MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 07 Desember 2017 08:26
Penggunaan Merkuri Dilarang

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  –   Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

 Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

 “Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

 Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

 Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

 Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

 “Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

 Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

 Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

 Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

 “Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen/jpnn)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 08:47

Penjual Obat Dijadikan Tersangka

TARAKAN  –  Pihak kepolisian kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus pembuangan…

Selasa, 12 Desember 2017 08:43

WTS Eksodus dari Sampit Diusir

PANGKALAN BUN  -  Puluhan anggota Dinas Satpol PP dan Damkar mendatangi sejumlah tempat Lokalisasi…

Selasa, 12 Desember 2017 08:42

Edarkan Sabu, Pengecer Dibekuk

SURABAYA   -  Andy Kurniawan, 37, warga Jalan Banyu Urip IV A dibekuk di dalam rumahnya…

Selasa, 12 Desember 2017 08:41

Istri Terpidana Pungli Dilaporkan Balik

PALU   –  Tidak terima disebut melakukan Pungli, penyidik Subdit Tipikor Polda Sulteng,…

Selasa, 12 Desember 2017 08:40

90 Lakalantas, 21 Nyawa Melayang

PANGKALAN BUN  -  Sepanjang 2017 ini, ada 90 kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Kabupaten…

Selasa, 12 Desember 2017 08:39

Pencarian Orang Hilang Dihentikan

KASONGAN   -  Tim gabungan resmi memberhentikan proses pencarian nakhoda dan satu ABK KM Kalimas…

Senin, 11 Desember 2017 08:26

Pelaku Terancam Dihukum Mati

JAMBI  -  Pelaku pembunuhan Dona Sitorus (32) dan anaknya Niconius (4) serta tetangganya Ita…

Senin, 11 Desember 2017 08:18

Wilayah Utara Sering Disambar Petir

BALIKPAPAN  -   Biarpet listrik yang belakangan ini sering terjadi tak hanya menimbulkan…

Senin, 11 Desember 2017 08:17

Akses Jalan RT 43 Milono Terhalang

BALIKPAPAN  -  Hujan deras disertai angin kencang yang bertiup pada Sabtu (9/12) menyisakan…

Senin, 11 Desember 2017 08:15

Tukang Parkir Tewas Dianiaya

PRABUMULIH  –  Mayat yang diduga bernama Indra Wijaya alias Iin Pirang (40) ditemukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .