MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 24 November 2017 09:30
Beberkan Program Tekan Inflasi, BI Hadirkan Gubernur Ganjar Pranowo

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-2)

PROKAL.CO, Tingginya konsumsi masyarakat berimbas pada inflasi yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya nilai mata uang. Harga-harga melonjak secara umum dan kontinyu. Ketidaklancaran distribusi barang juga menjadi faktor lain. Di beberapa daerah, sebagai penghasil komoditas justru bisa menjadi dampak terjadinya inflasi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

 HAMDAN, Jakarta

 MELIHAT  permasalahan inflasi yang sering terjadi di berbagai daerah, Bank Indonesia (BI) mencoba memberikan gambaran dengan mengundang secara langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di hadapan para awak media seluruh Indonesia dalam pelatihan di Hotel Grand Sahid Jaya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu punya cara tersendiri dalam mengatasi inflasi di daerahnya. Jawa Tengah punya dua komoditas yang bisa diperjualbelikan. Yakni, bawang putih dan cabai merah. Namun, keduanya justru sering memberikan permasalahan. Komoditas volatile foods sering menjadi penyumbang inflasi karena rantai distribusi sangat panjang hingga ke pedagang serta penanganan pascapanen belum baik mulai dari sistem logistik, teknologi, dan permasalahan.

Permasalahan seperti itu, beberapa program langsung dijalankan Jawa Tengah sejak 2013 silam. Mulai dari memenuhi ketersediaan pasokan, pembentukan harga terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, sidak ke lapangan, dan terpenting program Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi).

“Program Sihati ini bisa melihat dengan cepat melalui handphone harga barang setiap harinya. Artinya bisa melihat kestabilan harga kepada masyarakat,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dia menjelaskan, aplikasi Sihati terintegrasi ke semua kabupaten dan kota. Demi pengendalian inflasi, masing-masing daerah wajib menjalankan program ini. Setiap hari, para empunya daerah melakukan rapat dan menyampaikan angka kemiskinan di setiap daerahnya dan mencari solusi agar inflasi bisa diatasi.

Memang tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi Ganjar Pranowo menilai pengendalian kondisi ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Tapi sayang, angka kemiskinan masih tinggi. “Di Jateng angka kemiskinan juga tinggi. Tapi dengan program ini, minimal bisa sedikit mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ya, benar saja. Angka kemiskinan di daerah perdesaan justru menurun cukup besar. Dengan berkisar 52,57 ribu jiwa dibandingkan kemiskinan di perkotaan yang naik sebesar 9,54 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan di perdesaan tersebut mengindikasikan bahwa program pembangunan desa berjalan on the track dan akan terus dipacu melalui pemberdayaan perekonomian desa.

“Terbilang sukses dengan menurunnya angka kemiskinan di perdesaan. Artinya, program yang diberikan sudah bisa dijalankan,” jelasnya.

Inflasi yang rendah dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan, terutama bila harga pangan stabil, mengingat konsumsi pangan mempunyai pasar besar pada pengeluaran kelompok masyarakat miskin. “Jawa Tengah berhasil mengendalikan inflasi dalam level yang rendah. Inflasi rendah akan mengurangi risiko spekulan oleh produsen yang melakukan penimbunan barang,” akunya.

Sementara itu, adanya program Sihati, dirinya pun sangat menginginkan jika apa yang sudah dilakukan Jawa Tengah bisa diterapkan di provinsi lain. Minimal mampu mengatasi jika permintaan masyarakat meningkat. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 09:38

Panwaslu Copot Tujuh Algaka Raksasa

BALIKPAPAN - Panwaslu bersama petugas Satpol PP kemarin (24/2) melakukan penertiban terhadap alat peraga…

Minggu, 25 Februari 2018 09:37

Rizal Ajak Warga Rajin Menanam Pohon

BALIKPAPAN - Ratusan mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) melakukan penanaman pohon di kawasan hutan…

Minggu, 25 Februari 2018 09:33

Gelombang Tinggi, Stok Ikan Berkurang

BALIKPAPAN - Cuaca buruk yang terjadi selama pekan ini memengaruhi jumlah tangkapan ikan para nelayan.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:31

Rusmadi Prihatin Pengunjung Pasar Sepi

BALIKPAPAN - Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, tidak diimbangi dengan pendapatan yang memadai.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:27

Dewa Gede Oka Terkesan Kebersihan Balikpapan

TONGKAT kepemimpinan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan beralih. Dari Kolonel Laut (P) Irwan…

Minggu, 25 Februari 2018 09:24

Pembangunan Drainase Jangan Asal Jadi

BALIKPAPAN - Permasalahan banjir di Kota Minyak tak kunjung usai. Warga masih saja jadi langganan banjir.…

Minggu, 25 Februari 2018 09:18

Perekonomian Mulai Pulih

BALIKPAPAN - Perekonomian di Balikpapan perlahan-lahan semakin membaik. Hal ini diungkapkan Ketua Himpunan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:41

ANCAM KESELAMATAN

Pengendara maupun pejalan kaki wajib berhati-hati saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Km 5, Balikpapan…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:39

Fix, Ongkos Haji Naik

BALIKPAPAN   -  Pemerintah Arab Saudi pada 14 Februari lalu resmi menaikkan besaran pajak…

Sabtu, 24 Februari 2018 08:38

Setuju Wacana Bangun Rusun di Balbar

BALIKPAPAN   -   Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud memberikan tanggapan terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .