MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Rabu, 10 Januari 2018 09:52
Tiga Warga Balikpapan Dibekuk

Spesialis Pencuri Barang Elektonik

NEKAT: Tiga warga Balikpapan (dilingkari) terlibat dalam kasus pencurian di Penajam.

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Polres Penajam Penajam Paser Utara (PPU) menangkap tiga warga Balikpapan yang terlibat dalam kasus pencurian. Dari tiga pelaku ini masing-masing memiliki peran sebagai pemetik, penjual, dan penadah. Tersangka Syahban (39) sebagai pemetik atau pencuri dan Rahcmad Daminto alias Anto (36) sebagai penjual hasil curian, serta penadah bernama Junaidi Firdaus (41). Syahban dan Anto tinggal bersama di sebuah indekos di RT 6 Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah. Junaidi berdomisili di Jalan MT Haryono Balikpapan Selatan. Mereka diringkus oleh jajaran Satreskrim di Balikpapan, Jumat (5/1).

Kapolres PPU AKBP Sabil Umar mengungkapkan, tersangka Syahban kerap kali melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Penajam pada Desember 2017 dan Januari 2018. Pelaku pencurian spesialis barang elektonik atau telepon genggam ini terungkap pada saat korban melaporkan kejadian yang dialaminya. Kemudian jajaran Satreskrim melakukan penyelidikan dan pelaku berhasil diendus.

“Ketika anggota mendeteksi keberadaan pelaku yang berdomisili di Balikpapan. Kemudian mendapat informasi bahwa tersangka Anto sering menjual handphone yang diduga hasil curian ke salah satu counter handphone milik Junaidi. Setelah Syahban dan Anto ditangkap di rumah kontrakannya di Gunung Sari Ulu, setelah itu anggota menangkap penadah barang curian bernama Junaidi,” kata Sabil Umar kepada wartawan pada saat menggelar press release kasus pencurian, penggelapan mobil, dan narkoba di Mapolres PPU, Selasa (9/10).

Selain menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam kasus pencurian ini, polisi juga mengamankan barang bukti 10 unit handphone berbagai merk. Sabil Umar mengungkapkan, telepon genggam hasil curian itu dijual dengan harga Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per unit kepada penadah. “Handphone yang seharusnya harga Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta dijual di bawah harga standar. Kalau sudah ada harga handphone di bawah harga pasaran, itu sudah jadi tanda tanya,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan Syahban, ia kerap kali melakukan pencurian di wilayah PPU dan Balikpapan. Dalam semalam minimal empat rumah yang dibobol. “Setiap kali turun (mencuri, Red.) jam 3 dini hari, saya masuk dengan mencongkel jendela menggunakan obeng,” aku Syahban.

Setiap kali membobol rumah, Syahban mengaku tidak pernah terendus oleh korban. Selama ini, pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan aksi pencurian. “Korban tidak bangun. Yang saya ambil itu rata-rata handphone saja. Kalau tidak salah sudah ada delapan rumah yang pernah saya bobol,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres mengimbau kepada seluruh warga yang merasa pernah menjadi korban pencurian handphone segera melapor ke Mapolres PPU. Karena pihaknya akan mengembalikan barang bukti yang diamankan tersebut setelah melalui proses hukum terhadap tersangka. “Silakan datang ke kantor. Kami berusaha tidak mempersulit untuk pengembalian barang bukti itu kepada korban,” imbuhnya. (kad/cal)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .