MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 23 November 2017 09:41
Harga Naik Satu Persen, Bisa Akibatkan 120 Ribu Warga Jadi Miskin

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-1)

APRESIASI PELATIHAN WARTAWAN: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara saat membuka kegiatan pelatihan wartawan daerah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

PROKAL.CO, Inflasi menjadi salah satu faktor penyebab turunnya nilai mata uang. Ini karena meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, termasuk juga adanya ketidaklancaran distribusi barang.


HAMDAN


Di berbagai daerah, inflasi terkadang memberikan dampak terhadap peningkatan angka kemiskinan. Misal, harga beras jadi melambung. Jika kenaikan satu persen, maka penduduk yang statusnya nyaris miskin akan menjadi miskin. Setiap harga kenaikan satu persen akan mengakibatkan 120 ribu warga menjadi miskin.

“Komoditas beras menyumbang 21,8 persen terhadap kemiskinan. Mengendalikan harga pangan, jadi bisa mengatasi inflasi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Perekonomian, Iskandar Simorangkir.


Sebenarnya, inflasi terjadi bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi, belum tentu menunjukkan inflasi. Hal itu terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi.


Secara keseluruhan, inflasi relatif terkendali. Pada Oktober 2017 mencapai 0,01 persen (mom) dan 3,58 persen (yoy). Hingga Oktober 2017, inflasi mencapai 2,67 persen (ytd). Inflasi pangan mengalami tren penurunan sejak awal tahun. Tapi, sejauh ini mulai dapat dikendalikan dengan semakin intensnya koordinasi baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dalam menjaga ketersediaan pasokan. Hingga Oktober, inflasi di Kaltim mencapai 3,54 persen (yoy).

Memang pertumbuhan ekonomi hingga triwulan terakhir meningkat. Pada triwulan pertama naik 0,01 persen, lalu triwulan kedua mencapai 5,01 persen dan triwulan ketiga 5,06 persen. Dari sini, Iskandar menambahkan bisa dilihat konsumsi daya beli masyarakat.

“Karena konsumsi paling utama itu kan orang membeli barang itu. Kalau kita lihat tetap dan tidak ada penurunan, mungkin ada fenomena yang menarik memukul industri dalam negeri. Seperti saya kemukakan tadi, ada memang pola switching dari belanja offline menjadi online itu data-data dari Apindo,” jelasnya.


Tak hanya itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan, jika kurs menurun maka daya beli rupiah juga menurun. Kurs nilai berasal dari survei valuta asing. Bank Indonesia berbicara dengan perkembangan kurs dan inflasi.

“Pengendalian nilai rupiah, yakni pengendalian kurs dan inflasi. Untuk
inflasi perihal suplai peranan dan jasa. Sementara bagi pengendalian kurs, bagaimana menambah devisa artinya menambah barang ekspor. Di samping sektor wisata mengundang para turis,” ujarnya.


Di samping itu, inflasi meningkat juga dipengaruhi dengan berbagai pemberitaan di media baik online, cetak, ataupun elektronik. Misal, kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. Pemberitaan terus dibuat hingga membuat kepanikan para masyarakat. Berimbas pada permintaan semakin meningkat, akhirnya berbondong-bondong untuk mencari tabung gas 3 kg. Padahal pada kenyataan, stok masih ada. “Permintaan yang semakin tinggi menyebabkan inflasi meningkat,” ungkapnya.

Sementara pengamat ekonomi Lana Sulistyaningsih menjelaskan, stabilitas harga perlu dilakukan. Dengan catatan, industri wajib dibentuk melalui komoditas utama. Karena komoditas menurun memengaruhi inflasi yang semakin tinggi. “Cara menjaga daya beli tidak turun ada dalam harga. Jadi, stabilitas harga sangat perlu,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.


Untuk itulah Bank Indonesia menggelar pelatihan wartawan daerah selama dua hari, 20-21 November, di Hotel Grand Sahid Jaya. Ini untuk mengawal peran serta bank di masing-masing daerah. Sebanyak 580 peserta tersebar dari 34 provinsi kantor perwakilan Bank BI ambil bagian pada pelatihan ini. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:58

Pengurus Masjid At-Taqwa Dinilai Arogan

BALIKPAPAN  -   Berbagai kebijakan pengurus Masjid Agung At-Taqwa periode 2018-2023 mendapat…

Jumat, 21 September 2018 07:56

Uji Publik Standar Pelayanan Izin Pendirian PAUD

BALIKPAPAN  -   Pada hari Kamis (20/8) bertempat di lantai III Kantor Dinas Penanaman…

Jumat, 21 September 2018 07:55

Perbaikan Lantai Dua Pasar Pandansari Baru 20 Persen

BALIKPAPAN  -   Perbaikan Pasar Pandansari yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK)…

Jumat, 21 September 2018 07:53

450 Jemaah Haji Tiba di Balikpapan

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 450 jemaah dari Kloter 10 Embarkasi Haji Batakan tiba di tanah air,…

Jumat, 21 September 2018 07:51

DP3AKB Gelar Sosialisasi SRA di 50 Sekolah

BALIKPAPAN  -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB)…

Jumat, 21 September 2018 07:50

Triwulan Kedua 2018, 10 Penderita HIV/AIDS Meninggal Dunia

BALIKPAPAN  -  Hingga triwulan kedua tahun 2018, laporan kasus HIV/AIDS di Balikpapan mencapai…

Kamis, 20 September 2018 08:38

BUNTU

Drainase di kawasan stasiun pengisian bahan bakar umum Karang Anyar, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan…

Kamis, 20 September 2018 08:37

26 Puskesmas di Balikpapan Telah Terakreditasi

BALIKPAPAN  -  Seluruh puskesmas di Kota Balikpapan telah mendapatkan akreditasi. Sebanyak…

Kamis, 20 September 2018 08:29

DPT Ganda Terbanyak di Balsel

BALIKPAPAN   -   Berdasarkan analisis Bawaslu RI, daftar pemilih tetap (DPT) di Balikpapan…

Kamis, 20 September 2018 08:29

DPT Ganda Terbanyak di Balsel

BALIKPAPAN   -   Berdasarkan analisis Bawaslu RI, daftar pemilih tetap (DPT) di Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .