MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 19 November 2017 09:28
Awas! Jilbab Bermotif Tak Senonoh Beredar

MUI Diminta Segera Lakukan Penelitian

DIKAJI: Motif Cupid yang terdapat pada jilbab yang dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat Kota Beriman sedang dihebohkan dengan dijualnya jilbab bermotif tak senonoh dan dilarang dalam aturan Islam. Informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, penutup aurat wanita  itu dijual di salah satu kios di Balikpapan Barat. Sepintas seperti tidak ada yang aneh dengan motifnya, bunga-bunga cantik berbagai warna. Namun di tengah bunga terselip gambar sosok bayi tanpa busana yang biasa disebut Cupid. Biasanya gambar seperti itu ada pada lukisan bertema Renaisans. Lantas bagaimana mungkin kini ada pada atribut umat muslim?

Balikpapan Pos mengonfirmasi Cadio Tarompo, seorang seniman lukis dam sketser Balikpapan. Menurutnya, ada kejanggalan dalam motif tersebut. Motif bidadari berwujud bayi tanpa busana yang kerap disebut cupid ini tidak senada. "Jika saya lihat gambar kontras antara bunga dan gambar dengan gaya Renaisans. Seperti dipaksakan untuk berdampingan," ungkapnya pada Sabtu (18/11).

Menurutnyak, jenis gambar seperti pada motif jilbab ini belum pernah ia temukan. Ada kemungkinan motif yang kurang senonoh di balik gambar tersebut seolah-olah dipaksalan dan dibiasakan.

Ia menjelaskan, gambar tersebut adalah gambar dekorasi yang merupakan hiasan biasanya memang ditemukan oada gordenk seprai, atai hiasan pakaian. Namun untuk jilbab, motif sangat dipaksakan. "Malah seperti motif gereja masa renaisance. Biasanya di kaca, lukisan," imbuhnya.

Seorang Ustadz, Ahmad Rosyidi mengatakan, gambar sejenis ini memang kerap ditemukan pada banyak atribut muslim seperti pakaian dan sajadah. "Umat Islam sebaiknya menghindari pemakaiam motif yang mengarah pada sebuah pelecehan," pesannya.

Lebih lanjut ia menyerukan, baiknya umat muslim yang menemukan motif tersebut segera menyampaikan pada MUI untuk dikaji agar dapat diantisipasi. "Ya menurut saya dengan moti ini ada pada jolbab terlihat ada unsur kesengajaan. Sebaiknya MUI mengadakan penelitian terhadap hal serupa," tandasnya. (cha/yud)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 08:16

PEMBUNUH KAKEK MUDORI DICIDUK

BALIKPAPAN  –  Kasus pembunuhan kakek Achmad Mudori (65) yang tewas…

Rabu, 14 November 2018 08:13

Perwali Warnet Bakal Direvisi

BALIKPAPAN  –  Kasus penjambretan yang dilakukan anak baru gede (ABG)…

Rabu, 14 November 2018 08:12

Dua Penjambret HP Ketiban Sial

BALIKPAPAN   -  Apes bagi Muhammad Isrofan alias Topan (24) dan…

Rabu, 14 November 2018 08:08

Posting Hoax, Rudi Mengaku Menyesal

BALIKPAPAN   -  Rudiyanto Simboa (37) warga Jalan Marsma R…

Rabu, 14 November 2018 08:06

Ratusan Liter CT Diamankan Tim URC

BALIKPAPAN  -   Meski akhir tahun masih lebih satu bulan lagi,…

Rabu, 14 November 2018 08:02

Bangkit usai Tertinggal

JAKARTA   -  Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Timor Leste di…

Rabu, 14 November 2018 08:00

Tanamkan Karakter dan Ketenangan

APA   yang ditampilkan Timor Leste tadi malam (13/11) memang mengejutkan.…

Selasa, 13 November 2018 08:19

Truk Mundur, Hancurkan Pagar

BALIKPAPAN  -   Entah harus berapa nyawa lagi melayang dan berapa…

Selasa, 13 November 2018 08:16

Sudah Siapkan Kejutan

 JAKARTA  –   Kekalahan dari Singapura pada laga perdana grup…

Selasa, 13 November 2018 08:13

Perwali Butuh Direvisi

BALIKPAPAN   -  Hasil jambret yang dilakukan dua anak baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .