MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Minggu, 07 Januari 2018 08:29
Ayo, Bermain Airsoft Gun Bersama Areborn SC
HOBI:Aksi tembak-menembak menggunakan airsoft gun seperti yang dilakukan Komunitas Areborn SC Balikpapan ternyata cukup mengasyikan.(ISTIMEWA)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Seiring perkembangan zaman, aktifitas menembak telah menjadi hobi yang digandrungi banyak orang. Keterampilan menembak tidak hanya menjadi kemampuan pasukan di kesatuan TNI maupun Polri, namun keahlian tersebut mulai dimiliki individu dari kalangan sipil. Tak terkecuali bagi orang-orang yang tergabung dalam Komunitas Areborn SC Balikpapan.

Areborn SC adalah komunitas pecinta airsoft gun. Bagi mereka, insiden kontak unit di dalam arena baku tembak merupakan permainan yang menyenangkan.

Permainan airsoft gun adalah olahraga yang cukup menantang untuk saling beradu keterampilan memainkan unit (istilah untuk senjata airsoft gun), melumpuhkan musuh untuk menyelesaikan suatu misi dan memacu adrenalin melalui keterlibatan di arena baku tembak.

“Carpe Diem itu merupakan istilah dalam bahasa latin yang artinya petiklah hari. Maksudnya, kita harus menikmati setiap waktu yang kita punya. Kita menikmati waktu dengan hobi yang kita punya yakni dengan airsoft gun,” kata Humas Areborn SC Balikpapan, Amir kepada Balikpapan Pos, Sabtu (6/1).

Bermain airsoft gun telah menjadi rutinitasnya sehari-hari. Selain untuk mengisi waktu luang, rutinitas yang dilakukannya juga menjadi ajang untuk melatih keterampilan menembak.

“Tugas kami sebagai komunitas yakni mengedukasi publik dengan menyebarkan pemahaman tentang apa itu airsoft gun. Permainan ini bukan sesuatu hal yang berbahaya, namun tetap harus mengedepankan pengaman,” jelasnya.

Ia menuturkan, airsoft gun merupakan replika senjata api yang memiliki daya ledak dibawah 600 FPS (satuan daya tembak unit airsoft gun). Jarak ideal daya tembak replika senjata api tersebut mencapai 15-20 meter dengan peluru plastik. Peluru yang digunakan berdiameter 6 mm dengan bobot berkisar antara 0,2 hingga 0,25 gram.

“Jadi aman kalau pun ditembakkan ke badan. Kalau yang daya tembaknya diatas 600 FPS itu klasifikasinya sudah lari ke senapan angin atau air gun. Dan itu tidak layak ditembakkan ke badan manusia atau tubuh hewan maupun benda- benda yang berpotensi mengalami kerusakan,” ujarnya.

Senjata air gun tidak layak ditembakkan ke area badan karena sifatnya dapat melukai. Dampak yang dapat ditimbulkannya jauh lebih tinggi ketimbang unit air soft gun sendiri.

"Itulah sebabnya, permainan airsoft gun telah mendapat legalitas, sementara air gun tetap dilarang atau tidak diperkenankan jadi permainan," ucapnya.

Permainan airsoft gun menjadi ajang mengasah keterampilan menembak. Permainan tersebut juga menjadi sarana menguji nyali, melatih kemampuan berfikir jernih ketika melakukan pergerakan yang bersifat reaksi cepat.

Permainan airsoft gun bisa diwujudkan dalam suatu simulasi tempur, operasi penyergapan serta misi penyelamatan sandera. Itulah sebabnya, tiap – tiap airsofter (sebutan para pemain airsoft) dituntut memiliki kejelian, terutama dalam menjalankan strategi penyerangan demi melumpuhkan kekuatan lawan.

“Simulasi tempur yang biasa kita lakukan ada yang disebut three on three atau five on five. Itu maksudnya pertempuran tiga orang airsofter melawan tiga musuh, dan biasanya kalau yang out door kita menerapkan lima lawan lima,” katanya.

Ia menambahkan, komunitas Areborn SC Balikpapan biasa melakukan kegiatan rutin setiap akhir pekan.

“Kita latihan biasanya sekali kali dalam seminggu untuk meningkatkan kemampuan dan ajang silahturahmi bersama anggota,” ujarnya.

Strategi peningkatan kemampuan, utamanya skil menembak telah dirancang sedemikian rupa. Setiap individu yang tergabung dalam komunitas airsoft gun diwajibkan untuk mengedepankan aspek kedisiplinan.

"Para anggota komunitas utamanya Areborn SC diharuskan mematuhi aturan yang tertuang sebagai kode etik dalam anggaran dasar dan aturan rumah tangga (AD-ART) organisasi," akunya.

Dalam kode etik tersebut juga diatur mengenai bagaimana masing-masing pemilik replika senjata memperlakukan unitnya masing- masing. Setiap unit airsoft benar-benar harus diperlakukan seperti memelihara senjata api.

"Seorang airsofter sejati tidak diperkenankan menodongkan unitnya kearah wajah atau badan yang berpotensi berdampak buruk, artinya dapat menimbulkan dampak yang merugikan atau menyakiti orang lain diluar arena permainan," tandasnya.

Dalam permainan airsoft, para airsofter harus mengutamakan aspek sportifitas. Setiap pemain yang terkena peluru (Ball Biring/Ball Balet) wajib menyatakan hit untuk menandakan dirinya kalah. Setiap anggota tim yang telah terkena, secara kooperatif mengeluarkan diri dari arena simulasi tempur.

“Kalau sudah mengatakan hit, mengangkat senjata maka tidak boleh ditembaki lagi. Begitu juga, ketika pemain yang bersangkutan sudah hit, maka dia tidak boleh lagi untuk menembak lawan," tutupnya. (fdy/vie)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .