MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 23 November 2017 09:41
Harga Naik Satu Persen, Bisa Akibatkan 120 Ribu Warga Jadi Miskin

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-1)

APRESIASI PELATIHAN WARTAWAN: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara saat membuka kegiatan pelatihan wartawan daerah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

PROKAL.CO, Inflasi menjadi salah satu faktor penyebab turunnya nilai mata uang. Ini karena meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga adanya ketidaklancaran distribusi barang.


HAMDAN


Di berbagai daerah, inflasi terkadang memberikan dampak terhadap peningkatan angka kemiskinan. Misal, harga beras jadi melambung. Jika kenaikan satu persen, maka penduduk yang statusnya nyaris miskin akan menjadi miskin. Setiap harga kenaikan satu persen akan mengakibatkan 120 ribu warga menjadi miskin.

“Komoditas beras menyumbang 21,8 persen terhadap kemiskinan. Mengendalikan harga pangan, jadi bisa mengatasi inflasi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Perekonomian, Iskandar Simorangkir.


Sebenarnya, inflasi terjadi bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi, belum tentu menunjukkan inflasi. Hal itu terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi.


Secara keseluruhan, inflasi relatif terkendali. Pada Oktober 2017 mencapai 0,01 persen (mom) dan 3,58 persen (yoy). Hingga Oktober 2017, inflasi mencapai 2,67 persen (ytd). Inflasi pangan mengalami tren penurunan sejak awal tahun. Tapi, sejauh ini mulai dapat dikendalikan dengan semakin intensnya koordinasi baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan pasokan. Hingga Oktober, inflasi di Kaltim mencapai 3,54 persen (yoy).

Memang pertumbuhan ekonomi hingga triwulan terakhir meningkat. Pada triwulan pertama naik 0,01 persen, lalu triwulan kedua mencapai 5,01 persen dan triwulan ketiga 5,06 persen. Dari sini, Iskandar menambahkan bisa dilihat konsumsi daya beli masyarakat.

“Karena konsumsi paling utama itu kan orang membeli barang itu. Kalau kita lihat tetap dan tidak ada penurunan, mungkin ada fenomena yang menarik memukul industri dalam negeri. Seperti saya kemukakan tadi, ada memang pola switching dari belanja offline menjadi online itu data-data dari Apindo,” jelasnya.


Tak hanya itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan, jika kurs menurun maka daya beli rupiah juga menurun. Kurs nilai berasal dari survei valuta asing. Bank Indonesia berbicara dengan perkembangan kurs dan inflasi.

“Pengendalian nilai rupiah, yakni pengendalian kurs dan inflasi. Untuk
inflasi perihal suplai peranan dan jasa. Sementara bagi pengendalian kurs, bagaimana menambah devisa artinya menambah barang ekspor. Di samping sektor wisata mengundang para turis,” ujarnya.


Di samping itu, inflasi meningkat juga dipengaruhi dengan berbagai pemberitaan di media baik online, cetak, ataupun elektronik. Misal, kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. Pemberitaan terus dibuat hingga membuat kepanikan para masyarakat. Berimbas pada permintaan semakin meningkat, akhirnya berbondong-bondong untuk mencari tabung gas 3 kg. Padahal pada kenyataan, stok masih ada. “Permintaan yang semakin tinggi menyebabkan inflasi meningkat,” ungkapnya.

Sementara pengamat ekonomi Lana Sulistyaningsih menjelaskan, stabilitas harga perlu dilakukan. Dengan catatan, industri wajib dibentuk melalui komoditas utama. Karena komoditas menurun memengaruhi inflasi yang semakin tinggi. “Cara menjaga daya beli tidak turun ada dalam harga. Jadi, stabilitas harga sangat perlu,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.


Untuk itulah Bank Indonesia menggelar pelatihan wartawan daerah selama dua hari, 20-21 November, di Hotel Grand Sahid Jaya. Ini untuk mengawal peran serta bank di masing-masing daerah. Sebanyak 580 peserta tersebar dari 34 provinsi kantor perwakilan Bank BI ambil bagian pada pelatihan ini. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 09:38

Panwaslu Copot Tujuh Algaka Raksasa

BALIKPAPAN - Panwaslu bersama petugas Satpol PP kemarin (24/2) melakukan penertiban terhadap alat peraga…

Minggu, 25 Februari 2018 09:37

Rizal Ajak Warga Rajin Menanam Pohon

BALIKPAPAN - Ratusan mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) melakukan penanaman pohon di kawasan hutan…

Minggu, 25 Februari 2018 09:33

Gelombang Tinggi, Stok Ikan Berkurang

BALIKPAPAN - Cuaca buruk yang terjadi selama pekan ini memengaruhi jumlah tangkapan ikan para nelayan.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:31

Rusmadi Prihatin Pengunjung Pasar Sepi

BALIKPAPAN - Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:27

Dewa Gede Oka Terkesan Kebersihan Balikpapan

TONGKAT kepemimpinan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan beralih. Dari Kolonel Laut (P) Irwan…

Minggu, 25 Februari 2018 09:24

Pembangunan Drainase Jangan Asal Jadi

BALIKPAPAN - Permasalahan banjir di Kota Minyak tak kunjung usai. Warga masih saja jadi langganan banjir.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:18

Perekonomian Mulai Pulih

BALIKPAPAN - Perekonomian di Balikpapan perlahan-lahan semakin membaik. Hal ini diungkapkan Ketua Himpunan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:41

ANCAM KESELAMATAN

Pengendara maupun pejalan kaki wajib berhati-hati saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Km 5, Balikpapan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:39

Fix, Ongkos Haji Naik

BALIKPAPAN   -  Pemerintah Arab Saudi pada 14 Februari lalu resmi menaikkan besaran pajak…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:38

Setuju Wacana Bangun Rusun di Balbar

BALIKPAPAN   -   Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud memberikan tanggapan terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .