MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 24 November 2017 09:30
Beberkan Program Tekan Inflasi, BI Hadirkan Gubernur Ganjar Pranowo

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-2)

PROKAL.CO, Tingginya konsumsi masyarakat berimbas pada inflasi yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya nilai mata uang. Harga-harga melonjak secara umum dan kontinyu. Ketidaklancaran distribusi barang juga menjadi faktor lain. Di beberapa daerah, sebagai penghasil komoditas justru bisa menjadi dampak terjadinya inflasi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

 HAMDAN, Jakarta

 MELIHAT  permasalahan inflasi yang sering terjadi di berbagai daerah, Bank Indonesia (BI) mencoba memberikan gambaran dengan mengundang secara langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di hadapan para awak media seluruh Indonesia dalam pelatihan di Hotel Grand Sahid Jaya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu punya cara tersendiri dalam mengatasi inflasi di daerahnya. Jawa Tengah punya dua komoditas yang bisa diperjualbelikan. Yakni, bawang putih dan cabai merah. Namun, keduanya justru sering memberikan permasalahan. Komoditas volatile foods sering menjadi penyumbang inflasi karena rantai distribusi sangat panjang hingga ke pedagang serta penanganan pascapanen belum baik mulai dari sistem logistik, teknologi, dan permasalahan.

Permasalahan seperti itu, beberapa program langsung dijalankan Jawa Tengah sejak 2013 silam. Mulai dari memenuhi ketersediaan pasokan, pembentukan harga terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, sidak ke lapangan, dan terpenting program Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi).

“Program Sihati ini bisa melihat dengan cepat melalui handphone harga barang setiap harinya. Artinya bisa melihat kestabilan harga kepada masyarakat,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dia menjelaskan, aplikasi Sihati terintegrasi ke semua kabupaten dan kota. Demi pengendalian inflasi, masing-masing daerah wajib menjalankan program ini. Setiap hari, para empunya daerah melakukan rapat dan menyampaikan angka kemiskinan di setiap daerahnya dan mencari solusi agar inflasi bisa diatasi.

Memang tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi Ganjar Pranowo menilai pengendalian kondisi ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Tapi sayang, angka kemiskinan masih tinggi. “Di Jateng angka kemiskinan juga tinggi. Tapi dengan program ini, minimal bisa sedikit mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ya, benar saja. Angka kemiskinan di daerah perdesaan justru menurun cukup besar. Dengan berkisar 52,57 ribu jiwa dibandingkan kemiskinan di perkotaan yang naik sebesar 9,54 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan di perdesaan tersebut mengindikasikan bahwa program pembangunan desa berjalan on the track dan akan terus dipacu melalui pemberdayaan perekonomian desa.

“Terbilang sukses dengan menurunnya angka kemiskinan di perdesaan. Artinya, program yang diberikan sudah bisa dijalankan,” jelasnya.

Inflasi yang rendah dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan, terutama bila harga pangan stabil, mengingat konsumsi pangan mempunyai pasar besar pada pengeluaran kelompok masyarakat miskin. “Jawa Tengah berhasil mengendalikan inflasi dalam level yang rendah. Inflasi rendah akan mengurangi risiko spekulan oleh produsen yang melakukan penimbunan barang,” akunya.

Sementara itu, adanya program Sihati, dirinya pun sangat menginginkan jika apa yang sudah dilakukan Jawa Tengah bisa diterapkan di provinsi lain. Minimal mampu mengatasi jika permintaan masyarakat meningkat. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:54

AYO BELANJA MURAH

Suasana Natal kian terasa di sejumlah perbelanjaan di Kota Minyak.…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:53

Selama 2018, Kebakaran di Kota Ini Merenggut Enam Jiwa

BALIKPAPAN  -  Musibah kebakaran yang terjadi selama tahun 2018 mendapat…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:52

WADUH..!! Ada 84 Orang Gila Bebas Berkeliaran di Tengah Kota

BALIKPAPAN  -  Orang gila (orgil) atau bahasa medisnya orang dengan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:51

PHKT Beri Edukasi dan Kampanye HIV/AIDS ke Pelajar

BALIKPAPAN  -   Memperingati Hari AIDS Sedunia, PT Pertamina Hulu Kalimantan…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

LVRI Balikpapan Butuh Kantor Baru

BALIKPAPAN  -  Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:50

Menag Dukung Putusan MK, Usia Nikah Minimal 19 Tahun

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK)…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:49

Kemendagri Instruksikan E-KTP Rusak Dibakar

KEMENTERIAN  Dalam Negeri (Kemendagri) telah menginstruksikan agar e-KTP yang rusak…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:48

PLN UP3 Balikpapan Siap Siaga Bencana

BALIKPAPAN  -  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan menggelar…

Jumat, 14 Desember 2018 08:35

Gang Api Bakal Disulap Menjadi Permukiman Modern

BALIKPAPAN   -  Permukiman atas air di kawasan Gang Api,…

Jumat, 14 Desember 2018 08:33

2019, Dewan dan Pemkot Bahas 48 Raperda

BALIKPAPAN   -  Sebanyak 47 raperda disepakati dalam rapat sinkronisasi fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .