaten PPU belum terbentuk UPT Metrologi yang bertugas secara khusus mengawasi aktivitas perdagangan yang menggunakan alat timbang.

Pihaknya mengatakan, sejauh ini dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas perdagangan di pasar-pasar tradisional yang menggunakan timbangan belum berjalan maksimal.

“Kita berharap di Kabupaten PPU ini sudah terbentuk UPT Metrologi, sehingga saat melakukan pengawasan di pasar-pasar tradisional, swalayan, supermaket, SPBU-SPBU di wilayah ini bisa melibatkan petugas UPT Metrologi.

Karena petugas UPT Metrologi mempunyai alat tera (alat ukur). Di Balikpapan sudah ada UPT Metrologi, jadi kita minta bantuan petugasnya turun ke Penajam,” ujar Rusli kepada pers di Kantor Bupati, baru-baru ini.

Lebih lanjut Rusli menyebutkan, dalam melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional wilayah Kecamatan Waru dan Babulu banyak ditemukan pedagang yang menggunakan alat timbangan tidak sesuai ketentuan.

“Saat kami turun pemeriksaan di pasar tradisional di dua wilayah Waru dan Babulu kami temukan ada sekitar 163 pedagang yang pakai alat timbangan tidak sesuai ukuran. Ini jelas nggak boleh, kancurang namanya, karena merugikan konsumen,” tegas Rusli.

Pihaknya menambahkan, pengawasan langsung yang dilakukan itu baru di dua pasar tradisional, Waru dan Babulu, belum menyasar sampai ke Penajam dan Sepaku.

“Rencananya kami sidak sampai pasar-pasar tradisional Penajam dan Sepaku. Kami yakin ada dugaan kecurangan timbangan yang dilakukan pedagang. Cuma kami belum turun, karena kendala anggaran operasional yang terbatas,” tutup Rusli. (pam/rus)       

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .