MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Kamis, 23 November 2017 09:27
Nelayan Jangan Terlena
-

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Produksi ikan tangkap di Kabupaten Paser cukup rendah dibandingkan produksi ikan hasil budi daya. Berdasarkan data Dinas Perikanan Paser, produksi ikan tangkap (laut dan sungai) pada 2015 sekira 10.563,4 ton dan sekira 10.797,2 ton pada 2016. Sementara untuk data produksi ikan tangkap tahun ini hingga triwulan ketiga (Januari-September) sebanyak 7.727 ton. Dinas Perikanan menargetkan produksi ikan tangkap tahun ini sebesar 10.800 ton.

Sementara untuk produksi budi daya ikan tambak dan kolam pada 2015 sebanyak 12.720,8 ton. Untuk 2016, produksi budi daya ikan mengalami peningkatan menjadi 13.5226,9 ton. Untuk data produksi budi daya ikan tahun belum bisa dibeberkan Dinas Perikanan, karena masih dalam tahap pemutakhiran data. Belasan ribu ton ikan hasil budi daya ini dihasilkan dari 8.068,5 hektare tambak dan kolam skala kecil. Jumlah pembudi daya sebanyak 8.026 orang yang tergabung dalam 424 kelompok.  

Untuk produksi ikan tangkap (laut dan darat) dihasilkan oleh 3.857 nelayan. Dengan didukung kapal motor 2.715 unit, 103 unit ketinting, kapal nelayan 10 GT 18 unit, selebihnya kapal kapasitas 3 GT ke bawah. Sementara kapal motor tempel yang beroperasi di sungai sebanyak 332 unit.

Hasil produksi perikanan tak hanya dipasarkan di daerah ini, tetapi menembus pasar Balikpapan dan Samarinda. Bahkan, ada beberapa komoditas ikan tangkap dan budi daya di ekspor ke luar negeri.

“Udang, kepiting, dan ikan kakap ada yang diekspor. Tapi untuk datanya kita tidak tahu, karena jalur ekspor melalui Balikpapan. Di sini ada cabangnya, karena ikan dari Paser dikirim ke Balikpapan. Nah, di sana (Balikpapan, Red) disortir lagi,” kata Sekretaris Dinas Perikanan Paser Syamsuddin Noor pada media ini, Rabu (22/11).

Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi ikan tangkap dan budi daya dengan memberikan beberapa bantuan. Baik itu kapal, mesin, alat tangkap, benih, pupuk, dan obat antihama untuk tambak. Selain itu, Dinas Perikanan juga memberikan bantuan alat pengolahan produk berbahan dari hasil perikanan. “Kita juga berupaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia) agar ke depan tak hanya menjual bahan mentah. Tetapi, juga bisa ditingkatkan produk olahan sehingga memiliki nilai tambah,” terang Syamsuddin.

Dinas Perikanan mendorong masyarakat pesisir untuk memanfaatkan hasil laut menjadi olahan unggulan. Syamsuddin mengaku, pihaknya telah menyosialisasikan terkait beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan menambah daya saing produk olahan. “Ikan asin yang diproduksi itu seharusnya dibuatkan kemasan agar lebih menarik. Selain itu, takaran asin harus disesuaikan selera konsumen,” terangnya.

Syamsuddin mengungkapkan, ada beberapa peluang untuk meningkatkan pendapatan nelayan, tapi selama ini tidak dilirik. Salah satunya adalah pembuatan terasi. “Terasi yang kita konsumsi setiap hari banyak dari Jawa. Padahal, potensi ikan kita di sini cukup melimpah. Tapi masyarakat kita tidak menangkap peluang itu. Yang memproduksi terasi di daerah ini hanya sedikit, itu pun belum dikemas secara baik,” tuturnya.

Selain itu, Syamsuddin mengungkapkan, kemampuan nelayan untuk menangkap ikan hanya sebatas 3 sampai 5 mil. “Banyak potensi yang belum dimanfaatkan oleh nelayan kita. Karena menganggap masih banyak alternatif lain untuk menambah pendapatan. Akhirnya mereka terlena. Nelayan dari Sulawesi dan Jawa telah mampu ke laut lepas dan mendekati Kalimantan. Sementara, nelayan kita hanya lima persen bisa menempuh tiga sampai lima mil keluar. Karena yang lain terkendala kapasitas kapal,” tandasnya. (kad/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .