MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Senin, 20 November 2017 09:59
Dinsos Tak Ada Anggaran Pembinaan Khusus WTS
-

PROKAL.CO, class="m3574576555262807196gmail-msonormal">TANA PASER  - Menanggapi lokasi prostitusi yang kembali tumbuh di sejumlah wilayah di Kabupaten Paser, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Amiruddin Ahmad melalui Suarni selaku  kasi Penyandang Disabilitas, Tuna Susila, dan Napza menyebutkan, pembinaan setelah penindakan sangat perlu dilakukan. Namun, sejauh ini Dinsos tidak mendapatkan anggaran khusus untuk pembinaan pada wanita tuna susila (WTS) yang terjaring razia Satpol PP.

“Selama ini tidak ada anggaran khusus untuk memberikan pembinaan kepada WTS yang tertangkap. Untuk pemulangan WTS ke kampung halaman pun kami mengambil anggaran dari penanganan rehabilitasi sosial (resos),” ujar Suarni, kemarin (19/11).

Pembinaan yang harusnya dilakukan adalah memberikan bimbingan kerohanian, pemulangan, serta memberikan keterampilan kepada para WTS. Bagi Suarni, memberikan bekal keterampilan sangat efektif membuat WTS beralih dari profesi terlarang itu. Alasan terbesar mereka menjadi WTS adalah faktor ekonomi, di mana sebagian besar dari mereka merupakan single parent.

“Namun, permasalahannya adalah Dinsos tidak bisa serta-merta mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan keterampilan. WTS itu sendiri yang memutuskan ingin dipulangkan ke kampung halaman atau tetap tinggal di Paser, mengikuti pelatihan agar dapat mengubah jalan hidupnya. Tetapi sejauh ini banyak yang memilih untuk dipulangkan,” ungkapnya.

Untuk pelatihan keterampilan, ada sejumlah kerja sama Dinsos dengan UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Samarinda. Di UPTD tersebut, para WTS dan perempuan yang mengalami masalah keluarga dikumpulkan menjadi satu untuk dibina dan berlatih keterampilan selama empat bulan.

“Tahun 2015 dan 2016 lalu, kita banyak mengantarkan WTS untuk mengikuti pelatihan keterampilan di PSKW Samarinda. WTS yang ikut serta akan mendapatkan penambahan ilmu. Selesai pelatihan, mereka juga akan diberikan peralatan sesuai dengan keterampilan yang diikutinya. Seperti oven, mikser untuk pelatihan tata boga, serta mesin jahit untuk yang mengikuti pelatihan menjahit,” jelasnya. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .