MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Jumat, 24 November 2017 09:30
Beberkan Program Tekan Inflasi, BI Hadirkan Gubernur Ganjar Pranowo

Pelatihan Wartawan Daerah Bersama Bank Indonesia (Bagian-2)

PROKAL.CO, Tingginya konsumsi masyarakat berimbas pada inflasi yang meningkat. Hal tersebut membuat menurunnya nilai mata uang. Harga-harga melonjak secara umum dan kontinyu. Ketidaklancaran distribusi barang juga menjadi faktor lain. Di beberapa daerah, sebagai penghasil komoditas justru bisa menjadi dampak terjadinya inflasi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

 HAMDAN, Jakarta

 MELIHAT  permasalahan inflasi yang sering terjadi di berbagai daerah, Bank Indonesia (BI) mencoba memberikan gambaran dengan mengundang secara langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di hadapan para awak media seluruh Indonesia dalam pelatihan di Hotel Grand Sahid Jaya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu punya cara tersendiri dalam mengatasi inflasi di daerahnya. Jawa Tengah punya dua komoditas yang bisa diperjualbelikan. Yakni, bawang putih dan cabai merah. Namun, keduanya justru sering memberikan permasalahan. Komoditas volatile foods sering menjadi penyumbang inflasi karena rantai distribusi sangat panjang hingga ke pedagang serta penanganan pascapanen belum baik mulai dari sistem logistik, teknologi, dan permasalahan.

Permasalahan seperti itu, beberapa program langsung dijalankan Jawa Tengah sejak 2013 silam. Mulai dari memenuhi ketersediaan pasokan, pembentukan harga terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, sidak ke lapangan, dan terpenting program Sihati (Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi).

“Program Sihati ini bisa melihat dengan cepat melalui handphone harga barang setiap harinya. Artinya bisa melihat kestabilan harga kepada masyarakat,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dia menjelaskan, aplikasi Sihati terintegrasi ke semua kabupaten dan kota. Demi pengendalian inflasi, masing-masing daerah wajib menjalankan program ini. Setiap hari, para empunya daerah melakukan rapat dan menyampaikan angka kemiskinan di setiap daerahnya dan mencari solusi agar inflasi bisa diatasi.

Memang tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi Ganjar Pranowo menilai pengendalian kondisi ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Tapi sayang, angka kemiskinan masih tinggi. “Di Jateng angka kemiskinan juga tinggi. Tapi dengan program ini, minimal bisa sedikit mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Ya, benar saja. Angka kemiskinan di daerah perdesaan justru menurun cukup besar. Dengan berkisar 52,57 ribu jiwa dibandingkan kemiskinan di perkotaan yang naik sebesar 9,54 ribu jiwa. Penurunan kemiskinan di perdesaan tersebut mengindikasikan bahwa program pembangunan desa berjalan on the track dan akan terus dipacu melalui pemberdayaan perekonomian desa.

“Terbilang sukses dengan menurunnya angka kemiskinan di perdesaan. Artinya, program yang diberikan sudah bisa dijalankan,” jelasnya.

Inflasi yang rendah dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan, terutama bila harga pangan stabil, mengingat konsumsi pangan mempunyai pasar besar pada pengeluaran kelompok masyarakat miskin. “Jawa Tengah berhasil mengendalikan inflasi dalam level yang rendah. Inflasi rendah akan mengurangi risiko spekulan oleh produsen yang melakukan penimbunan barang,” akunya.

Sementara itu, adanya program Sihati, dirinya pun sangat menginginkan jika apa yang sudah dilakukan Jawa Tengah bisa diterapkan di provinsi lain. Minimal mampu mengatasi jika permintaan masyarakat meningkat. (*/rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:58

Pengurus Masjid At-Taqwa Dinilai Arogan

BALIKPAPAN  -   Berbagai kebijakan pengurus Masjid Agung At-Taqwa periode 2018-2023 mendapat…

Jumat, 21 September 2018 07:56

Uji Publik Standar Pelayanan Izin Pendirian PAUD

BALIKPAPAN  -   Pada hari Kamis (20/8) bertempat di lantai III Kantor Dinas Penanaman…

Jumat, 21 September 2018 07:55

Perbaikan Lantai Dua Pasar Pandansari Baru 20 Persen

BALIKPAPAN  -   Perbaikan Pasar Pandansari yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK)…

Jumat, 21 September 2018 07:53

450 Jemaah Haji Tiba di Balikpapan

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 450 jemaah dari Kloter 10 Embarkasi Haji Batakan tiba di tanah air,…

Jumat, 21 September 2018 07:51

DP3AKB Gelar Sosialisasi SRA di 50 Sekolah

BALIKPAPAN  -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB)…

Jumat, 21 September 2018 07:50

Triwulan Kedua 2018, 10 Penderita HIV/AIDS Meninggal Dunia

BALIKPAPAN  -  Hingga triwulan kedua tahun 2018, laporan kasus HIV/AIDS di Balikpapan mencapai…

Kamis, 20 September 2018 08:38

BUNTU

Drainase di kawasan stasiun pengisian bahan bakar umum Karang Anyar, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan…

Kamis, 20 September 2018 08:37

26 Puskesmas di Balikpapan Telah Terakreditasi

BALIKPAPAN  -  Seluruh puskesmas di Kota Balikpapan telah mendapatkan akreditasi. Sebanyak…

Kamis, 20 September 2018 08:29

DPT Ganda Terbanyak di Balsel

BALIKPAPAN   -   Berdasarkan analisis Bawaslu RI, daftar pemilih tetap (DPT) di Balikpapan…

Kamis, 20 September 2018 08:29

DPT Ganda Terbanyak di Balsel

BALIKPAPAN   -   Berdasarkan analisis Bawaslu RI, daftar pemilih tetap (DPT) di Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .