MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Kamis, 23 November 2017 09:45
Komisi IV DPRD Sidak PMI

Awasi Penggunaan Dana Hibah

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Adanya laporan kekurangan stok darah hingga sulitnya mendapatkan darah untuk pasien di rumah sakit, membuat Komisi IV DPRD Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PMI Balikpapan, Rabu (22/11). Sidak yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Mieke Henny ini, sekaligus untuk melihat langsung kebutuhan PMI yang telah mengajukan bantuan anggaran ke Pemkot Balikpapan.

“Selain soal darah, kita juga kroscek lapangan terkait anggaran yang diminta untuk proses kelanjutan pembangunan renovasi gedung PMI yang telah dilakukan pada 2016 hingga 2017,” kata Mieke Henny di sela-sela sidak.

 Dalam sidak bersama para jajaran legislatif lainnya, Mieke mempertanyakan sistem parsial yang dilakukan dalam renovasi, seperti renovasi plafon, dinding dan lantai yang anggarannya dibuat terpisah.

 Soal parsial tersebut, PMI mengakui demi mengurangi beban biaya dari dana hibah. “Mereka (PMI) beralasan, spesifikasi yang telah dikonsultasikan tidak berbeda dengan yang diusulkan. Justru mereka merasa hasilnya jauh lebih bagus, anggaran yang masuk sesuai dengan usulan, dan tidak ada intervensi dari pihak lainnya. Dan saya setuju itu,” ucapnya.


Sepakatnya komisi IV terkait parsial tersebut, karena anggaran hibah dikelola sendiri oleh PMI. Kualitas dari proyek fisik pun telah diketahui. Mieke juga beralasan bahwa komisi IV hanya menjalankan fungsi pengawasan saja, yakni terkait penggunaan anggaran atau dana hibah yang dikelola PMI.


“Soal peralatan, kami (komisi IV) juga sudah lihat. Alatnya memang canggih. Mulai dari pengambilan darah di tubuh pendonor, sampai penyimpanan dan pengelolaan berbagai golongan darah. Termasuk kebutuhan akan jenis darah untuk pasien di rumah sakit. Semua ada alatnya dan diperiksa dengan teliti,” lanjutnya.


Hanya saja, masih ada keinginan PMI menambah alat yang nilainya mencapai Rp 9 miliar. “Alat itu katanya untuk mendeteksi lebih dini virus atau bakteri yang terdapat dalam darah pendonor. Bahkan bisa dicek lebih cepat dua hari ketimbang alat sebelumnya,” ungkap Mieke.

Sementara Ketua PMI Kota Balikpapan, Muhammad Arfan mengakui adanya kebutuhan untuk penyempurnaan fisik gedung dan penambahan alat yang diajukan pada tahun anggaran 2018. Khusus pengajuan anggaran proyek fisik, PMI ingin menambah ruang tunggu permintaan darah.


“Sudah dilaporkan ke dewan, bahwa kita akan membuat ruang tunggu yang representatif dengan sarana yang lengkap. Agar warga yang datang untuk mengambil darah bisa lebih nyaman saat menunggu proses yang memakan waktu bisa sampai dua jam,” terangnya.


PMI mengajukan bantuan atau hibah anggaran kurang lebih Rp 9 miliar. Di mana, 60 persennya untuk kebutuhan proyek fisik dan sisanya menambah peralatan dalam jumlah yang cukup banyak.

 “Kalau yang dibangun ini sudah hampir Rp 5,6 miliar, digunakan selama dua tahun sejak 2016. Dari anggaran segitu juga kita belikan alat,” bebernya.

Tak hanya kepada Pemkot Balikpapan, PMI juga mengajukan permohonan bantuan anggaran ke Pemprov Kaltim. Mengingat, Pemprov Kaltim akan mengalokasikan anggaran bagi PMI di kabupaten/kota yang pemerintahnya kurang memiliki anggaran.

“Misal, kita mau membeli alat yang namanya automatically robotic untuk uji cocok serasi agar mengetahui darah bisa dikeluarkan atau tidak. Kami juga mau pengadaan alat nucleic acid testing (NAT) untuk mendeteksi dengan cepat virus dalam darah pendonor. Harga kedua alat itu cukup mahal dan kalau ditotal bisa mencapai Rp 12,5 miliar,” paparnya.

Disinggung mengenai adanya penggunaan tenaga konsultan dalam proyek renovasi gedung PMI, Arfan beralasan hanya diperlukan untuk membangun gedung secara keseluruhan.

 “Tapi yang kecil-kecil. Karena kita menghemat biaya, maka konsultan dari pemborongnya sendiri yang mengajukan desain dan kita pilih lalu arahkan. Hasilnya juga cukup bagus, representatif, serta murah,” pungkasnya.

 Untuk diketahui, saat ini PMI Balikpapan berada di urutan ketiga terbaik se-Indonesia dari segi peralatan dan sumber daya manusia atau tenaga medisnya. (tur/rus/k1)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 08:45

Mahasiswi Jadi Brand Ambasador

KLINIK  kecantikan, Niar Natural Skin Care punya cara jitu dalam mempromosikan produk-produknya.…

Senin, 11 Desember 2017 08:43

Proses Sampai ke Meja Hijau

BALIKPAPAN   -  Panwaslu Balikpapan mulai menyusun strategi untuk melakukan pencegahan pelanggaran…

Senin, 11 Desember 2017 08:41

Retribusi Pantai Manggar Ditarget Rp 4 M

BALIKPAPAN  -  Pemkot dan DPRD Balikpapan menarget retribusi pantai Manggar Segara Sari pada…

Senin, 11 Desember 2017 08:40

Berlumut, Banyak Sampah dan Bau Pesing

BALIKPAPAN   -   Kondisi Tugu Keluarga Berencana (KB) yang ada di kawasan simpang tiga Jalan…

Senin, 11 Desember 2017 08:37

Punya Kenangan di Pinrang, Akui Hebat dalam Berpolitik

BALIKPAPAN   -   Bagi warga Sulawesi Selatan, pasti sudah tidak asing lagi dengan…

Senin, 11 Desember 2017 08:33

Mau ke Polres, Parkir di GPK

BALIKPAPAN   -   Pemanfaatan Gedung Parkir Klandasan (GPK) mendapat dukungan Polres Balikpapan.…

Senin, 11 Desember 2017 08:32

Pasokan Aman, Masyarakat Jangan Panik

BALIKPAPAN   -  Pertamina RU V Balikpapan memastikan pasokan tabung elpiji tiga kilogram di…

Minggu, 10 Desember 2017 09:42

Maksimalkan Bisnis Travel Agent

BALIKPAPAN - Bisnis travel masih memiliki potensi cukup besar di Balikpapan meskipun kondisi ekonomi…

Minggu, 10 Desember 2017 09:40

Angkasa Pura Sediakan Ruang Tunggu Kaum Difabel

BALIKPAPAN - Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS)  Sepinggan, Balikpapan, semakin ramah…

Minggu, 10 Desember 2017 09:38

Harus Rutin Diperiksa, Jangan Terlalu Lama Main Gadget

MENJAGA kesehatan mata tidak kalah penting dari menjaga kesehatan tubuh lainnya. Berbagai kemudahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .