MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Januari 2018 08:16
Bandara Soetta Tempat Favorit Penyelundupan

Belum Terbangun Komunikasi Antar Lembaga

PINTU GERBANG: Bandara Soekarno-Hatta yang butuh pengawasan ketat karena menjadi jalur penyelundupan narkoba.

PROKAL.CO, TANGERANG  -  Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih berpotensi jadi tempat favorit para pelaku kejahatan untuk menyelundupkan narkoba dan barang ilegal lain. Pemilihan bandara internasional ini menjadi jalur pengiriman barang ilegal tersebut diduga lantaran adanya kelemahan pengawasan.

Akibatnya, aksi kejahatan ini terus terjadi dan digagalkan oleh pihak terkait. (lihat grafis) Humas PT Angkasa Pura (AP) II, Yudo Yarismano mengatakan, munculnya kasus penyelundupan barang ilegal oleh para pelaku kejahatan itu karena beberapa sebab.

Salah satunya kelemahan pengawasan pihaknya terdahulu terhadap pemeriksaan barang bawaan penumpang. Sehingga, hal itu pula yang menjadi cikal bakal aksi kejahatan ini terus dilakukan para pelaku kejahatan.  “Mungkin dulu pengawasan di bandara belum seketat seperti sekarang ini. Jadi celah itu digunakan para pelaku untuk membawa dan mengirimkan barang illegal, baik dari dalam dan luar negeri. Sampai sekarang pun pelakunya masih berusaha mencoba melakukan itu, tetapi tidak tercapai,” katanya, kemarin (09/01).

Dijelaskan, ada beberapa barang ilegal yang hendak diselundupkan pelaku kejahatan melalui jalur udara di Bandara Soetta. Di antaranya, narkotika golongan satu seperti sabu, ganja, dan heroin, ekstasi, hingga hewan serta tumbuhan langka, sampai penjualan orang yang bernilai miliaran rupiah. Aksi kejahatan ini pun dilakukan oleh sindikat kejahatan internasional dan nasional yang wara-wiri di bandara internasional tersebut. “Banyak cara yang mereka lakukan agar barang ilegal ini lolos sampai tempat tujuan. Pelakunya juga datang dari WNA dan WNI yang sudah terorganisir dengan para bosnya. Kalau dinominalkan mencapai puluhan miliar lah,” jelasnya. Karena jadi sasaran empuk untuk jalur penyelundupan barang haram dan satwa serta tumbuhan langka dan dilindungi, Yodo mengungkapkan, PT AP II telah melakukan upaya konkret.

Yakni mulai memperketat pengamanan dan pengawasan barang bawaan penumpang di bandara dengan beberapa pihak. Mulai dari Kepolisian, TNI, Aviation Security, BNN, Kementerian Pertanian (Kementan), sampai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Direktorat Jenderal Bea Cukai Bandara Soetta.  

“Kami sudah berusaha maksimal menggagalkan aksi kejahatan mereka ini dengan kerjasama mengamankan Bandara. Semua barang bawaan penumpang kami cek dan diperiksa menggunakan alat canggih sama pemeriksaan manual, jika mencurigakan. Pengawasan itu dilakukan di terminal keberangkatan dan kedatangan,” paparnya.

Yudo menegaskan, pemeriksaan barang bawaan itu diberlakukan jajarannya kepada seluruh penumpang dari luar dan dalam negeri. Untuk penumpang internasional ada pemeriksaan screening. PT AP II pun berjanji akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan tersebut yang akan melakukan penyelundupan barang ilegal dan terlarang melalui jalur udara.??

Sementara, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Robert Leonard Marbun menjelaskan, jika pemberantasan aksi penyelundupan barang ilegal melalui jalur udara di Bandara Soetta saat ini terbilang sangat sulit. Sebab, modus baru terus dikembangkan oleh para pelaku. Sehingga, kata dia, formulasi pengembangan sistem pemeriksaan barang bawaan para calon penumpang masih terus dilakukan. “Modus yang dilakukan para penyelundup ini terus berkembang. Nah di sini kami mulai merancang sistem pengawasan barang bawaan. Kalau tidak punya cara jitu maka barang selundupan mereka pasti akan ada yang lolos,” ungkapnya.

Para pelaku penyelundup narkotika ini merupakan warga Indonesia, China, Australia, hingga Nigeria. Barang haram yang diselundupkan ke Indonesia ini datang dari China, Bangkok, Nigeria, Malaysia sampai Amerika. Tujuan peredaran narkotika ini adalah Jakarta, Depok, Medan, Surabaya, Tangerang, Makasar, Bali, dan beberapa daerah lain.??Menanggapi itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menuturkan, Bandara Soetta menjadi tempat favorit menyelundupkan narkotika oleh para pelaku disebabkan satu factor, yakni tidak adanya komunikasi, baik yang dibangun PT AP II atau lembaga-lembaga terkait sehingga sistem keamanan pun menjadi tidak efektif. Padahal komunikasi ini sangat diperlukan untuk mencegah segela model baru aksi pengiriman barang ilegal ini dari dalam atau luar negeri.

“Di sana semua berjalan masing-masing saja, jadi karena tidak kompak ini jadi celah untuk dimainkan para pelaku kejahatan. Mungkin yang terungkap masih sedikit dengan aksi yang sudah dilakukan. Kesalahan yang paling telak adalah tidak adanya komunikasi di antara pengelola bandara internasional ini,” tuturnya.

Leksmono pun menambahkan, pengawasan dan penjagaan yang ketat harus juga dilakukan pada pengiriman barang melalui jasa kargo. Karena di sana akan menjadi celah baru bagi para penyelundup untuk mengirimkam narkotika lantaran jalur penumpang sudah mulai diperketat. Artinya masih ada ruang kosong yang belum diawasi PT AP II dalam menangkal kejahatan terselubung dan terorganisir tersebut. (cok/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:18

Amin Santono Didakwa Terima Suap Rp 3,3 Miliar

JAKARTA   -  Mantan anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Demokrat, Amin Santono didakwa menerima…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:16

Bupati HST Divonis 6 Tahun Penjara

BUPATI  nonaktif  Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif divonis enam tahun penjara oleh Hakim…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Jumat, 21 September 2018 08:15

Berlian Rp 3 M Roro Fitria Dicuri

JAKARTA  -  Saat rumahnya dijebol, kerugian Roro Fitria ditafsir hingga Rp 3 miliar. Berlian…

Kamis, 20 September 2018 08:04

Bos Abu Tours Cuci Uang Jemaah Rp 1,2 T

MAKASAR   -   Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa bos Abu Tours, Hamzah Mamba menggunakan uang…

Kamis, 20 September 2018 08:02

Polisi Bongkar Penjualan Obat Ilegal

JAKARTA   -   Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap…

Kamis, 20 September 2018 08:01

Patah AS, Bahu ANS Nyungsep

INDERALAYA  -  Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ANS jurusan Jakarta-Padang Bukti…

Kamis, 20 September 2018 08:00

Kolor Ijo Teror Warga Sidrap

SIDRAP  --  Isu kolor ijo masih menghantui warga Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe,…

Kamis, 20 September 2018 07:58

Bocah Perempuan Nyaris Diculik Pria Bermotor

Bandung   -  Bocah perempuan berusia 10 tahun nyaris diculik dua pria bermotor di Kota Bandung.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .