MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 07 Desember 2017 08:26
Penggunaan Merkuri Dilarang

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  –   Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

 Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

 “Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

 Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

 Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

 Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

 “Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

 Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

 Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

 Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

 “Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:39

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

JAKARTA   -   Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…

Jumat, 14 Desember 2018 07:51

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

MUARATEBO   -   Setelah dilakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya…

Jumat, 14 Desember 2018 07:50

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA   –   Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Cindi Terbujur Kaku di Sofa Kafe

PALEMBANG   -  Seorang cewek bernama Cindi Sandora (25) ditemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .