MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Kamis, 16 November 2017 08:06
Sempat Ditangkap di Balikpapan, Nenek Ini Beraksi Lagi di Paser

Nenek Cawang dan Enam Anak Penjual Kalender

EKSPLOITASI: Nenek Cawang saat diamankan Satpol PP Balikpapan, Senin (13/11) lalu. Dan kemarin (15/11) nenek Cawang dan 6 anak penjual kalender diamankan Satpol PP Paser, serta mendapatkan pembinaan dari DPPKBP3A Paser.

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Sedikitnya enam pekerja anak yang belakangan diketahui berasal dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser. Keenam anak itu tidak sendiri. Ada tiga orang dewasa yang mendampinginya. Mereka ditemukan saat menawarkan kalender di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanah Grogot, Rabu (15/11) sekira pukul 09.00 Wita.

Kasi Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Paser Nur Alam mengungkapkan, keenam anak tersebut bernama Sartiwi (11), Nisa (10), Sherli alias Mantan (10), Irvan (7), Sahril, dan Annisa (14). Keenamnya datang ke Tanah Grogot dengan tiga orang dewasa lainnya, yaitu  Basse Dg Cawang, Suardi, dan Nasir pada Selasa (14/11) lalu. Selama di Tanah Grogot, mereka tinggal di Jalan Merpati Desa Senaken.

“Dari keterangan anak-anak itu diketahui, tiga dari enam orang anak itu merupakan cucu kandung dari nenek Cawang. Tapi saat dikonfirmasi penyidik, Cawang dan dua orang dewasa lainnya tidak mengaku membawa anak-anak tersebut untuk bekerja di Tanah Grogot. Melainkan kehendak anak-anak itu sendiri,” ujar Cawang yang Senin (13/11) lalu juga ditangkap Satpol PP Balikpapan.

Dikatakan Nur Alam, pihaknya meminta kepada Cawang, Suardi, dan Nasir untuk segera mengembalikan keenam anak tersebut ke Jeneponto. Diketahui keenam anak tersebut diminta menjual kalender dari Yayasan Al-Fajar, Makassar. Satu kalender dihargai Rp 15 ribu. Dari hasil menjual kalender itu, anak-anak dapat mengambil untung Rp 5 ribu.

“Saat kami hubungi pihak yayasan, mengaku hanya mempekerjakan empat orang dewasa untuk menjual kalender ke Kalimantan. Juga dapat dipastikan bahwa anak-anak tersebut memang sengaja diajak nenek Cawang agar dapat meraup untung lebih banyak,” ungkapnya.

Di bagian lain, Kasi Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Paser Rusnawati mengungkapkan, kasus tersebut masuk dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Terlebih lagi, keenam anak tersebut tidak mengenyam pendidikan yang setara dengan anak-anak seusia mereka.

“Hal ini sangat miris. Anak-anak ini semuanya putus sekolah dan malah bekerja hingga keluar pulau. Padahal, seharusnya mereka dapat belajar dan bermain dengan teman-teman sesebayanya,” ucapnya.

Sebelum tertangkap di Paser, ternyata nenek Cawang dan anak-anak penjual kalender ditangkap Satpol PP Balikpapan Senin (13/11) lalu. Hanya saja, selain menjual kalender, mereka juga meminta-minta uang alias mengemis. “Kami amankan mereka saat melakukan aktivitas mengemis di wilayah Balikpapan Kota. Modusnya dengan menjual kalender. Tapi, kami sudah menyelidiki bahwa mereka ini ada yang mengoordinasi,” terang Kabid Tibum dan Tranmas Subardiyono, kemarin.

Nenek Cawang diamankan saat kedapatan mengemis dengan modus menjual ayat suci dan kalender di kawasan Lapangan Merdeka Balikpapan. Dari hasil pemeriksaan petugas, Cawang mengungkapkan kalau dia mengoordinasi 11 orang pengemis maupun penjual kalender. Kesemuanya merupakan anak di bawah umur dan sudah tidak bersekolah lagi.

 Saat itu oleh Satpol PP Balikpapan, Cawang dan anak-anak tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi dengan menggunakan biaya sendiri.

 “Mereka juga sudah kita data serta lakukan pemeriksaan. Selanjutnya kita akan pulangkan ke kampung asalnya. Jika nanti kembali kedapatan seperti ini, tindakan lebih tegas akan kita berikan,” tandasnya.

 Entah kenapa ucapan Satpol PP Balikpapan tidak menjadi kenyataan. Buktinya dua hari setelahnya, nenek Cawang dan anak-anak tersebut justru sudah berada di Kabupaten Paser. (ian/pri/cal/k1)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:31

Enam Desa dan Satu Kelurahan Terendam Banjir

TANA PASER  –  Bencana banjir yang merendam 6 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Long…

Senin, 11 Desember 2017 09:27

JANJI YA...Satpol PP Tertibkan WTS di Sepaku

PENAJAM  -  Keberadaan warung remang-remang di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten…

Senin, 11 Desember 2017 09:27

Serapan APBD Triwulan III Masih Rendah

TANA PASER   -  Serapan Anggaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser triwulan III masih…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Dudy Komandan yang Low Profil

Kurang lebih 8 bulan AKBP Dudy Iskandar bertugas di Bumi Daya Taka sebagai Kapolres Paser, Kini…

Senin, 11 Desember 2017 09:23

Anak Baru Lahir Langsung Punya Akta

TANA PASER  –   Ibu-ibu yang melahirkan kini bisa langsung mendapat akta kelahiran bayinya…

Senin, 11 Desember 2017 09:14

Banjir di Penajam Paser Utara

PENAJAM  -  Hujan deras mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak hanya merendam permukiman…

Senin, 11 Desember 2017 09:11

Panwaslu Gaet Pemilih Pemula Mengawasi Pilbup

PENAJAM  -  Panwaslu Penajam Paser Utara (PPU) menggaet kalangan pelajar untuk berpartisipasi…

Senin, 11 Desember 2017 09:11

278 KK di Labangka Terdampak Banjir

PENAJAM  -  Bencana banjir kembali melanda Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam…

Sabtu, 09 Desember 2017 07:04

Inspektorat Diminta Verifikasi Faktual

PENAJAM  -  Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta inspektorat untuk mengaudit dana…

Sabtu, 09 Desember 2017 07:03

PPU Masuk Nominasi KASN Award

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam nominasi Komisi Aparatur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .