MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

KALTIM

Kamis, 07 Desember 2017 09:05
PT FSS Menjawab Tudingan Warga

Terkait Lahan Garapan di Desa Perkuen

PROKAL.CO, class="m3078919578468972291gmail-msonormal">TANA PASER  –  PT Fajar Surya Swadaya (PT.FSS) menjawab tudingan masyarakat Desa Perkuen, kalau perusahaan dinilai mengambil lahan garapan milik warga tanpa ada kesepakatan di antara kedua belah pihak. Padahal, warga mengaku memiliki surat-surat kepemilikan yang sah.

Kepala Humas PT FSS Sufandi dan Kepala Land Dispute, Deny Sakhyana menyampaikan kalau sampai saat ini pihak perusahaan telah melaksanakan kegiatan operasional sesuai dengan rencana kerja dengan menanam tanaman pokok dan tanaman kehidupan untuk wilayah Desa Perkuwen sendiri.

Sampai saat ini perusahaan sudah melakukan penanaman tanaman kehidupan karet seluas 118 hektare dari rencana luasan 246 hektare, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dalam memorandum of  understanding (MoU) dimana perusahaan akan menanam tanaman kehidupan karet dan memberi hasil dari panen setelah umur 6 tahun, maka pihak masyarakat melalui desa akan mendapatkan fee tanaman kehidupan ini sebesar Rp 4 juta per hektare per tahun, seperti desa lain sejak tahun 2013. 

“Kami (perusahaan) juga telah memberikan down payment (DP) setiap tahun. Hingga saat ini perusahaan sudah mengeluarkan fee DP lebih kurang Rp 3 miliar,” ujar Sufandi.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini lahan yang dijadikan tanaman kehidupan oleh perusahaan telah diperjualbelikan oleh oknum masyarakat desa kepada pemodal yang ingin mengembangkan tanaman sawit. Seperti diketahui, jual beli dan alih fungsi hutan adalah wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan apabila ada jual beli dan pengalihan status lahan tanpa izin Menteri Kehutanan, maka akan dikenakan sanksi pidana sesuai degan peraturan yang berlaku.

”Kami berharap pihak penegak hukum dan pemerintah dapat menindak tegas oknum-oknum yang melakukan jual beli lahan hutan dimana di sana terdapat IUPHHK-HTI yang masih berlaku,”  kata Sufandi, Rabu (6/12).

Dijelaskannya, PT FSS merupakan perusahaan hutan tanaman industri yang memegang izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu, hutan tanaman induistri (IUPHHK-HTI) yang disahkan dan diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Republik Indonesia dengan SK 383/KPTS-II/1997, addendum 1 SK 428/Menhut-II/2012 tanggal 7 Agustus 2012 dengan luas 61.470 Ha terletak di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.

Perusahaan dengan usaha utama menanam dan memanen pohon akasia ini terus berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang dapat mengelola hasil produk hutan terbaik dan bermanfaat bagi negara dan daerah, bagi masyarakat dan segenap karyawan serta pemegang saham, dengan menjalankan etika bisnis.

Di bagian lain, tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Desa Perkuen, Nyaitan menyayangkan terjadinya masalah di lapangan. Menurutnya lahan adalah hutan negara.

Disebutkan, lahan yang semulanya akan menjadi tanaman kehidupan untuk masyarakat Perkuwen ini telah diperjualbelikan untuk sawit. Jika masalah ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin lahan konsesi perusahaan akan ditanami sawit semua, sementara di sisi lain mengharapkan adanya tanaman kehidupan yang nantinya akan dapat membantu perekonomian masyarakat. Melalui tanaman ini masyarakat bisa bekerja sebagai tenaga pemanen dan perawatan, serta saat panen di akhir tahun mereka juga bisa mendapat hasil fee dari penjualan karet oleh perusahaan.

”Kami berharap proses hukum harus ditegakkan agar tidak terjadi pengulangan kejadian dam masalah jual beli lahan di dalam lahan hutan negara,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejumlah warga Desa Perkuen belum lama ini (23/11) mendatangi Kantor DPRD Paser. Mereka disambut Ketua Komisi I Abdullah, Wakil Ketua Komisi I Dody Setwika Nasution, Sekretaris Komisi I Hamransyah, serta  anggota Komisi I Noverie Amelia Paramiesca dan M Saleh. Selain itu, hadir anggota Komisi III DPRD Paser Supian dan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan dengar pendapat itu, juru bicara warga Desa Perkuin M Said mengungkapkan, PT FSS mengambil lahan garapan milik warga tanpa ada kesepakatan di antara kedua belah pihak. Padahal, warga mengaku memiliki surat-surat kepemilikan yang sah. Dan warga menganggap pihak perusahaan tidak memiliki hak untuk mengelola lahan tersebut. Sebab, warga memiliki bukti kepemilikan atas lahan itu. (ian/cal)


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:10

Adang Jaya Banjir, 11 RT Terendam

TANA PASER  -  Bencana banjir yang merendam enam desa dan satu kelurahan di Kecamatan Long…

Selasa, 12 Desember 2017 10:07

Tujuh Desa Belum Terima Kekurangan Alokasi Dana Desa TA 2016

TANA PASER  -  Hingga saat ini, sedikitnya ada tujuh desa yang belum menerima kucuran kekurangan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:06

Pemkab Sosialisasikan Germas

PENAJAM   -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) pada hari ini (12/12)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:05

BPAN Akan Lakukan Aksi di Kementerian ESDM

TANA PASER  -  Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kabupaten Paser mempertanyakan kembali…

Selasa, 12 Desember 2017 10:05

Geliat Pariwisata dalam Kontribusi PAD

TANA PASER  -  Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser sepanjang 2016-2017…

Selasa, 12 Desember 2017 10:01

Reses Dewan Libatkan EO

PENAJAM  -  Reses anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) di penghujung 2017 akan melibatkan…

Selasa, 12 Desember 2017 09:56

KPU Perkirakan Empat Calon Bertarung

PENAJAM  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan bakal ada empat pasangan calon kepala…

Selasa, 12 Desember 2017 09:55

Hari Ini, KPU Launching Ayo Memilih

PENAJAM  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan partisipasi…

Selasa, 12 Desember 2017 09:54

Corak Bangsa Ditentukan dari Pengamalan Pilar-Pilar Kebangsaan

PENAJAM  -  Kemampuan melaksanakan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka…

Selasa, 12 Desember 2017 09:54

Panwaslu Akan Menggelar Kemah Pengawasan Pilkada

PENAJAM  -  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar kemah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .