MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 10 Januari 2018 07:58
Anemia, Hani Belum Bisa Diperiksa

Kasus Penemuan Jasad Bayi di Toilet Pesawat

ABORSI: Hani (kanan) belum bisa diperiksa karena kondisinya masih lemah dan menderita anemia.

PROKAL.CO, JAKARTA  –   Pihak kepolisian belum bisa memeriksa Hani binti Kahid Uta, perempuan yang mengaku membuang bayi di toilet pesawat Etihad, karena kondisinya masih lemah dan menderita anemia. Sejak Senin (8/1) hingga kemarin (9/1), Hani masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

      Hani ditempatkan di lantai 3 ruang perawatan VIP Gedung Anton Soedjarwo RS Polri. TKI asal Cianjur yang baru pulang dari Abu Dhabi, UEA, itu didampingi suaminya, Asep Saefullah alias Soleh dan anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta.  Sebanyak 12 anggota tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, psikolog, dan ahli gizi memantau kondisi Hani selama menjalani perawatan.

      Ruang perawatan Hani tertutup dan hanya bisa diakses secara terbatas oleh keluarga dan pihak tertentu. “Pasien Hani tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.00 kemarin (Senin, 8/1). Kami langsung melakukan pemeriksaan,,” kata Kepala Bidang Palayanan Medik dan Perawatan RS Polri Yayok Witarto kemarin (9/1).

      Dari hasil pemeriksaan, Hani mengalami kekurangan darah (anemia). Yayok mengatakan, tim dokter sudah melakukan transfusi darah dan pemberian obat-obatan kepada Hani. “Saat ini sudah relatif baik dari sebelumnya,” katanya. 

      Yayok mengatakan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya persalinan yang tidak normal pada Hani. Pendarahannya hanya nifas yang biasa terjadi setelah melahirkan. Meski demikian, menurut Yayok, pihaknya tidak bisa menyimpulkan bagaimana sebenarnya kondisi persalinan Hani. “Termasuk aborsi atau tidak itu nanti butuh pemeriksaan lebih lanjut, kami merawat saja,” katanya.

      Selain itu, jenazah bayi yang dilahirkan Hani juga masih disimpan di instalasi kamar jenazah RS Polri. Yayok mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari penyidik untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut. Belum ada rencana akan diserahkan ke pihak keluarga.

      Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa seorang saksi dari maskapai Etihad untuk menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur penerbangan. "Sudah kita periksa kemarin malam (Senin, 8/1), ada satu orang. Dan itu adalah orang yang saat kejadian berada di pesawat Etihad yang ditumpangi ibu Hani itu," ungkap Kapolres Bandara Seokarno-Hatta Kombes Pol Yusep Gunawan.

      Dia menjelaskan, kondisi Hani yang lemah, belum memungkinkan untuk diperiksa lebih lanjut. "Sekarang biar dirawat dulu. Di sana (RS Polri, Red) dijaga anggota kita dan juga ada keluarganya yang memang sudah kita hubungi," terangnya.

      Seperti diketahui, pada Sabtu (6/1) sekitar pukul 18.00, petugas kebersihan menemukan mayat bayi di tempat sampah toilet pesawat Etihad dengan nomor penerbangan EY 474. Hani mengakui telah membuang bayi tersebut sesaat setelah melahirkan. Polisi tengah mengusut proses persalinan Hani untuk memastikan pengakuan tersebut.

      Hani sendiri baru pulang dari Abu Dhabi. Empat jam setelah pesawat terbang dari Abu Dhabi pada pukul 02.20 waktu setempat, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat, itu mengeluhkan sakit. Dia juga mengalami pendarahan. Karena kondisi perempuan 37 tahun tersebut cukup parah, kru pesawat memindahkannya ke kelas bisnis. Tujuannya, dia bisa beristirahat dengan lebih baik. Dia pun mendapat bantuan oksigen.

      Saat pesawat singgah di Bandara Don Mueang, Bangkok, Hani disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tapi,  sebelum turun, Hani sempat ke toilet pesawat Etihad. Selanjutnya dia terbang dengan maskapai AirAsia QW 253. (tau/gih/agm/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 08:23

Kabur, Tahanan Kejaksaan Didor

Pontianak -  RK. Rosid, warga Desa Sungai Radak Dua, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya ini…

Jumat, 19 Januari 2018 08:21

Barang Asal Tiongkok Diselundupkan

TARAKAN  –  Posisi Kalimantan Utara yang berada di perbatasan dan menjadi salah satu…

Jumat, 19 Januari 2018 08:21

Spesialis Pencuri Rumah Ditembak

MANADO  —  Tim Resmob Satreskrim Polresta Manado kembali mencengkeram residivis spesialis…

Jumat, 19 Januari 2018 08:19

Diamuk Massa, Penjambret Tewas

LUBUKLINGGAU  -  Makin banyak pelaku kejahatan yang tewas, baik oleh amuk massa maupun tindak…

Jumat, 19 Januari 2018 08:18

Teringat Anak, Motif Pelaku Menculik

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari akhirnya meringkus pelaku…

Jumat, 19 Januari 2018 08:17

Empat Rumah Jadi Arang

SANGATTA   -  Empat Kepala Keluarga (KK) yakni Rukiah, Usni, Saidah Cerol, dan Samsudin masing…

Kamis, 18 Januari 2018 08:31

Minta Google Blokir Aplikasi LGBT

JAKARTA   - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menemukan 169 situs Lesbi…

Kamis, 18 Januari 2018 08:29

Sopir Ugal-Ugalan Tabrak Dua Warga

PANGKALAN LADA   –   Kecelakaan tragis terjadi di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan…

Kamis, 18 Januari 2018 08:28

Ngaku Cuma Iseng, Peremas Payudara Dicokok

KOTA DEPOK  -  Aksi pelecehan seksual yang selama ini menghantui wanita pejalan kaki di Kota…

Kamis, 18 Januari 2018 08:27

Daya Ledak Mencapai 1 Km

TARAKAN  –   Mortir peninggalan Perang Dunia II satu per satu ditemukan di Tarakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .