MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BALIKPAPAN

Jumat, 17 November 2017 09:18
KKP Bantu Alat Tangkap 120 Nelayan

Permudah Peralihan agar Tak Menggunakan Dogol

ALIHKAN ALAT TANGKAP: Nelayan Balikpapan dipastikan mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –   Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan mendapatkan bantuan berupa alat tangkap nelayan baru dari pemerintah pusat. Alat tersebut pengganti alat tangkap dogol yang selama dipakai nelayan.

Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto memberkan ada 120 nelayan yang bakal mendapat alat tangkap baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut. “Ini nelayan yang sudah mendaftar akan mendapatkan alat tangkap baru," ujar Yosmianto kepada Balikpnpan Pos, kemarin (16/11).

Ia mengaku, saat ini zona tangkap ikan nelayan mulai berkurang akibat cuaca yang kurang baik serta kerusakan karang di wilayah perairan Balikpapan.

“Untuk menangkap ikan, nelayan sekarang harus melaut lebih jauh, zona tangkap memang makin jauh. Selain rusaknya karang, padatnya lalu lintas laut di perairan Balikpapan juga jadi sebab populasi ikan kian sedikit," sebutnya.

Dijelaskan, ada tiga jenis alat tangkap yang akan dibagikan kepada nelayan. Nantinya, nelayan akan diminta memilih sesuai dengan kebutuhan. Namun pembagian alat tangkap ini belum bisa langusng dilakukan dalam waktu dekat. Yosmianto menyebut masih menunggu semua alat tangkap tiba di Balikpapan.

“Jadi nanti mereka tukar alat tangkap dogol dan alat tangkap lain yang dilarang dengan alat tangkap yang baru dari KKP. Nanti pembagiannya dilakukan secara bertahap,” sambung Yosmianto.

Dia menyebut, larangan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) termasuk dogol. 

Disinggung soal kebutuhan ikan di Balikpapan, Yosmianto mengaku belum ada data valid soal itu. Yang jelas, selama ini selain mengandalkan pasokan dari nelayan Balikpapan, ikan di pasaran juga dipasok dari kota sekitar seperti Bontang dan Samarinda.

“Kalau stok mulai berkurang, biasanya juga didatangkan dari Mamuju Sulawesi Barat,” tutupnya. (tur/rus)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 08:01

Januari 2019, Beje-Beje Jadi KTL

BALIKPAPAN  -  Jalan MT Haryono Dalam atau kerap disebut kawasan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:59

Perbaikan TPS Harus Usulan Warga

BALIKPAPAN  -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan perbaikan sarana…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:58

Jalan Dua RT di Lamaru Disemenisasi

BALIKPAPAN  -   Peningkatan infrastruktur jalan terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:58

Perbaikan Drainase Depan STIMIK Pakai Bankeu Provinsi

BALIKPAPAN  -   Agar aliran air di drainase lancar maka…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:57

Senam Lansia di Kampung KB

BALIKPAPAN  -  Usia senja tak berarti harus tidur-tiduran atau malas-malasan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:56

INGAT..!! Satu KTP untuk Satu Tabung

BALIKPAPAN -  Warga Balikpapan Barat mengeluh karena langkanya keberadaan tabung…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:55

Pelatihan untuk Pengurus Masjid di Balbar

BALIKPAPAN  - Pe­latihanfardu kifayah merupakan upaya meningkatkan kemampuan war­ga…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:54

Sosialisasi BIAS dan Kampanye Lanjutan MR

BALIKPAPAN  -  Pembahasan mengenai program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)…

Jumat, 14 Desember 2018 08:48

Harga Ikan Stabil, Bisa Naik Jelang Tahun Baru

BALIKPAPAN   –   Dua minggu jelang tahun baru, harga ikan…

Jumat, 14 Desember 2018 08:44

Terganggu Keberadaan TPS di Depan Sekolah

BALIKPAPAN  –  Keberadaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .