MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 09:28
Awas! Jilbab Bermotif Tak Senonoh Beredar

MUI Diminta Segera Lakukan Penelitian

DIKAJI: Motif Cupid yang terdapat pada jilbab yang dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh dan dilarang dalam aturan Islam. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, penutup aurat wanita  itu dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat. Sepintas seperti tidak ada yang aneh dengan motifnya, bunga-bunga cantik berbagai warna. Namun di tengah bunga terselip gambar sosok bayi tanpa busana yang biasa disebut Cupid. Biasanya gambar seperti itu ada pada lukisan bertema Renaisans. Lantas bagaimana mungkin kini ada pada atribut umat muslim?

Balikpapan Pos mengonfirmasi Cadio Tarompo, seorang seniman lukis dam sketser Balikpapan. Menurutnya, ada kejanggalan dalam motif tersebut. Motif bidadari berwujud bayi tanpa busana yang kerap disebut cupid ini tidak senada. "Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," ungkapnya pada Sabtu (18/11).

Menurutnyak, jenis gambar seperti pada motif jilbab ini belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksalan dan dibiasakan.

Ia menjelaskan, gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan oada gordenk seprai, atai hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan. "Malah seperti motif gereja masa renaisance. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya.

Seorang Ustadz, Ahmad Rosyidi mengatakan, gambar sejenis ini memang kerap ditemukan pada banyak atribut muslim seperti pakaian dan sajadah. "Umat Islam sebaiknya menghindari pemakaiam motif yang mengarah pada sebuah pelecehan," pesannya.

Lebih lanjut ia menyerukan, baiknya umat muslim yang menemukan motif tersebut segera menyampaikan pada MUI untuk dikaji agar dapat diantisipasi. "Ya menurut saya dengan moti ini ada pada jolbab terlihat ada unsur kesengajaan. Sebaiknya MUI mengadakan penelitian terhadap hal serupa," tandasnya. (cha/yud)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 10:24

Dua Kali Berkas P Dikembalikan

BALIKPAPAN - Kasus sodomi yang diduga dilakukan P, tokoh pemuda yang punya segudang prestasi dan mantan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:21

Bukan Superman

BALIKPAPAN - Debut perdana Persiba Balikpapan di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 dilalui dengan menelan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:16

Awas, Sindikat Anak Berkeliaran

BALIKPAPAN - Akhir-akhir ini di Balikpapan marak pedagang asongan yang memperkerjakan anak sebagai penjualnya.…

Minggu, 25 Februari 2018 10:13

Bungkus Sabu Pakai Ban Dalam

TARAKAN - Bandara Juwata Tarakan harus mendapat perhatian serius aparat keamanan maupun institusi terkait.…

Minggu, 25 Februari 2018 10:11

Lima Kali Kotak Amal Digasak Maling

BALIKPAPAN - Musala Al-Barokah di Jalan Mulawarman, Gang Slamet Riyadi, RT 12, Balikpapan Timur, kerap…

Minggu, 25 Februari 2018 10:07

Anjing Pitbull Dibui

BONTANG - Anjing jenis pitbull milik warga Jalan Cendana, HOP I, RT 20, Kelurahan Satimpo, diserahkan…

Minggu, 25 Februari 2018 10:03

Raja Jalanan

HARIMAU, wanita cantik, dan uang sedang berdebat, siapakah di antara mereka yang patut disebut maha…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:20
Teror Kepada Ulama

JANGAN PANIK..!! Masih Ada TNI-Polri, Kaltim Masih Kondusif

BALIKPAPAN  -  Masjid At-Taqwa di Jalan Jenderal Sudirman kemarin (23/2) dipenuhi personel…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:18

Menjawab Keraguan

BALIKPAPAN  -   Piala Gubernur Kaltim (PGK) II resmi bergulir. Empat tim di Grup B akan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:11

Diduga Bawa Tiga Ton Sabu

APARAT  Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menangkap kapal ikan Win Long…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .