MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 09:28
Awas! Jilbab Bermotif Tak Senonoh Beredar

MUI Diminta Segera Lakukan Penelitian

DIKAJI: Motif Cupid yang terdapat pada jilbab yang dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh dan dilarang dalam aturan Islam. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, penutup aurat wanita  itu dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat. Sepintas seperti tidak ada yang aneh dengan motifnya, bunga-bunga cantik berbagai warna. Namun di tengah bunga terselip gambar sosok bayi tanpa busana yang biasa disebut Cupid. Biasanya gambar seperti itu ada pada lukisan bertema Renaisans. Lantas bagaimana mungkin kini ada pada atribut umat muslim?

Balikpapan Pos mengonfirmasi Cadio Tarompo, seorang seniman lukis dam sketser Balikpapan. Menurutnya, ada kejanggalan dalam motif tersebut. Motif bidadari berwujud bayi tanpa busana yang kerap disebut cupid ini tidak senada. "Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," ungkapnya pada Sabtu (18/11).

Menurutnyak, jenis gambar seperti pada motif jilbab ini belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksalan dan dibiasakan.

Ia menjelaskan, gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan oada gordenk seprai, atai hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan. "Malah seperti motif gereja masa renaisance. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya.

Seorang Ustadz, Ahmad Rosyidi mengatakan, gambar sejenis ini memang kerap ditemukan pada banyak atribut muslim seperti pakaian dan sajadah. "Umat Islam sebaiknya menghindari pemakaiam motif yang mengarah pada sebuah pelecehan," pesannya.

Lebih lanjut ia menyerukan, baiknya umat muslim yang menemukan motif tersebut segera menyampaikan pada MUI untuk dikaji agar dapat diantisipasi. "Ya menurut saya dengan moti ini ada pada jolbab terlihat ada unsur kesengajaan. Sebaiknya MUI mengadakan penelitian terhadap hal serupa," tandasnya. (cha/yud)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 09:06

Saat Sekarat, Difoto Tiga Murid SD

BALIKPAPAN  -  Tiga murid SD, Ag (12) bersama dua rekannya ZY (9) dan An (9), tampak pucat…

Selasa, 12 Desember 2017 08:59

Berita Pemeriksaan Jadi Satu Berkas

BALIKPAPAN  -  Polda Kaltim masih berusaha merampungkan tiga berkas pemeriksaan korban asusila…

Selasa, 12 Desember 2017 08:59

Hujan Lebat Akibat “Break Monsoon”

JAKARTA  -  Hujan dengan curah tinggi hingga sangat lebat diprediksi bakal terjadi dalam beberapa…

Selasa, 12 Desember 2017 08:58

Polri Awasi Potensi Tersendatnya Distribusi Pangan

JAKARTA  -  Perayaan Natal dan tahun baru selalu lekat dengan kenaikan harga pangan. Namun,…

Selasa, 12 Desember 2017 08:57

18 Kendaraan Diangkut ke Polsek Barat

BALIKPAPAN  -  Operasi Cipta Kondisi semakin digencarkan oleh jajaran kepolisian, terlebih…

Selasa, 12 Desember 2017 08:55

Awas! Kasus Gendam Mengintai

BALIKPAPAN  -  Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman mengatakan, jelang perayaan…

Selasa, 12 Desember 2017 08:54

Dua Residivis Curanmor Dibekuk

BALIKPAPAN  -  Bukannya jera setelah merasakan dinginnya sel penjara, dua penjahat bertubuh…

Selasa, 12 Desember 2017 08:52

GAWAT !!! Sungai Pasar Baru Kembali Tercemar

BALIKPAPAN   -  Belum lagi terungkap siapa pelaku yang membuang limbah minyak, Sungai Pasar…

Selasa, 12 Desember 2017 08:49

Efisiensi

Pada suatu hari, ada wartawan yang sedang mewawancarai para pengunjung sebuah toko CD (celana dalam).…

Senin, 11 Desember 2017 09:47

Sindikat Penipu Penumpang Angkot Dicokok Jatanras Polda

BALIKPAPAN  -  Penumpang angkutan kota (angkot) bisa bernapas lega karena personel Jatanras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .