MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Selasa, 14 November 2017 09:46
Bentuk Rumah Adat Harusnya Diseminarkan

PROKAL.CO, class="m-8582642325543664990gmail-m2602077657402786465gmail-msonormal">TANA PASER -  Penggiat dan pemerhati adat Paser berharap agar Pemkab Paser menggelar seminar publik terkait bentuk rumah adat yang akan dibangun. Dengan harapan, bangunan yang nantinya jadi ikon Paser ini benar-benar mewakili masyarakat Paser. 

“Saya pribadi sebagai penggiat dan pemerhati masyarakat adat, tentunya sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang sudah pemerintah lakukan terkait dengan pembangunan rumah adat Paser. Ini merupakan harapan dan cita-cita bersama seluruh masyarakat adat Paser sejak dahulu, dan pemerintah telah mengabulkan niatan itu,” ujar salah seorang penggiat dan pemerhati adat Kabupaten Paser, Sukran Amin, Senin (13/11). 

Terkait dengan polemik yang terjadi di tengah masyarakat adat, sambung Amin, karena memang ada beberapa proses yang tertinggal dalam rencana pembangunan ini. Memang pernah ada rapat intern masyarakat adat terkait bentuk gambar rumah adat itu. Namun, ada beberapa poin penting setelah rapat intern itu yang tidak dilaksanakan, sehingga menimbulkan polemik. Misalnya, tidak adanya proses seminar publik hasil gambar atau bentuk bangunan oleh konsultan kepada pihak pemerintah, tokoh-tokoh adat, dan lembaga-lembaga pemerhati. Sehingga bentuk rumah adat masih belum sepenuhnya disepakati. 

“Ada yang hilang dari proses pembangunan rumah adat ini, yakni proses adat itu sendiri. Di mana dalam peletakan tiang atau batu pertama, tidak dilakukan ritual adat budaya seperti yang biasa masyarakat adat Paser lakukan dalam setiap pembangunan rumah atau bangunan. Sehingga makna dan nilai kesakralannya itu hilang (tidak ada), dan itu yang tidak bisa diterima,” ujar Sukran Amin.

Dia berharap dalam waktu dekat, pihak konsultan melakukan seminar publik sebelum hal itu menjadi polemik yang berkepanjangan. Menurutnya, jika telah dilakukan seminar publik, maka akan ada satu kesepakatan bersama mengenai bentuk dan model bangunan. Mengingat, Paser banyak anak sub suku yang memiliki ciri bangunan tersendiri. 

“Pemerintah dengan melibatkan tokoh adat setempat agar melakukan prosesi adat sebagai pembuka pembangunan. Agar makna dari rumah adat itu sendiri tidak hilang. Mengingat yang dibangun ini adalah ikon Paser, rumah adat Paser, rumah kita bersama. Ini secepatnya harus dilakukan. Duduk bersama antarpihak untuk mencari mufakat agar tidak ada masalah di kemudian hari, sehingga proses pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan rumah adat dengan luas 45x 54 meter ini dalam perencanaannya juga berkonsultasi dengan sejumlah tokoh-tokoh adat yang ada di wilayah Kabupaten Paser. Pada perencanaan itulah disepakati bahwa bangunan rumah adat Paser dibangun secara permanen atau menggunakan beton, bukan lagi dari kayu. 

“Kami bersama tokoh adat telah menyepakati menggunakan konstruksi beton. Selain bertujuan agar bangunan dapat lebih kokoh dan awet, sulitnya mendapatkan bahan kayu juga menjadi alasan pemilihan beton tersebut. Terlebih lagi diameter kayu haruslah besar,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, dan Tata Ruang (DBMPTR) Paser, Bachtiar Effendi.

Meskipun konstruksi bangunannya menggunakan beton, Bachtiar mengungkapkan, tidak akan mengesampingkan unsur adat dalam setiap sentuhan bangunannya. Baik simbol maupun motif-motif asli adat Paser, tetap akan dituangkan pada setiap sudut bangunan. Sehingga masyarakat Paser dapat merasakan memiliki rumah adat sendiri.

“Motif serta warna-warna cat bangunan akan kita sesuaikan dengan adat Paser. Dari beberapa bangunan adat yang kami lihat di beberapa daerah, juga pada umumnya dibangun dengan beton,” ujar Bachtiar. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:43

KPU Paser Bagi 4 Zona Kampanye

TANA PASER  -  Memasuki tahapan kampanye pasangan calon (Paslon) Pemilihan Gubernur dan Wakil…

Rabu, 21 Februari 2018 09:36

Yusran Pertimbangkan Jadi Jurkam

PENAJAM   -  Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar masih mempertimbangkan jika ditunjuk…

Rabu, 21 Februari 2018 09:35

Hutan Mangrove Teluk Adang dan Teluk Apar Berubah Jadi APL

TANA PASER  –   Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim teknis yang terdiri…

Rabu, 21 Februari 2018 09:34

Defisit, Dana HUT PPU Minim

PENAJAM  -  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Kabupaten Penajam Paser…

Rabu, 21 Februari 2018 09:33

IOF Paser Ingin Bantu Pemerintah

TANA PASER  –  Penggemar dan pecinta offroad, kompetisi, rekreasi dan sosial kemasyarakatan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:13

Kasus Narkoba Makin Marak

TANA PASER  –  Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres beserta satuan lainnya…

Selasa, 20 Februari 2018 10:09

14 Personel Polres Dapat Reward

TANA PASER  –  Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra kembali memberikan reward kepada…

Selasa, 20 Februari 2018 10:08

Cabai Diserang Hama Patek, Terancam Gagal Panen

PENAJAM  -  Petani di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara…

Selasa, 20 Februari 2018 10:04

14 Desa Masuk Kawasan Cagar Alam

Dari 139 desa definitif yang ada di Kabupaten Paser, ternyata 30 desa di antaranya masuk dalam kawasan…

Selasa, 20 Februari 2018 10:03

Kejari dan DPRD Teken Kerjasama Bidang Hukum

PENAJAM  -  DPRD Penajam Paser Utara (PPU) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam membuat kesepakatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .