MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:30
Bangunan Roboh, Satu Nyawa Melayang

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan mendirikan bangunan, apalagi mengabaikan keselamatan dan kesehatan kerja. Bangunan lantai dua di Gang Sayur, RT 20, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, yang akan direnovasi menjadi sarang walet mendadak roboh pada Jumat (15/12) pukul 10.15 Wita. 

Tiga orang dari lima buruh yang bekerja di dalam bangunan jadi korban. Satu di antaranya tewas tertimbun bangunan atas nama Ngadiran (57), dua luka, dan dua lainnya selamat setelah melarikan diri (lihat boks, Red). Kelimanya merupakan buruh bangunan. Korban selamat bernama Al Fariz. Lelaki berusia 28 tahun ini lolos dari maut.

Saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Manggar Baru, Fariz -biasa Al Fariz dipanggil- terlihat masih trauma. Tatapan matanya kosong, wajahnya tegang. Dia sesekali meringis menahan sakit karena kayu ulin menimpa kaki kirinya. Sementara lantai yang roboh tertahan gerobak, sehingga tubuhnya tidak tertindis. 

“Tugas saya memang hanya memindahkan bahan bangunan berupa dinding semen yang sudah dirobohkan ke luar menggunakan gerobak,” terang Fariz.

Saat musibah terjadi, Fariz bersama empat orang buruh lainnya melakukan pembongkaran dinding bangunan bagian dalam yang berada di lantai dasar. Namun, apes saat merobohkan dinding, tiba-tiba lantai dua bangunan malah jatuh ke bawah menimpa tiga orang termasuk dirinya. Dua buruh bangunan berhasil selamat setelah melarikan diri keluar bangunan.

“Kejadian cepat banget, Mas. Posisi saya berada di bagian kiri bangunan. Untungnya ada gerobak itu yang menahan lantai. Kalau tidak, saya juga bisa bernasib seperti Ngadiran,” seloroh dia.

Dikatakan Fariz, sudah tiga minggu ini dirinya bersama empat rekannya bekerja merenovasi bangunan yang dulunya digunakan sebagai indekos menjadi bangunan untuk sarang burung walet. Namun belum selesai dikerjakan, tiba-tiba bangunannya roboh.

“Saya memang biasa diajakin Ngadiran kalau ada borongan bangunan. Biasa, bantu-bantu tukang angkatkan meterial bangunan,” ujar dia.

Di lokasi kejadian, proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Terdapat tiga korban yang terjepit di lantai dua bangunan. Puluhan petugas membantu proses evakuasi, termasuk anggota Polsek Baltim, BPBD, dan personel Raider 600 Modang.

Fariz, korban pertama yang berhasil diselamatkan petugas. Posisinya tidak terlalu terjepit lantai karena ada gerobak yang mengganjal. Adanya ruang di antara lantai dan gerobak itulah yang membuat Fariz bisa berteriak. “Tolong, tolong!” jeritnya. Teriakannya itu terdengar oleh petugas dan akhirnya mengeluarkannya dari balik runtuhan bangunan.

“Lantainya kami jungkit pakai kayu ulin, kemudian badan korban (Fariz, Red) kita tarik keluar,” terang Babinsa Lamaru Sertu Wiyadi di lokasi kejadian.

Di bagian tengah bangunan, petugas berusaha mengeluarkan jasad Ngadiran (57) yang terjepit. Posisinya tengkurap, sama sekali tak merespons ketika petugas menanyakan kondisinya. Satu per satu kayu ulin untuk alat pengungkit dipasang. Tak berapa lama kemudian, lantai yang menimpa jasad Ngadiran terangkat. Petugas kembali berhasil mengeluarkan jasad Ngadiran dan membawanya ke mobil ambulans untuk dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).

Di sudut lainnya tampak korban ketiga, Eko Hardjono (50) yang terlihat masih bisa merespons pertanyaan petugas. Saat evakuasi, Eko yang tertimpa lantai posisinya telentang. Hanya bagian kepala saja yang terlihat dari luar, sementara bagian badan dan kakinya terjepit lantai yang roboh.

“Eko memang petugas agak kesulitan mengeluarkannya. Selain menggunakan alat pengungkit kayu ulin, kami dibantu chainsaw,” sambung Wiyadi.

Eko mengaku ada bagian kakinya seperti yang terjepit kayu ulin, jadi tidak bisa langsung ditarik saat lantai dijungkit. Petugas secara perlahan memotong lantai yang menimpa tubuh Eko dari atas menggunakan chainsaw. Perlahan potongan-potongan kayu dan cor beton dipindahkan. Setelah badan dan kakinya terlihat, petugas melakukan proses pengangkatan tubuh Eko. Sesekali dari wajahnya terlihat meringis menahan sakit karena kaki kanannya patah.

Butuh waktu sekira satu jam bagi petugas untuk mengeluarkan ketiga korban dari reruntuhan bangunan. Sementara itu, dua tukang yang selamat dari peristiwa tersebut, yakni Jumadi dan Yusuf saat kejadian berhasil lari keluar sebelum lantai dua bangunan runtuh.

TIANG PENYANGGA TIDAK KUAT

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko menduga kurangnya kehati-hatian dan perhitungan saat bekerja, membuat bangunan lantai dua runtuh setelah pembongkaran dinding di lantai dasar mencapai 80 persen. Dari hasil penyelidikan polisi di lapangan, konstruksi bangunan tidak laik untuk dijadikan sebagai bangunan sarang burung walet.

“Sejauh ini dari hasil penyelidikan anggota kami di lapangan, runtuhnya bangunan ini juga dikarenakan tiang bangunan tidak kuat untuk dijadikan bangunan bertingkat,” tegas Dody.

Sejauh ini polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dua saksi yang sudah dimintai keterangan, yaitu Basiron dan Hj Megawati (52) yang bermukim bersebelahan dengan bangunan nahas tersebut.

“Untuk para pekerjanya sendiri juga akan kita mintai keterangan. Saat ini mereka masih syok akibat kejadian tersebut. Kita juga akan periksa pemilik bangunannya,” tandasnya. (dan/pri/yud/k1)

 

 

Posisi Korban Ditemukan

1. Korban luka, Al Fariz (28) ditemukan di kiri bangunan, tertimbun reruntuhan lantai dua dalam posisi miring.

2. Korban tewas, Ngadiran (57) ditemukan di bagian tengah bangunan, tertimbun reruntuhan lantai dua dalam posisi tengkurap.

3. Korban luka patah kaki, Eko Hardjono (50) ditemukan di bagian kanan bangunan, tertimbun reruntuhan lantai dua dalam posisi telentang dengan bagian kepala nongol keluar.

Kronologi Kejadian Bangunan Runtuh

-  Pukul 08.00 Wita, lima pekerja memulai melakukan proses renovasi bangunan indekos untuk dijadikan sarang burung walet.

-  Pukul 10.15 Wita, ketika pekerja melakukan pembongkaran dinding di lantai dasar, tiba-tiba tiang fondasi yang menahan lantai atas diduga tak kuat menahan beban hingga roboh.

-  Lantai dua terbuat dari kayu yang dicor beton runtuh ke bawah menimpa pekerja. Tiga pekerja tertimbun, sementara dua pekerja selamat setelah keluar dari bangunan.

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 08:02

Speedboat Topan Ditemukan

BALIKPAPAN   -  Speedboat Topan, korban tewas mengambang di perairan…

Selasa, 11 Desember 2018 08:01

Kembali dari Sulawesi Barat, Pemeran Pria Video Mesum SMP Dibekuk, TUH TAMPANGNYA....

BALIKPAPAN   -  Sempat buron, akhirnya pemeran pria video mesum…

Selasa, 11 Desember 2018 07:58

Curanmor di Karang Joang Meningkat

BALIKPAPAN   -   Beberapa bulan terakhir ini, tindak kriminalitas di…

Selasa, 11 Desember 2018 07:57

Tak Tahu Suami Dibunuh, Istri Korban Ajak Para Pelaku Makan

Sidang lanjutan dengan dua terdakwa, yakni Unang Sudrajat (49) dan…

Selasa, 11 Desember 2018 07:54

Ditinggal Salat, si Jago Merah Mengamuk

BALIKPAPAN   -  Warga yang berada di seputaran Perumahan Tahu-tempe,…

Senin, 10 Desember 2018 08:07

Amin Ditemukan Tak Bernyawa

BALIKPAPAN  -  Bocah hanyut terseret arus bernama Muhammad Nur Al…

Senin, 10 Desember 2018 08:04

Janji Tak Nakal Lagi, Tapi Amin Sudah Berpulang

BALIKPAPAN   -   Duka mendalam dirasakan oleh orangtua Muhammad Nur Al…

Senin, 10 Desember 2018 08:00

Speedboat Hilang, Topan Tewas Mengambang

BALIKPAPAN  -  Kawasan Kampung Baru Ujung, tepatnya di Pelabuhan ITCI,…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Mau Ngeseks, Tepergok Petugas

BALIKPAPAN  -  Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian korban hanyut…

Senin, 10 Desember 2018 07:54

TNI Kuasai Tiga Distrik di Nduga

PERSONEL   gabungan TNI-Polri berhasil menguasai tiga distrik di Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .