MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Rabu, 06 Desember 2017 07:55
Alasan Sering Berkeringat Tanpa Sebab
PERTANDA: Akan menjadi pertanda buruk bila seseorang sering mengalami keringat berlebihan saat tidak sedang melakukan aktivitas berat.

PROKAL.CO, class="first-paragraph-bottom-zero">BERKERINGAT  setelah beraktivitas atau saat cuaca panas memang menyehatkan. Sebab, ini merupakan respons yang terjadi untuk mengatur suhu di dalam tubuh dengan mengeluarkan panas.

Namun, akan menjadi pertanda buruk bila seseorang sering mengalami keringat berlebihan saat tidak sedang melakukan aktivitas berat.

Apalagi kalau disertai rasa tidak nyaman di dada, lengan, leher, dan rahang. Ini merupakan pertanda seseorang sedang mengalami gangguan jantung. Bagaimana bisa keringat menjadi tanda adanya gangguan jantung? Apakah itu artinya bisa menjadi serangan jantung?

Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Senin (4/12), tidak semua keringat berlebih merupakan tanda gangguan jantung. Pada umumnya, gejala gangguan jantung adalah rasa tidak nyaman di dada, pundak, lengan, leher, rahang, gangguan pencernaan, mual dan muntah, sesak napas, berkeringat berlebihan, dan kelelahan.

Berkeringat yang berlebihan memang sering terjadi pada penderita gangguan jantung, tapi hal ini tidak lantas mengartikan bahwa setiap keringat yang berlebihan langsung mengarah pada adanya gangguan jantung.

Sebab, ada juga kondisi yang disebut dengan hiperhidrosis, yaitu kondisi saat tubuh mengeluarkan banyak keringat tanpa adanya penyakit medis atau hiperhidrosis primer.

Kondisi ini terjadi ketika saraf yang memicu kelenjar keringat bekerja terlalu aktif dan mengeluarkan keringat meski tidak dibutuhkan. Biasanya, ini dialami karena faktor keturunan.

Sementara itu, keringat berlebihan yang dapat dikaitkan dengan kondisi medis disebut dengan hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung yang disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, lengan, leher, maupun rahang.

Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak semua kondisi keringat berlebihan langsung mengarah pada gangguan jantung. Untuk memastikan apakah seeorang punya gangguan jantung, cara terbaik yang paling akurat adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam atau ahli jantung. Tidak perlu menunggu sampai mengalami gejala-gejala lainnya seperti nyeri dada (angina).

Apalagi akhir-akhir ini Penyakit Jantung Koroner (PJK) semakin bergeser ke usia muda di bawah 30 tahun. Faktor risikonya beragam, dari mulai hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, hingga faktor genetik. (ika/ce1/JPC/san)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 September 2018 10:40

RS dan BPJS Kesehatan Saling Bantah

BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan kembali menegaskan bahwa tidak ada aturan persalinan bukaan lima barulah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .