MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 09:28
Awas! Jilbab Bermotif Tak Senonoh Beredar

MUI Diminta Segera Lakukan Penelitian

DIKAJI: Motif Cupid yang terdapat pada jilbab yang dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh dan dilarang dalam aturan Islam. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, penutup aurat wanita  itu dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat. Sepintas seperti tidak ada yang aneh dengan motifnya, bunga-bunga cantik berbagai warna. Namun di tengah bunga terselip gambar sosok bayi tanpa busana yang biasa disebut Cupid. Biasanya gambar seperti itu ada pada lukisan bertema Renaisans. Lantas bagaimana mungkin kini ada pada atribut umat muslim?

Balikpapan Pos mengonfirmasi Cadio Tarompo, seorang seniman lukis dam sketser Balikpapan. Menurutnya, ada kejanggalan dalam motif tersebut. Motif bidadari berwujud bayi tanpa busana yang kerap disebut cupid ini tidak senada. "Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," ungkapnya pada Sabtu (18/11).

Menurutnyak, jenis gambar seperti pada motif jilbab ini belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksalan dan dibiasakan.

Ia menjelaskan, gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan oada gordenk seprai, atai hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan. "Malah seperti motif gereja masa renaisance. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya.

Seorang Ustadz, Ahmad Rosyidi mengatakan, gambar sejenis ini memang kerap ditemukan pada banyak atribut muslim seperti pakaian dan sajadah. "Umat Islam sebaiknya menghindari pemakaiam motif yang mengarah pada sebuah pelecehan," pesannya.

Lebih lanjut ia menyerukan, baiknya umat muslim yang menemukan motif tersebut segera menyampaikan pada MUI untuk dikaji agar dapat diantisipasi. "Ya menurut saya dengan moti ini ada pada jolbab terlihat ada unsur kesengajaan. Sebaiknya MUI mengadakan penelitian terhadap hal serupa," tandasnya. (cha/yud)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:32

Ketua DPRD Jambi Tuding F-PDIP

JAKARTA  -  Ketua DPRD Jambi, Cornelis Buston menuding Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Jumat, 21 September 2018 08:30

SEREMMM..!! Warga Gunung Empat Diteror Kuyang

BALIKPAPAN  -   Sudah lima malam warga kawasan Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan…

Jumat, 21 September 2018 08:28

Kuyang Tergolong Ilmu Hitam, Sedot Darah Bayi

KEBERADAAN sosok kuyang di wilayah Gunung Empat, Balikpapan Barat, yang menjadi viral di media sosial…

Jumat, 21 September 2018 08:27

Teller Penilep Uang Nasabah BRI Dicokok

KASNA  Gustianah (26) masih tergolong teller junior di tempat kerjanya, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

Jumat, 21 September 2018 08:25

Blangko SIM Sudah Tersedia

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Balikpapan, tak perlu lagi resah…

Jumat, 21 September 2018 08:24
Hukuman yang Pantas bagi Predator Anak

Setuju Ngga Nih..?? “Burung” Pandu "Si Penyodomi Bocah" Layak Dikebiri

BALIKPAPAN  -   Rencana banding atas putusan hakim yang memvonis Pandu Dharma Wicaksono kurungan…

Jumat, 21 September 2018 08:21

Asyik Main Bola, Gundul Diciduk Polisi

BALIKPAPAN  -  Unit Opsnal Polsek Balikpapan Barat melakukan penangkapan terhadap Bahar alias…

Kamis, 20 September 2018 08:17

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Pelaku Sodomi Ini Banding

BALIKPAPAN  -   Tokoh pemuda yang namanya sempat harum sampai tingkat nasional, Pandu…

Kamis, 20 September 2018 08:14

La Yappe Bisa Dijerat Pembunuhan Berencana

BALIKPAPAN  -  Penyidik akhirnya melakukan prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .