MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Selasa, 14 November 2017 08:37
Sebarkan Video Berbau SARA di Grup WA, Sakim Dipolisikan

PROKAL.CO, PALEMBANG  -  Sakim Nanda Budi Setiawan dilaporkan ke aparat kepolisian karena menyebarkan video yang berisi konten SARA di sebuah grup WhatsApp. Pelapor adalah Forum Masyarakat Sumatera Selatan dan Suara Wong Kito.

Dalam laporan polisi tertanggal 13 November 2017 tersebut, para pelapor melaporkan terkait pesan berantai yang dikirim Sakim di grup WhatsApp tanpa memberikan keterangan sedikit pun pada Sabtu (11/11).

Dalam pesan itu, Sakim mengirim video yang membandingkan video cara mendidik yang ada di luar negeri dengan cara mendidik umat Islam.

"Dalam beberapa grup, terlapor mengirimkan video yang membandingkan cara mendidik umat Islam dengan yang ada di luar negeri. Di video itu, terlapor seolah membandingkan cara mendidik umat Islam yang tidak sesuai dan membuat resah masyarakat," kata Ketua Masika Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia Kota Palembang Aji Donny Meilano kepada wartawan setelah membuat laporan di SPKT Polda Sumsel, Senin (13/11).

Menurut Aji, ada semacam perbuatan yang dilakukan terlapor dan membuat situasi tidak nyaman di Sumsel, terutama cara mendidik umat Islam yang di-share. Para pelapor merasa dirugikan dan menganggap perbuatan terlapor adalah penistaan agama serta melanggar Pasal 28 ayat 2 dan/atau Pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Padahal cara-cara membandingkan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan, karena akan membuat kegaduhan dengan beredarnya video tersebut dan belum tentu kebenarannya seperti itu cara umat Islam mendidik," sambungnya.

Sementara itu, Deni Cikarif Tegar selaku koordinator pelapor yang tergabung dari Forum Masyarakat Sumatera Selatan dan Forum Wong Kito mengatakan pesan berantai yang dikirim oleh terlapor sangat merugikan umat Islam dan masyarakat Sumsel yang telah lama hidup dengan kedamaian.

"Kami minta Polda Sumsel melakukan tindakan untuk penegakan hukum. Kami kasih waktu tujuh hari untuk memproses, karena ini sangat meresahkan. Terlapor ini juga mantan anggota DPRD, seharusnya paham. Tapi jika itu tidak dilakukan, kami akan melakukan aksi besar-besaran di Sumsel," sambungnya.

Saat dimintai konfirmasi detikcom, Sakim mengaku sudah meminta maaf di dua grup yang dikirimi video, yakni grup Forum Masyarakat Sumatera Selatan dan Suara Wong Kito. Selain itu, dia mengaku tidak ada niat apa pun karena hanya ingin berbagi informasi.

"Kalau mereka sudah lapor, ya kita ikuti saja prosesnya. Menurut saya, itu hanya berbagi informasi di grup (grup WhatsApp). Saya sudah sampaikan permintaan maaf, dianggap tidak tepat dan saya dikeluarkan dari grup," ujar Sakim menanggapi laporan tersebut.

"Saya itu dapat dari grup lain dan saya bagikan ke grup (Forum Masyarakat Sumsel dan Suara Wong Kito), bukan saya yang edit video itu. Akan tetapi saya serahkan saja mekanisme kepada hukum, tidak ada tendensius apa-apa. Kalau mereka mau laporkan, saya kan tidak bisa larang," tutupnya.(dtc/vie)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 08:46

Barang Bukti Narkoba Dimusnahkan

BANJARMASIN  -  Lima tersangka peredaran gelap narkoba dan obat berbahaya (obaya) hanya bisa…

Kamis, 23 November 2017 08:43

Dua Bulan, 12 Pelaku Diamankan

TANJUNG SELOR  -  Polres Bulungan merilis hasil pengungkapan tindak kriminal yang ditangani…

Kamis, 23 November 2017 08:42

Kejari Panggil Sepuluh Orang

BALIKPAPAN  –  Dugaan penyalahgunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)…

Kamis, 23 November 2017 08:41

Kajati Fadil: Kejahatan Korupsi Masih Merajalela

BALIKPAPAN  -  Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak)  Indonesia bertemu Kepala Kejaksaan…

Kamis, 23 November 2017 08:40

43 Orang Terjaring Razia Yustisi

BALIKPAPAN  -  Razia yustisi secara gabungan kembali digelar oleh Satpol PP, TNI dan Polri,…

Kamis, 23 November 2017 08:38

Dihakimi Massa, Dua Pencuri Terkapar

SURABAYA  -  Nasib sial dialami Achmad Irawan Efendi, 34, warga Jalan Bulak Banteng Lor 1,…

Rabu, 22 November 2017 09:13

Tersandung Narkoba, 5 PNS Dipecat

SANGATTA  -  Sedikitnya sudah 5 Pegawai Negri Sipil (PNS) di Pemkab Kutai Timur yang disanksi…

Rabu, 22 November 2017 09:12

Bapak Setubuhi Anak Kandung Hampir Tiap Hari

MALANG KOTA  –  Kelakuan pria berinisial R (35) warga Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota…

Rabu, 22 November 2017 09:11

Gara-Gara Sabu, Deddy Tinggalkan Istri dan Anak

SANGATTA  -  Gara gara terlibat narkoba jenis sabu, Dedy Lumbum Tobing terpaksa harus berpisah…

Rabu, 22 November 2017 09:07

Pemkab Telusuri Dugaan Adanya Korban Pencabulan

NUNUKAN –  Kasus pencabulan yang dilakukan Presiden Green Generation (GG) Indonesia yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .