MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Jumat, 24 November 2017 09:30
Beberkan Program Tekan Inflasi, BI Hadirkan Gubernur Ganjar Pranowo

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-2)

PROKAL.CO, Tingginya konsumsi masyarakat berimbas pada inflasi yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya nilai mata uang. Harga-harga melonjak secara umum dan kontinyu. Ketidaklancaran distribusi barang juga menjadi faktor lain. Di beberapa daerah, sebagai penghasil komoditas justru bisa menjadi dampak terjadinya inflasi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

 HAMDAN, Jakarta

 MELIHAT  permasalahan inflasi yang sering terjadi di berbagai daerah, Bank Indonesia (BI) mencoba memberikan gambaran dengan mengundang secara langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di hadapan para awak media seluruh Indonesia dalam pelatihan di Hotel Grand Sahid Jaya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu punya cara tersendiri dalam mengatasi inflasi di daerahnya. Jawa Tengah punya dua komoditas yang bisa diperjualbelikan. Yakni, bawang putih dan cabai merah. Namun, keduanya justru sering memberikan permasalahan. Komoditas volatile foods sering menjadi penyumbang inflasi karena rantai distribusi sangat panjang hingga ke pedagang serta penanganan pascapanen belum baik mulai dari sistem logistik, teknologi, dan permasalahan.

Permasalahan seperti itu, beberapa program langsung dijalankan Jawa Tengah sejak 2013 silam. Mulai dari memenuhi ketersediaan pasokan, pembentukan harga terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, sidak ke lapangan, dan terpenting program Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi).

“Program Sihati ini bisa melihat dengan cepat melalui handphone harga barang setiap harinya. Artinya bisa melihat kestabilan harga kepada masyarakat,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dia menjelaskan, aplikasi Sihati terintegrasi ke semua kabupaten dan kota. Demi pengendalian inflasi, masing-masing daerah wajib menjalankan program ini. Setiap hari, para empunya daerah melakukan rapat dan menyampaikan angka kemiskinan di setiap daerahnya dan mencari solusi agar inflasi bisa diatasi.

Memang tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi Ganjar Pranowo menilai pengendalian kondisi ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Tapi sayang, angka kemiskinan masih tinggi. “Di Jateng angka kemiskinan juga tinggi. Tapi dengan program ini, minimal bisa sedikit mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ya, benar saja. Angka kemiskinan di daerah perdesaan justru menurun cukup besar. Dengan berkisar 52,57 ribu jiwa dibandingkan kemiskinan di perkotaan yang naik sebesar 9,54 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan di perdesaan tersebut mengindikasikan bahwa program pembangunan desa berjalan on the track dan akan terus dipacu melalui pemberdayaan perekonomian desa.

“Terbilang sukses dengan menurunnya angka kemiskinan di perdesaan. Artinya, program yang diberikan sudah bisa dijalankan,” jelasnya.

Inflasi yang rendah dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan, terutama bila harga pangan stabil, mengingat konsumsi pangan mempunyai pasar besar pada pengeluaran kelompok masyarakat miskin. “Jawa Tengah berhasil mengendalikan inflasi dalam level yang rendah. Inflasi rendah akan mengurangi risiko spekulan oleh produsen yang melakukan penimbunan barang,” akunya.

Sementara itu, adanya program Sihati, dirinya pun sangat menginginkan jika apa yang sudah dilakukan Jawa Tengah bisa diterapkan di provinsi lain. Minimal mampu mengatasi jika permintaan masyarakat meningkat. (*/rus/k1)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 09:29

PERLU PENANGANAN

Dampak abrasi di perairan Balikpapan semakin jelas. Di Pantai Manggar, bukan hanya pohon pelindung yang…

Selasa, 12 Desember 2017 09:26

Pinjam Dana, DPRD Setuju

“DPRD setuju sekali kalau memang ada pinjaman, sehingga rumah sakit bisa dibangun lebih cepat.…

Selasa, 12 Desember 2017 09:21

Asalkan Imunisasi, Anak Aman dari Difteri

BALIKPAPAN   -  Informasi bahwa Kaltim menjadi salah satu provinsi dengan kejadian luar biasa…

Selasa, 12 Desember 2017 09:18

DP3AKB Langsung Koordinasi ke BPKAD dan Disperkim

BALIKPAPAN  -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPA3KB)…

Selasa, 12 Desember 2017 09:17

2018, Sepakat Rampungkan 41 Perda

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 41 rancangan peraturan daerah (raperda) direncanakan naik status menjadi…

Selasa, 12 Desember 2017 09:16

Jadi Tamu Kesembilan, FKUB Balikpapan Siap Balas Kunjungan

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tamu ke sembilan bagi…

Selasa, 12 Desember 2017 09:13

Balikpapan-Bontang Bersaing Ketat

SAMARINDA  -  Pemkot Balikpapan dan Pemkot Bontang disebutkan bersaing untuk memperebutkan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:12

Pelebaran Jalan Letjen Soeprapto Rp 4 M

BAL IKPAPAN   -  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan mengucurkan dana Rp 4 miliar untuk…

Senin, 11 Desember 2017 08:45

Mahasiswi Jadi Brand Ambasador

KLINIK  kecantikan, Niar Natural Skin Care punya cara jitu dalam mempromosikan produk-produknya.…

Senin, 11 Desember 2017 08:43

Proses Sampai ke Meja Hijau

BALIKPAPAN   -  Panwaslu Balikpapan mulai menyusun strategi untuk melakukan pencegahan pelanggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .