MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Selasa, 14 November 2017 08:28
Kebutuhan Depo Kontainer Mendesak

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Terbatasnya lapangan penumpukan komersial turun membebani Terminal Petikemas Kariangau yang dikelola PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Sebab sebagian besar pengguna jasa masih memanfaatkan lapangan penumpukan miliknya untuk sementara waktu.

 "Di kota-kota lain seperti Makassar atau Jakarta keberadaan perusahaan depo (kontainer) jumlahnya cukup banyak sehingga kontainer yang masuk ke pelabuhan segera menempati depo tempat tanpa berlama-lama di terminal. Namun, di Balikpapan ini hanya ada satu perusahaan depo dan kapasitasnya tidak besar," kata Direktur Utama PT KKT M Basir dijumpai di kantornya, baru-baru ini. Luas lahan satu depo yang dimaksud hanya setengah hektare. Sementara area penumpukan miliknya seluas 6 hektare.

 Dia menjelaskan, sesuai peraturan kepelabuhan, kontainer hanya boleh masuk maksimal lima hari sebelum jadwal kedatangan kapal. Pun begitu sebaliknya.

 Adapun lapangan penumpukan miliknya, bersifat sementara untuk layanan bongkar muat. Itu sebabnya tarif yang dibebankan tidak terlalu mahal. Hanya Rp 16 ribu untuk lima hari pertama. Berikutnya dipatok Rp 16 ribu per hari. Jumlah itu sudah termasuk biaya asuransi jika terjadi kehilangan. Walhasil, dengan banyaknya kontainer yang memanfaatkan lapangan penumpukan, membuat kesan tidak ekonomis.

 Lebih lanjut dia menerangkan, idealnya, jumlah perusahaan depo kontainer di Balikpapan diperbanyak. Apalagi frekuensi kapal yang datang dan berangkat melalui TPK semakin tinggi.

 Selama tiga bulan terakhir sejak Agustus misalnya, produksi handling (troughput)  tumbuh 41 persen menyusul dibukanya pelayaran transhipment rute Jakarta-Surabaya-Balikpapan-Bitung pulang pergi mengangkut barang logistik dengan volume lebih besar. Dari rata-rata 12 ribu box per bulan kini menjadi 17 ribu per bulan. "Ini baru ujicoba. Selanjutnya, volume angkut kapal akan meningkat, bisa 1.500 hingga 2 ribu TEUs (Twenty Foot Equivalent Units, Red)," lanjutnya

 Disebutkan, dalam periode uji coba, volume angkut layanan transhipment sebanyak 1.000 TEUs dari kapasitas angkut 3.500 TEUs. Dengan frekuensi dua kali dalam sepekan. Dari jumlah itu 20 persen di antaranya turun di TPK. Selama ini, kapal yang masuk ke TPK hanya mengangkut 400 hingga 500 TEUs. Paling banyak 900 hingga 1.000 TEUs. Transhipment pun diklaim sukses memberi menekan biaya logistik karena berdaya angkut lebih besar dan frekuensi yang rutin.

 Selain mencatatkan peningkatan produksi, layanan tersebut juga membuka konektivitas ke pelabuhan lain menggunakan kapal feeder. Berupa kapal berukuran kecil yang mengangkut barang dari daerah-daerah menuju pelabuhan utama atau hub yang notabene dilalui kapal berukuran besar atau sebaliknya. Utamanya yang tidak dilalui program transhipment. Seperti ke Banjarmasin, Toli Toli, Makassar, Ambon dan Ternate.

 Walhasil, transhipment kian mengokohkan TPK sebagai pelabuhan utama bagi daerah lain. (dra)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 00:59

Selama Sembilan Hari, Lion Tambah Penerbangan ke Tarakan

BALIKPAPAN  -   Menyusul digelarnya Indonesia City Expo 2018 dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:58

Kenaikan Harga Empat Komoditas Awet

BALIKPAPAN   -   Setelah sempat mendekati harga normal, Jumat (20/7), harga tomat…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:57

Penjualan Aset Tak Selesaikan Masalah Keuangan Pertamina

JAKARTA  - Seribuan pekerja PT Pertamina (Persero) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:56

Musim Haji, Operator Seluler Beri Kemudahan

BALIKPAPAN  -   Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah operator berlomba menawarkan…

Jumat, 20 Juli 2018 08:12

Katrol Kinerja, Pertamina Siap Lepas Aset Strategis

JAKARTA  –  PT Pertamina (Persero) berencana melepas beberapa aset guna meningkatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 08:11

Tahun Depan Tambah 10 Ribu Sambungan

BALIKPAPAN  -  Penetrasi jaringan gas untuk rumah tangga kian meluas. Setelah menjangkau 3.849…

Jumat, 20 Juli 2018 08:10

Ikan Asin Mengalami Kenaikan Harga

BALIKPAPAN  –  Kenaikan harga bahan bakar belakangan ini berdampak pada kenaikan komuditi…

Jumat, 20 Juli 2018 08:08

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Terganjal Kinerja Ekspor

BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5,1% - 5,5%. Gubernur BI…

Jumat, 20 Juli 2018 08:08

Cegah Kepanikan, Suku Bunga Acuan Bertahan

JAKARTA  –  Setelah menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis point (bps), Bank Indonesia…

Kamis, 19 Juli 2018 08:12

Musim Haji, Pecahan 1 Riyal Digemari

BALIKPAPAN  -  Dalam sepekan terakhir, transaksi penukaran rupiah terhadap riyal meningkat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .