MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Rabu, 22 November 2017 10:12
Pertumbuhan Ekonomi Minus 4,79 Persen

Imbas Turunnya Harga Batu Bara

PROKAL.CO, TANA PASER  - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser mencatat, pertumbuhan ekonomi Paser terus merosot. Bahkan, hasil survei pertumbuhan ekonomi 2016, Paser minus 4,79 persen. Kepala BPS Paser Bahramsyah mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Paser bertumpu pada sektor tambang batu bara. Ketika harga batu bara mengalami penurunan, maka akan berdampak besar terhadap kestabilan pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi Paser minus 4,79 persen karena ketergantungan sektor tambang. Jika harga turun, maka akan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” papar Bahramsyah pada saat Rapat Pembahasan Pertumbuhan Ekonomi Paser 2012-2016 di pendopo kabupaten, Selasa (21/11).

Rapat yang dipandu oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Paser Aji Sayid Fatur Rahman ini, juga dihadiri Wakil Bupati Paser Mardikansyah dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Pencapaian pertumbuhan ekonomi minus 4,79 persen ini mengantarkan Paser berada di posisi terendah se-Kaltim. Perekonomian daerah ini didominasi sektor tambang batu bara. Karena berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 71,31 persen. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 12,56 persen dan sektor industri pengolahan yang hanya 4,51 persen.

“Sektor pertambangan dan penggalian di Kaltim, Paser berada di urutan keenam dengan kontribusi mencapai Rp 37,191 triliun atau 7,32 persen selama 2016,” ujar Bahramsyah.

Pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan dari sektor pertambangan dan penggalian selama tiga tahun terakhir ini, disebabkan harga batu bara terus mengalami penurunan. Sehingga berpengaruh terhadap produksi batu bara. Bahramsyah juga membeberkan bahwa sektor industri pengolahan juga mengalami penurunan, terutama industri pengolahan kelapa sawit.

Sektor konstruksi juga tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Hal ini dipengaruhi defisit anggaran yang dialami Pemkab Paser.

“Hanya sektor pertanian yang mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Tapi tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.

Melemahnya pertumbuhan ekonomi di daerah ini juga dibenarkan oleh Wakil Bupati Paser Mardikansyah. “Sekarang hotel sepi pengunjung,” ujar Mardikansyah.

Pemerintah daerah diharapkan membangun sektor industri hilir. Karena selama ini, perusahaan kelapa sawit hanya mengelola ke tahap CPO. Ke depan diharapkan industri hilir dibangun agar produk berbahan baku kelapa sawit bisa diproduksi sendiri di Paser. Begitu pula dengan komoditas lainnya harus ada industri hilirnya, sehingga Paser tak lagi mengirim barang ke daerah lain dalam bentuk bahan mentah. (kad/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .