MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 07 Desember 2017 08:31
Jalur Laut Diperketat

Cegah PCC Masuk ke Kalteng

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA  –  Penggerebekan dua pabrik besar penghasil Obat Parecetamol Caffein Carisoprodol (PCC) berhasil dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat itu Kepala BNN Pusat Komjen Budi Waseso menyebut obat ilegal itu diedarkan di Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah.

 Adanya informasi itu ditanggapi langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Agustinus Suprianto dan Kepala BNN Kota Palangka Raya M Soejai’i serta pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalteng, Selasa (5/12).

 Agustinus Suprianto mengaku tidak memungkiri potensi peredaran PCC tersebut di Kalteng ada dan pihaknya selama ini memang sudah mendeteksi adanya pasokan narkoba dan obat terlarang dari pulau Jawa ke Kalteng.

 ”Kita sudah deteksi itu, maka itu kita menjaga jalur peredaraan obat tersebut, terutama melalui jalur laut dan pelabuhanya seperti di Sampit dan Pangkalan Bun,” ucapnya.

 Perwira Menengah Polri ini membeberkan jajarannya sudah melakukan pengawasan jalur tempat masuk obat tersebut. Termasuk dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan masyarakat dalam memberikan infornasi jika ada kapal yang mencurigakan masuk lewat Sampit maupun Pangkalanbun dan jalur darat.

 ”Sampit dan Pangkalan Bun bisa saja jadi pintu masuk, walau masih belum ditemukan hingga sekarang. Pokoknya pintu-pintu masuk jalur laut atau sungai, darat maupun udara dan jasa pengiriman sudah kami antisipasi. Termasuk jalur-jalur masuk melalui pelabuhan rakyat atau kapal phinisi atau kapal tradisional, kita ingin semunya taka da yang bisa lolos,” tegas Agustinus.

 Ia menambahkan memang tak bisa dipungkiri selama ini kebanyakan pasokan obat terlarang dan narkoba dari provinsi tetangga. Baik lewat jalur udara dan laut setelah di bagian barat Kalteng.

 ”Jadi semuanya memang harus diawasi dan saya tegaskan kita belum temui PCC di Kalteng, kalau Somadril atau Zenit yang didalamnya juga ada kandungan seperti PCC sudah banyak kita sita dan bakar,” pungkasnya.

 Sementara itu, Kepala BNN Kota Palangka Raya M Soejai’i menyebut pihaknya juga belum menemukan PCC di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. Namun dengan adanya informasi peredaran PCC ke Kalteng mungkin kedepan BNN Kota Palangka Raya dan BNN Provinsi akan terus meningkatkan pengawasan untuk antisipasi peredaran obat illegal tersebut.

 Soejai’I mengatakan selama ini pihaknya hanya menemukan obat daftar G jenis Somadril dan Zenit. Namun didalam dua obat itu memang ada kandungan seperti obat PCC yang berdampak pada kesehatan dan kestabilan tubuh hingga menjadikan ketergantungan.

 ”PCC kita belum dapat, tapi Zenit dan Somadril sudah banyak hanya saja kandungnya sama PCC bisa merusak otak dan kesehatan,” tegasnya.

 Sementara itu pula, Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Bahan Makanan Balai POM Palangka Raya, Siti Dahliah Nur menyatakan bahwa untuk mengelabui, obat PCC sebenarnya dibungkus dengan nama Somadril, padahal di dalamnya ada kandungan PCC yang jika dikonsumsi akan merusak otak penggunanya.

 “PCC itu kan kepanjangan dari Parecetamol Caffein Carisoprodol (PCC) nah kami telah melakukan pemeriksaan maka kandungan obat Somadril tersebut, hasilnya sama seperti PCC, hanya saja berbeda nama,” tegasnya.

 Siti menambahkan hasil pemeriksaan kandungan pada obat Somadril itu adalah yang ada dalam PCC , sehingga dampaknya akan merusak otak penggunaanya. Maka itu salah satu langkahnya tidak hanya melakukan pemeriksaan pada tempat-tempat yang legal, seperti toko obat dan apotek saja tetapi termasuk perumahan dan barak juga pedagang kaki lima.

 “Intinya begini, jangan konsumsi obat itu, kasihan bisa merusak kinerja otak, berdampak pada kesehatan dan tidak ada gunanya. Semoga dengan koordinasi seluruh pihak terkait bisa mengantisipasi lebih jauh peredaran obat tersebut,” tutup wanita berjilbab ini. (daq/vin/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:38

Tunggu Langganan, Ojol Ditikam

PALEMBANG  –  Kriminalitas terhadap ojek online (ojol) terjadi di Jl…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:37

Jelang Natal, 329 Orang Diringkus Polisi

PALU  -  Pelaksanaan operasi pekat Tinombala II 2018, Satgas Polda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:36

Ditabrak Truk Fuso, Mahasiswa Meregang Nyawa

SENGETI  –  Seorang mahasiswa meregang nyawa usai kecelakaan di Jalan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:53

Mulut Berbuih, Mahasiswi Akper Tewas

BANJARMASIN   –   Via Febrianti terlihat pucat. Mahasiswi semester 1…

Jumat, 14 Desember 2018 07:51

Bocah 11 Tahun Tewas Tenggelam

MUARATEBO   -   Setelah dilakukan pencarian selama 2 hari, akhirnya…

Jumat, 14 Desember 2018 07:50

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA   –   Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten…

Jumat, 14 Desember 2018 07:49

Cindi Terbujur Kaku di Sofa Kafe

PALEMBANG   -  Seorang cewek bernama Cindi Sandora (25) ditemukan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:56

Mayat Bayi dalam Kardus

PONTIANAK  -   Warga Jalan Ismita Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan…

Kamis, 13 Desember 2018 07:54

Perintah Pungli Lewat Kertas Sakti

MATARAM   -   Mantan Kadis Pendidikan Kota Mataram  Sudenom menjalani sidang…

Kamis, 13 Desember 2018 07:53

Isap Aroma Lem, Lima Remaja Diamankan

BANJARMASIN  -   Penyalahgunaan lem fox rupanya masih menjadi momok…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .