MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Rabu, 22 November 2017 10:12
Industri Hilir Rumput Laut Perlu Dibangun di Wilayah Pesisir
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Kabupaten Paser memiliki potensi budi daya rumput laut yang cukup besar. Namun, potensi ini belum dimaksimalkan oleh warga maupun pemerintah daerah. Budi daya rumput laut cukup berkembang di Kecamatan Long Kali, khususnya di Desa Maruat. Begitu pula di Desa Muara Telake dan Desa Sebakung. Petani rumput laut di Desa Maruat telah mampu memproduksi ribuan ton.

Sementara Desa Muara Pasir, Kecamatan Tanah Grogot dan Desa Pondong Baru, Kecamatan Kuaro juga masuk dalam kawasan pengembangan budi daya rumput laut. Produksi rumput laut di daerah ini perlu sentuhan teknologi untuk menambah nilai jual. Pasalnya, selama ini rumput laut yang dihasilkan dari budi daya, hanya dijual dalam bentuk bahan baku. Karena daerah ini belum memiliki industri hilir rumput laut. Rumput laut adalah salah satu bahan baku aneka produk seperti sabun, agar-agar, atau jeli.

Untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Paser yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, diperlukan pengelolaan industri hilir. Selain menambah nilai, juga menambah tenaga kerja. Tahun depan seharusnya dibentuk induk industri, khususnya untuk wilayah pesisir.

“Presiden Jokowi telah melarang mengekspor bahan baku. Ini juga harus jadi pertimbangan untuk mengembangkan rumput laut hasil budi daya,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Paser Ardiansyah, kemarin (21/11).

Sebanyak 5 ribu lebih nelayan dan petani rumput laut di wilayah pesisir perlu dikembangkan. Industri pengolahan rumput laut perlu dibangun di Desa Maruat. Jika pengelolaan itu telah ada, maka pembudi daya rumput laut di Maruat, Muara Telake, dan Sebakung tidak lagi menjual bahan mentah untuk ke depan. Karena industri hilirnya telah ada.

“Kalau industri hilir telah ada, maka tidak ada lagi menjual bahan baku ke daerah lain,” tuturnya. (kad/cal/k1)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:31

Enam Desa dan Satu Kelurahan Terendam Banjir

TANA PASER  –  Bencana banjir yang merendam 6 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Long…

Senin, 11 Desember 2017 09:27

JANJI YA...Satpol PP Tertibkan WTS di Sepaku

PENAJAM  -  Keberadaan warung remang-remang di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten…

Senin, 11 Desember 2017 09:27

Serapan APBD Triwulan III Masih Rendah

TANA PASER   -  Serapan Anggaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser triwulan III masih…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Dudy Komandan yang Low Profil

Kurang lebih 8 bulan AKBP Dudy Iskandar bertugas di Bumi Daya Taka sebagai Kapolres Paser, Kini…

Senin, 11 Desember 2017 09:23

Anak Baru Lahir Langsung Punya Akta

TANA PASER  –   Ibu-ibu yang melahirkan kini bisa langsung mendapat akta kelahiran bayinya…

Senin, 11 Desember 2017 09:14

Banjir di Penajam Paser Utara

PENAJAM  -  Hujan deras mengguyur Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak hanya merendam permukiman…

Senin, 11 Desember 2017 09:11

Panwaslu Gaet Pemilih Pemula Mengawasi Pilbup

PENAJAM  -  Panwaslu Penajam Paser Utara (PPU) menggaet kalangan pelajar untuk berpartisipasi…

Senin, 11 Desember 2017 09:11

278 KK di Labangka Terdampak Banjir

PENAJAM  -  Bencana banjir kembali melanda Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam…

Sabtu, 09 Desember 2017 07:04

Inspektorat Diminta Verifikasi Faktual

PENAJAM  -  Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) meminta inspektorat untuk mengaudit dana…

Sabtu, 09 Desember 2017 07:03

PPU Masuk Nominasi KASN Award

PENAJAM  -  Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masuk dalam nominasi Komisi Aparatur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .