MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Minggu, 17 Desember 2017 10:54
Wali Kota Geram Terhadap Pencemaran Lingkungan

DLH Tunggu Hasil Uji Sampel Limbah Sungai Pasar Baru

JOROK: Sungai Pasar Baru yang tercemar untuk kesekian kalinya. Kali ini masih dalam uji sampel untuk mengetahui pelaku pencemaran.(RIYADI/BALPOS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Memang tak ada habisnya pencemaran yang terjadi di sungai Pasar Baru persis di bawah jembatan yang acap kali terjadi. Meski telah berkali-kali diperingatkan dan dilakukan pertemuan dengan pihak terkait, pembuangan limbah ke sungai yang bermuara langsung dengan air laut ini masih terjadi. Bahkan pada Jumat (15/12) siang kembali terjadi pembuangan limbah berwarna cokelat dari drainase ke sungai.

Padahal sehari sebelumnya pihak Kelurahan Klandasan Ilir serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan telah memanggil sejumlah pelaku usaha di sekitar sungai untuk membahas hal ini. Pemerintah pun langsung bertindak cepat dengan mengumpulkan para pelaku dan mengambil sampel dari masing-masing pengolahan limbah pelaku usaha tersebut.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi pun mengaku prihatin dan geram terhadap pelaku pencemaran lingkungan ini. Rizal meminta pelaku untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia meminta kepada DLH untuk mengusut tuntas serta melakukan pengecekan secara detail terhadap pelaku usaha yang berada di sekitar sungai agar kasus ini tidak terus terjadi.

“Nanti kita akan sosialisasikan supaya masyarakat jangan membuang limbah di situ, karena merusak lingkungan. Ya akan ada peringatan," ujar Rizal Effendi, kemarin (16/12).

Di lain sisi, Kepala DLH Suryanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah pelaku usaha sekitar sungai yang diduga melakukan pembuangan limbah langsung ke drainase. Dari 10 undangan hanya 5 diantaranya yang hadir yakni Hotel Bahtera, KFC, Depot Miki, RM Bakso Sapi, salon, dan warung makan pada .

Dari hasil rapat yang digelar pada tanggal 14 Desember itu menyatakan bahwa limbah yang masuk ke Sungai Klandasan Kecil bagian hilir, berasal dari beberapa pelaku usaha di kawasan itu, yang membuat sungai tercemar dengan kondisi fisik air limbah berwarna merah kecokelatan atau hitam dan terindikasi mengandung minyak dengan intensitas pembuangan diskontinu.

"Kita telah melakukan identifikasi perizinan yang dimiliki mulai dari izin lingkungan, SPPL dan izin PPLH dan telah dilakukan klarifikasi usaha-usaha pengolahan air limbah sebelum masuk ke drainase berdasarkan izin yang dimiliki. Hingga sampai saat ini pelaku masih belum diketahui," kata Suryanto melalui pesan whatsapp, kemarin.

Disebutkan, untuk mengetahui usaha atau kegiatan tersebut telah mengolah air limbah dengan baik, maka akan dilakukan swapantau air limbah pada outlet air limbah dengan rekomendasi masing-masing pelaku usaha dengan rekomendasi laboratorium yang ditunjuk DLH, termasuk pendampingan sampling air limbah pada outlet masing-masing.

"Pertimbangan hal ini dilakukan, apabila dilakukan pengujian sampel pada air sungai, maka hasil uji hanya bisa mengetahui kualitas air sungai yakni memenuhi BM atau tidak dan status pencemaran sungai. Dan bukan mengetahui indikasi pelaku usaha atau kegiatan yang tidak mengolah air limbah dengan baik dan benar," ungkapnya.

Menyinggung soal sanksi yang diberikan terhadap pelaku, Suryanto belum dapat berkomentar lantaran saat ini sedang dilakukan uji sampling dan belum diketahui siapa pelakunya. Namun dirinya juga akan berkordinasi terlebih dahulu dengan PPLH DLH.

"Nanti kalau sudah uji sample baru kita lihat tingkat kesalahannya. Nanti untuk sanksi dan lainnya saya akan minta masukan dulu dari PPLH DLH," tukasnya. (yad/cal)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 09:30

Keseriusan Polisi Diragukan

BALIKPAPAN  -   Wajar saja tingkat kriminalitas di Kota Minyak semakin meresahkan warga.…

Rabu, 21 Februari 2018 09:19

Menantang Mahaguru

SEVILLE  -  Jam terbang entrenador Sevilla Vincenzo Montella di ajang Eropa, apalagi Liga…

Rabu, 21 Februari 2018 09:13

Perbedaan Gendam dan Hipnotis

BALIKPAPAN  -  Kasus pencurian motor dengan modus gendam di Balikpapan, menarik perhatian…

Rabu, 21 Februari 2018 09:11

Awas, Emosi Tidak Stabil Berpotensi Kena Gendam

BALIKPAPAN  -  Fenomena tindak kejahatan gendam tengah marak terjadi di Balikpapan.…

Rabu, 21 Februari 2018 09:08

Berharap Dermaga Lanal Dilanjutkan

BALIKPAPAN  -   Hari ini (21/2), jabatan komandan Lanal Balikpapan akan diisi pejabat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:05

Tergolong Sihir, Hukumnya Haram

BALIKPAPAN  -  Sebagian orang menganggap gendam merupakan ilmu yang dapat dipelajari…

Selasa, 20 Februari 2018 09:52

Cuaca Ekstrem Warnai Penemuan Fendi

BALIKPAPAN   -  Hari ketiga pencarian korban tenggelam, Nurfendi (46), akhirnya membuahkan…

Selasa, 20 Februari 2018 09:51

Terapkan Aturan Kemenhub, Pemancing Wajib Pakai Life Jacket

BALIKPAPAN  -  Setiap orang punya hobi. Namun, menyalurkan hobi juga butuh perhitungan. Terlebih…

Selasa, 20 Februari 2018 09:48

Cuaca Ekstrem, Waspada Pohon Tumbang

PENAJAM  -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau…

Selasa, 20 Februari 2018 09:45

Polda Kaltim Resmikan Tiga Satgas

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mewaspadai adanya kecurangan pada Pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .