MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Minggu, 17 Desember 2017 10:57
Diduga Tanpa IMB

Bangunan Roboh di Lamaru

MEMBAWA PETAKA: Bangunan roboh di Kelurahan Lamaru yang menyebabkan satu pekerja tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Runtuhnya salah satu lantai bangunan tingkat di Gang Sayur RT 20 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, yang menewaskan satu pekerja, serta membuat dua pekerja luka-luka, menjadi atensi khusus pihak kecamatan Balikpapan Timur. Pasalnya ini terkait proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diduga tidak dimiliki bangunan tersebut.

Padahal sesuai dengan ketentuan yang tertulis dalam Peraturan Daerah (Perda) No.3 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yaitu IMB adalah perizinan yang diberikan oleh pemerintah kota kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas atau mengurangi bangunan gedung sesuai dengan persyaratan adminisratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

“Untuk bangunan yang runtuh itu termasuk bangunan lama. Kebanyakan bangunan lama oleh pemiliknya tak dibuatkan IMB,” ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Timur, Achmad Mauluddin kepada Balikpapan Pos,Sabtu (16/17) kemarin.

Lanjut Achmad, kalau pun pemilik bangunan ingin mengubah konstruksi bangunan dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, juga harus melengkapi perizinan yang berlaku, salah satunya pembuatan IMB baru.

“Khusus untuk bangunan di RT 20 Lamaru yang runtuh itu, saya belum menerima berkas laporan dari pemiliknya,” akunya.

Seharusnya ini menjadi perhatian semua pihak terutama bagi mereka yang ingin mendirikan bangunan agar jangan membangun terlebih dahulu, sebelum surat perizinan keluar. Ada saja yang membangun duluan, lalu surat perizinan menyusul.

"Saya berharap warga mengurus IMB terlebih dahulu sebelum membangun. Hal ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2012 tentang IMB,” terangnya.

Menurut Achmad, bagi warga yang membangun tanpa IMB, maka bersiap-siaplah dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). "Kalau ada bangunan tanpa IMB dibongkar Sat Pol PP, jangan salahkan Pemkot. Untuk itu sebaiknya uruslah IMB terlebih dahulu, baru mendirikan bangunan. Jangan membangun dulu, baru urus IMB," tegasnya.

Dikemukakan, untuk mengurus IMB sebenarnya bukan hal sulit, apabila semua berkas sudah lengkap. Maksimal hanya perlu waktu 15 hari kerja. “15 hari kerja ini terhitung sejak berkas diterima,” akunya.

Sementara itu, Hd salah seorang warga sekitar menuturkan, bangunan yang rencananya akan dijadikan sarang burung walet tersebut dulunya sempat difungsikan menjadi indekos dan gudang pengepakan kepiting.

“Setahu saya yang disamping itu untuk gudang kepiting, sementara yang di belakang ini dijadikan indekos,” terang Hd yang namanya enggan dikorankan.

Sedangkan di bagian depan bangunan tempat tinggal, namun pemiliknya jarang sekali menetap di situ. Hanya sering terlihat Basiron yang diminta pemilik untuk menjaga rumah tersebut.

 “Kalau pemilik rumah setahu saya namanya Mahdi, tinggal di daerah Sepinggan,” terangnya.

Hd mengaku keberadaan indekos tersebut diduga kerap digunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Seperti contohnya beberapa waktu silam sebelum bangunan tersebut direnovasi, dirinya pernah melihat ada sepasang pria-wanita yang tidak dikenal masuk ke dalam kamar indekos yang ada di belakang, hanya saja Hd tak tahu apa yang dibuat pasangan itu selanjutnya. Hal seperti ini pun sudah berulang kali terjadi dan dilihat oleh sejumlah warga.

“Saya lihat itu pasangan naik lewat tangga yang disamping dan saat itu kalau nggak salah sekitar jam 1 malam (pukul 01.00 Wita dini hari,Red.),” akunya.

Sementara itu dari pantauan Balikpapan Pos, untuk menuju ke lokasi bangunan yang roboh memang cukup jauh, sekira 500 meter ke dalam dari akses Jalan Mulawarman. Di kawasan itu juga masih jarang terdapat bangunan rumah warga. Yang ada hanya rumah di samping dan di depan bangunan yang roboh itu, sementara rumah yang lainnya jaraknya cukup jauh dibatasi ladang kebun milik warga.

Seperti diberitakan, bangunan lantai dua di Gang Sayur RT 20 Kelurahan Lamaru yang akan direnovasi menjadi sarang walet, pada Jumat (15/12) kemarin pukul 10.15 Wita mendadak roboh. Tiga orang jadi korban dari lima buruh yang bekerja di dalam bangunan itu. Satu di antaranya tewas tertimbun bangunan atas nama Ngadiran (57), dua luka, dua lainnya selamat setelah melarikan diri. (dan/cal)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .