MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 17 Desember 2017 10:54
Wali Kota Geram Terhadap Pencemaran Lingkungan

DLH Tunggu Hasil Uji Sampel Limbah Sungai Pasar Baru

JOROK: Sungai Pasar Baru yang tercemar untuk kesekian kalinya. Kali ini masih dalam uji sampel untuk mengetahui pelaku pencemaran.(RIYADI/BALPOS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Memang tak ada habisnya pencemaran yang terjadi di sungai Pasar Baru persis di bawah jembatan yang acap kali terjadi. Meski telah berkali-kali diperingatkan dan dilakukan pertemuan dengan pihak terkait, pembuangan limbah ke sungai yang bermuara langsung dengan air laut ini masih terjadi. Bahkan pada Jumat (15/12) siang kembali terjadi pembuangan limbah berwarna cokelat dari drainase ke sungai.

Padahal sehari sebelumnya pihak Kelurahan Klandasan Ilir serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan telah memanggil sejumlah pelaku usaha di sekitar sungai untuk membahas hal ini. Pemerintah pun langsung bertindak cepat dengan mengumpulkan para pelaku dan mengambil sampel dari masing-masing pengolahan limbah pelaku usaha tersebut.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi pun mengaku prihatin dan geram terhadap pelaku pencemaran lingkungan ini. Rizal meminta pelaku untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia meminta kepada DLH untuk mengusut tuntas serta melakukan pengecekan secara detail terhadap pelaku usaha yang berada di sekitar sungai agar kasus ini tidak terus terjadi.

“Nanti kita akan sosialisasikan supaya masyarakat jangan membuang limbah di situ, karena merusak lingkungan. Ya akan ada peringatan," ujar Rizal Effendi, kemarin (16/12).

Di lain sisi, Kepala DLH Suryanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah pelaku usaha sekitar sungai yang diduga melakukan pembuangan limbah langsung ke drainase. Dari 10 undangan hanya 5 diantaranya yang hadir yakni Hotel Bahtera, KFC, Depot Miki, RM Bakso Sapi, salon, dan warung makan pada .

Dari hasil rapat yang digelar pada tanggal 14 Desember itu menyatakan bahwa limbah yang masuk ke Sungai Klandasan Kecil bagian hilir, berasal dari beberapa pelaku usaha di kawasan itu, yang membuat sungai tercemar dengan kondisi fisik air limbah berwarna merah kecokelatan atau hitam dan terindikasi mengandung minyak dengan intensitas pembuangan diskontinu.

"Kita telah melakukan identifikasi perizinan yang dimiliki mulai dari izin lingkungan, SPPL dan izin PPLH dan telah dilakukan klarifikasi usaha-usaha pengolahan air limbah sebelum masuk ke drainase berdasarkan izin yang dimiliki. Hingga sampai saat ini pelaku masih belum diketahui," kata Suryanto melalui pesan whatsapp, kemarin.

Disebutkan, untuk mengetahui usaha atau kegiatan tersebut telah mengolah air limbah dengan baik, maka akan dilakukan swapantau air limbah pada outlet air limbah dengan rekomendasi masing-masing pelaku usaha dengan rekomendasi laboratorium yang ditunjuk DLH, termasuk pendampingan sampling air limbah pada outlet masing-masing.

"Pertimbangan hal ini dilakukan, apabila dilakukan pengujian sampel pada air sungai, maka hasil uji hanya bisa mengetahui kualitas air sungai yakni memenuhi BM atau tidak dan status pencemaran sungai. Dan bukan mengetahui indikasi pelaku usaha atau kegiatan yang tidak mengolah air limbah dengan baik dan benar," ungkapnya.

Menyinggung soal sanksi yang diberikan terhadap pelaku, Suryanto belum dapat berkomentar lantaran saat ini sedang dilakukan uji sampling dan belum diketahui siapa pelakunya. Namun dirinya juga akan berkordinasi terlebih dahulu dengan PPLH DLH.

"Nanti kalau sudah uji sample baru kita lihat tingkat kesalahannya. Nanti untuk sanksi dan lainnya saya akan minta masukan dulu dari PPLH DLH," tukasnya. (yad/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 09:04

Tiga Rumah Ludes, Dua Warga Tewas

TANA PASER  –  Dini hari pada Rabu (23/5) menjelang waktu sahur, warga Jalan Kusuma…

Kamis, 24 Mei 2018 09:02

MUI Desak Usut Prostitusi Online

BALIKPAPAN  -  Lokalisasi telah dinyatakan ditutup, sementara tempat hiburan malam (THM) setop…

Kamis, 24 Mei 2018 08:54

Pura-Pura Ambil Jeruk, Arif Gasak Uang Kasir

BALIKPAPAN   –  Pesan Bang Napi yang satu ini memang benar adanya, "Kejahatan terjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 08:51

Kangen Masakan Indonesia

Bagi sebagian orang, bulan Ramadan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran masakan khas Indonesia serta…

Kamis, 24 Mei 2018 08:50

Mau Sahur, Motor Melayang

BALIKPAPAN  -  Jangan sembarangan meletakkan barang berharga termasuk sepeda motor. Pada Selasa…

Kamis, 24 Mei 2018 08:49

Hadirkan Haddad Alwi, Tunjukkan Sinergi TNI-Polri

Gedung BSCC Dome dipadati personel TNI-Polri, jajaran SKK Migas Kalsul, sejumlah elemen masyarakat,…

Rabu, 23 Mei 2018 08:27

Diuber Warga, Maling Nyebur Parit

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kota Beriman harus meningkatkan kewaspadaan khususnya selama bulan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:24

Empat Bulan, Belum Ada Tersangka Kasus Pencabulan

BALIKPAPAN   -   Bukannya mendapat keadilan, AA yang menjadi korban cabul oknum mahasiswa…

Rabu, 23 Mei 2018 08:23

Ditreskrimum Sudah Memasukkan DPO

BALIKPAPAN  -   Sidang gugatan praperadikan no perkara 05/Pra.Pid/2018/PN BPP yang dilayangkan…

Rabu, 23 Mei 2018 08:20

Pengalaman Berat El Rumi

Dul Jaelani belum lama ini menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA. Dengan begitu, 3 putra ganteng…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .