MANAGED BY:
SABTU
21 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Rabu, 10 Januari 2018 07:58
Anemia, Hani Belum Bisa Diperiksa

Kasus Penemuan Jasad Bayi di Toilet Pesawat

ABORSI: Hani (kanan) belum bisa diperiksa karena kondisinya masih lemah dan menderita anemia.

PROKAL.CO, JAKARTA  –   Pihak kepolisian belum bisa memeriksa Hani binti Kahid Uta, perempuan yang mengaku membuang bayi di toilet pesawat Etihad, karena kondisinya masih lemah dan menderita anemia. Sejak Senin (8/1) hingga kemarin (9/1), Hani masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

      Hani ditempatkan di lantai 3 ruang perawatan VIP Gedung Anton Soedjarwo RS Polri. TKI asal Cianjur yang baru pulang dari Abu Dhabi, UEA, itu didampingi suaminya, Asep Saefullah alias Soleh dan anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta.  Sebanyak 12 anggota tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, psikolog, dan ahli gizi memantau kondisi Hani selama menjalani perawatan.

      Ruang perawatan Hani tertutup dan hanya bisa diakses secara terbatas oleh keluarga dan pihak tertentu. “Pasien Hani tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.00 kemarin (Senin, 8/1). Kami langsung melakukan pemeriksaan,,” kata Kepala Bidang Palayanan Medik dan Perawatan RS Polri Yayok Witarto kemarin (9/1).

      Dari hasil pemeriksaan, Hani mengalami kekurangan darah (anemia). Yayok mengatakan, tim dokter sudah melakukan transfusi darah dan pemberian obat-obatan kepada Hani. “Saat ini sudah relatif baik dari sebelumnya,” katanya. 

      Yayok mengatakan, pihaknya belum menemukan indikasi adanya persalinan yang tidak normal pada Hani. Pendarahannya hanya nifas yang biasa terjadi setelah melahirkan. Meski demikian, menurut Yayok, pihaknya tidak bisa menyimpulkan bagaimana sebenarnya kondisi persalinan Hani. “Termasuk aborsi atau tidak itu nanti butuh pemeriksaan lebih lanjut, kami merawat saja,” katanya.

      Selain itu, jenazah bayi yang dilahirkan Hani juga masih disimpan di instalasi kamar jenazah RS Polri. Yayok mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari penyidik untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut. Belum ada rencana akan diserahkan ke pihak keluarga.

      Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa seorang saksi dari maskapai Etihad untuk menyelidiki dugaan pelanggaran prosedur penerbangan. "Sudah kita periksa kemarin malam (Senin, 8/1), ada satu orang. Dan itu adalah orang yang saat kejadian berada di pesawat Etihad yang ditumpangi ibu Hani itu," ungkap Kapolres Bandara Seokarno-Hatta Kombes Pol Yusep Gunawan.

      Dia menjelaskan, kondisi Hani yang lemah, belum memungkinkan untuk diperiksa lebih lanjut. "Sekarang biar dirawat dulu. Di sana (RS Polri, Red) dijaga anggota kita dan juga ada keluarganya yang memang sudah kita hubungi," terangnya.

      Seperti diketahui, pada Sabtu (6/1) sekitar pukul 18.00, petugas kebersihan menemukan mayat bayi di tempat sampah toilet pesawat Etihad dengan nomor penerbangan EY 474. Hani mengakui telah membuang bayi tersebut sesaat setelah melahirkan. Polisi tengah mengusut proses persalinan Hani untuk memastikan pengakuan tersebut.

      Hani sendiri baru pulang dari Abu Dhabi. Empat jam setelah pesawat terbang dari Abu Dhabi pada pukul 02.20 waktu setempat, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat, itu mengeluhkan sakit. Dia juga mengalami pendarahan. Karena kondisi perempuan 37 tahun tersebut cukup parah, kru pesawat memindahkannya ke kelas bisnis. Tujuannya, dia bisa beristirahat dengan lebih baik. Dia pun mendapat bantuan oksigen.

      Saat pesawat singgah di Bandara Don Mueang, Bangkok, Hani disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tapi,  sebelum turun, Hani sempat ke toilet pesawat Etihad. Selanjutnya dia terbang dengan maskapai AirAsia QW 253. (tau/gih/agm/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 08:23

Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Istri

MUARATEBO  –   Masih ingat kasus yang menewaskan seorang perempuan, Sujiati (37) warga…

Jumat, 20 April 2018 08:21

Dua Penjahat Narkoba Dicokok

SANGATTA   -   Dua penjahat narkoba terpaksa ditangkap aparat kepolisian. …

Jumat, 20 April 2018 08:19

Kurir SS, Janda Divonis Lima Tahun

SURABAYA   -  Tertunduk manis. Begitulah ekspresi yang ditunjukkan oleh Dia Lidiawati,24,…

Jumat, 20 April 2018 08:18

Bermodal Dusta, Raup Puluhan Juta

BANJARMASIN  - Bermodalkan akal licik dan dusta,  Sabri (36) warga Jalan Kelayan A No 33 RT…

Kamis, 19 April 2018 08:26

PT WIN di Kutim Bermasalah dengan Buruhnya

SANGATTA  -   Sejumlah buruh PT Wira Inova Nusantara (WIN) yang tergabung di dalam Serikat…

Kamis, 19 April 2018 08:24

Dua Pelajar Diciduk Transaksi Sabu-Sabu

SURABAYA   -  Penasaran dengan sensasi menikmati sabu-sabu (SS), membuat dua pelajar…

Kamis, 19 April 2018 08:22

Bos Pabrik Miras Pembunuh 51 Orang Dibekuk

JAKARTA  —   Polda Jawa Barat yang bertekad untuk membongkar habis pabrik miras…

Rabu, 18 April 2018 08:38

Kecelakaan Karambol Terjadi

NGAWI  –  Kurun dua minggu ini, sudah dua insiden kecelakaan terjadi di Ngawi. Dimulai…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Sabu Senilai Rp7,5 Miliar Diamankan

PEKANBARU  -   Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau kembali berhasil…

Rabu, 18 April 2018 08:36

Tiga Budak Sabu Digerebek di Kantor Ekspedisi

SURABAYA  -  Tiga budak sabu-sabu (SS) harus berurusan dengan Polsek Wiyung. Sebab, mereka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .