MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 07 Desember 2017 08:26
Penggunaan Merkuri Dilarang

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR  –   Polres Bulungan menyita sebanyak 5 kilogram merkuri dari penambang emas, belum lama ini. Penyitaan itu terkait instruksi presiden dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 9 Maret agar penggunaan merkuri di tambang rakyat dihentikan.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Nurhamdi mengatakan, sudah meminta perusahaan dan masyarakat yang selama ini masih menggunakan merkuri untuk menghentikannya. Pasalnya, merkuri merupakan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

 Dia juga menyebutkan bahwa produksi merkuri yang ada di Ambon, Maluku, sudah tidak boleh beroperasi. Ambon, kata Nurhamdi, merupakan daerah produsen merkuri terbesar di Indonesia.

 “Jangankan menggunakan (merkuri). Produksinya saja sekarang sudah dilarang,” tuturnya saat ditemui, kemarin (6/12).

 Pria berkacamata ini menjelaskan, penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selama ini, merkuri memang dikenal untuk kegiatan pertambangan emas. Fungsinya untuk memisahkan biji emas dengan batuan atau mineral lain.

 Jika merkuri ataupun material yang terkena merkuri dibuang ke lingkungan sekitarnya, kandungannya tidak akan bisa terurai, walaupun dalam jangka waktu lama. Misal, jika masuk ke perairan, merkuri akan diserap oleh plankton kemudian terakumulasi hingga di tubuh ikan, karena rantai makanan. Ikan tersebut mengandung merkuri dan berbahaya jika dimakan seperti peristiwa Minamata, Jepang.

 Sebagai pengganti merkuri, lanjut Nurhamdi, aktivitas penambangan bisa menggunakan sianida. Menurutnya, sianida lebih mudah dikendalikan dibandingkan merkuri. Sianida juga lebih mudah diuraikan.

 “Sianida sifat racunnya bisa hilang, bisa terurai. Kalau merkuri tidak, di dalam air, tanah, dan udara, tidak bisa terurai,” jelasnya.

 Dia mengklaim pihaknya selalu memberikan sosialisasi bahaya menggunakan merkuri untuk penambangan. Baik kepada perusahaan maupun masyarakat. Namun, dia mengatakan, yang sulit adalah menjangkau usaha-usaha penambangan ilegal, karena diluar wewenang DLH Kaltara.

 Dikatakan, masyarakat seharusnya lebih memperhatikan aspek keselataman dan kesehatan kerja. Sebab, penggunaan merkuri memiliki akibat secara langsung pada manusia. Di antaranya kulit gatal, terbakar atau terkelupas dan lainnya.

 Menurutnya, penggunaan merkuri lebih banyak dilakukan oleh pertambangan rakyat dibandingkan oleh perusahaan. Di Kaltara, lanjutnya, sudah tidak ada perusahaan yang menggunakan merkuri.

 “Masyarakat seharusnya lebih mementingkan kesehatan dibandingkan jumlah hasil yang diraih. Karena dampaknya buruk bagi kesehatan dan paling penting itu sudah dilarang oleh Presiden, serta sudah ada satgas (satuan tugas) yang menanganinya. Ketika ketahuan menggunakan merkuri akan diamankan oleh aparat,” paparnya. (rus/fen/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 07:23

Aman Minta Eksekusi Segera

JAKARTA  –  Sekitar satu jam sebelum azan zuhur berkumandang Jumat siang (22/6), Ruang…

Sabtu, 23 Juni 2018 07:20

Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Pamanukan

JAKARTA  - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menembak mati seorang terduga teroris di…

Sabtu, 23 Juni 2018 07:20

Residivis dan Anak di Bawah Umur Ditangkap

SAMPIT - HR (26) pria residivis ini tidak bisa mengelak lagi setelah Satresnarkoba berhasil menemukan…

Sabtu, 23 Juni 2018 07:19

Menghina Nabi, Maswan Dibekuk

 JAKARTA  - Seorang pria bernama Maswan Kemit Jaya dibekuk warga dan jajaran Polres Metro…

Jumat, 22 Juni 2018 08:05

Diiming-imingi Uang, Dua Bocah Dicabuli

SURABAYA  –   Orang tua mana yang tak emosi mengetahui anaknya dicabuli. Seperti…

Jumat, 22 Juni 2018 08:03

Mayat Penjual Kayu Ditemukan Mengapung

BANJARMASIN  -   Warga Jalan  Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara tiba-tiba heboh.…

Jumat, 22 Juni 2018 08:01

Geger Temuan Mayat Berlumpur

SAMPIT   -   Warga Jalan Iskandar Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, sontak…

Jumat, 22 Juni 2018 08:00

Tewas Dengan Luka Gorok

SAMPIT  -  Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tenggelam di dasar sungai G…

Jumat, 22 Juni 2018 07:59

Begal Buat Korbannya Cacat

PALEMBANG  -   Aksi begal masih marak. Beberapa pelaku, yang sudah ditembak mati, belum memberi…

Kamis, 21 Juni 2018 08:27

KPK Siap Jelaskan ke Presiden

JAKARTA   -   Komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi satu-satunya harapan Komisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .