MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Jumat, 01 Desember 2017 09:24
Pertumbuhan Ekonomi Paser Turun Akibat Batu Bara
-ilustrasi

PROKAL.CO, class="m2364987193881167933gmail-msonormal">TANA PASER  -  Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, ketergantungan Kabupaten Paser terhadap sumber daya alam (SDA) yang tak terbarukan, seperti tambang batu bara, membuat daerah paling selatan di Kaltim ini menjadi yang terendah pertumbuhan ekonominya selama 2016.

Kepala BPS Bahramsyah menyebutkan, Kabupaten Paser minus 4,79 persen.  Hal tersebut terjadi karena ketergantungan pada sektor pertambangan. Di saat harga komoditas tersebut turun, berimbas secara keseluruhan. Perekonomian Kabupaten Paser yang didominasi penggalian atau sektor pertambangan batu bara berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 71, 31 persen

“Kontribusi di Kaltim, Paser menempati posisi keenam dengan angka 7,32 persen atau menyumbang Rp 37,191 triliun selama 2016. Pertumbuhan ekonomi berdasar lapangan usaha masih didominasi bisnis pertambangan. Pertambangan dan penggalian mencapai 71,31 persen, diikuti pertanian 12,56 persen, dan industri pengolahan 4,51 persen,” sebut Bahramsyah kemarin (30/11).

Pertumbuhan di Kabupaten Paser, menurutnya, ada beberapa sektor utama. Yakni, perlambatan dan pertumbuhan minus sektor pertambangan dan penggalian selama tiga tahun terakhir, disebabkan menurunnya produksi batu bara yang dipengaruhi oleh harga yang terus merosot dan tidak stabil.

“Pertumbuhan minus sektor industri pengolahan 2016 disebabkan oleh menurunnya produksi industri pengolahan, utamanya industri makanan dan minuman. Dalam hal ini industri pengolahan kelapa sawit yang disebabkan oleh pabrik yang tidak beroperasi dan menurunnya produksi dari beberapa pabrik yang beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan minus sektor konstruksi tahun 2016 juga disebabkan menurunnya produksi sektor konstruksi. Utamanya disebabkan oleh penurunan pekerjaan konstruksi di pemerintahan karena defisit anggaran.

“Tetapi pertanian dan perdagangan tetap tumbuh dalam lima tahun terakhir, walaupun melambat dalam tahun-tahun tertentu. Berdasar struktur perekonomian, pertanian, dan industri pengolahan menjadi sektor pilihan yang layak untuk terus ditingkatkan dan dikembangkan. Selama lima tahun terakhir, perekonomian Paser tanpa batu bara masih tetap tumbuh, yakni 3,60 persen,” bebernya. (ian/cal/k1)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .