MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Januari 2018 08:16
Bandara Soetta Tempat Favorit Penyelundupan

Belum Terbangun Komunikasi Antar Lembaga

PINTU GERBANG: Bandara Soekarno-Hatta yang butuh pengawasan ketat karena menjadi jalur penyelundupan narkoba.

PROKAL.CO, TANGERANG  -  Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih berpotensi jadi tempat favorit para pelaku kejahatan untuk menyelundupkan narkoba dan barang ilegal lain. Pemilihan bandara internasional ini menjadi jalur pengiriman barang ilegal tersebut diduga lantaran adanya kelemahan pengawasan.

Akibatnya, aksi kejahatan ini terus terjadi dan digagalkan oleh pihak terkait. (lihat grafis) Humas PT Angkasa Pura (AP) II, Yudo Yarismano mengatakan, munculnya kasus penyelundupan barang ilegal oleh para pelaku kejahatan itu karena beberapa sebab.

Salah satunya kelemahan pengawasan pihaknya terdahulu terhadap pemeriksaan barang bawaan penumpang. Sehingga, hal itu pula yang menjadi cikal bakal aksi kejahatan ini terus dilakukan para pelaku kejahatan.  “Mungkin dulu pengawasan di bandara belum seketat seperti sekarang ini. Jadi celah itu digunakan para pelaku untuk membawa dan mengirimkan barang illegal, baik dari dalam dan luar negeri. Sampai sekarang pun pelakunya masih berusaha mencoba melakukan itu, tetapi tidak tercapai,” katanya, kemarin (09/01).

Dijelaskan, ada beberapa barang ilegal yang hendak diselundupkan pelaku kejahatan melalui jalur udara di Bandara Soetta. Di antaranya, narkotika golongan satu seperti sabu, ganja, dan heroin, ekstasi, hingga hewan serta tumbuhan langka, sampai penjualan orang yang bernilai miliaran rupiah. Aksi kejahatan ini pun dilakukan oleh sindikat kejahatan internasional dan nasional yang wara-wiri di bandara internasional tersebut. “Banyak cara yang mereka lakukan agar barang ilegal ini lolos sampai tempat tujuan. Pelakunya juga datang dari WNA dan WNI yang sudah terorganisir dengan para bosnya. Kalau dinominalkan mencapai puluhan miliar lah,” jelasnya. Karena jadi sasaran empuk untuk jalur penyelundupan barang haram dan satwa serta tumbuhan langka dan dilindungi, Yodo mengungkapkan, PT AP II telah melakukan upaya konkret.

Yakni mulai memperketat pengamanan dan pengawasan barang bawaan penumpang di bandara dengan beberapa pihak. Mulai dari Kepolisian, TNI, Aviation Security, BNN, Kementerian Pertanian (Kementan), sampai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Direktorat Jenderal Bea Cukai Bandara Soetta.  

“Kami sudah berusaha maksimal menggagalkan aksi kejahatan mereka ini dengan kerjasama mengamankan Bandara. Semua barang bawaan penumpang kami cek dan diperiksa menggunakan alat canggih sama pemeriksaan manual, jika mencurigakan. Pengawasan itu dilakukan di terminal keberangkatan dan kedatangan,” paparnya.

Yudo menegaskan, pemeriksaan barang bawaan itu diberlakukan jajarannya kepada seluruh penumpang dari luar dan dalam negeri. Untuk penumpang internasional ada pemeriksaan screening. PT AP II pun berjanji akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan tersebut yang akan melakukan penyelundupan barang ilegal dan terlarang melalui jalur udara.??

Sementara, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Robert Leonard Marbun menjelaskan, jika pemberantasan aksi penyelundupan barang ilegal melalui jalur udara di Bandara Soetta saat ini terbilang sangat sulit. Sebab, modus baru terus dikembangkan oleh para pelaku. Sehingga, kata dia, formulasi pengembangan sistem pemeriksaan barang bawaan para calon penumpang masih terus dilakukan. “Modus yang dilakukan para penyelundup ini terus berkembang. Nah di sini kami mulai merancang sistem pengawasan barang bawaan. Kalau tidak punya cara jitu maka barang selundupan mereka pasti akan ada yang lolos,” ungkapnya.

Para pelaku penyelundup narkotika ini merupakan warga Indonesia, China, Australia, hingga Nigeria. Barang haram yang diselundupkan ke Indonesia ini datang dari China, Bangkok, Nigeria, Malaysia sampai Amerika. Tujuan peredaran narkotika ini adalah Jakarta, Depok, Medan, Surabaya, Tangerang, Makasar, Bali, dan beberapa daerah lain.??Menanggapi itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menuturkan, Bandara Soetta menjadi tempat favorit menyelundupkan narkotika oleh para pelaku disebabkan satu factor, yakni tidak adanya komunikasi, baik yang dibangun PT AP II atau lembaga-lembaga terkait sehingga sistem keamanan pun menjadi tidak efektif. Padahal komunikasi ini sangat diperlukan untuk mencegah segela model baru aksi pengiriman barang ilegal ini dari dalam atau luar negeri.

“Di sana semua berjalan masing-masing saja, jadi karena tidak kompak ini jadi celah untuk dimainkan para pelaku kejahatan. Mungkin yang terungkap masih sedikit dengan aksi yang sudah dilakukan. Kesalahan yang paling telak adalah tidak adanya komunikasi di antara pengelola bandara internasional ini,” tuturnya.

Leksmono pun menambahkan, pengawasan dan penjagaan yang ketat harus juga dilakukan pada pengiriman barang melalui jasa kargo. Karena di sana akan menjadi celah baru bagi para penyelundup untuk mengirimkam narkotika lantaran jalur penumpang sudah mulai diperketat. Artinya masih ada ruang kosong yang belum diawasi PT AP II dalam menangkal kejahatan terselubung dan terorganisir tersebut. (cok/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

Aniaya Bayi, Ayah Tiri Dipolisikan

BITUNG   —  Kejadian tragis dialami bayi laki-laki yang masih…

Selasa, 11 Desember 2018 07:49

Pungli Prona, Ketua RT Jadi Tersangka

TANJUNG   -   Ketua RT 5 Desa Uwi Kecamatan Muara…

Selasa, 11 Desember 2018 07:47

Pasang Tiang, Jatuh Tersengat Listrik

BANJARMASIN   -  Empat pekerja pemasang tiang Internet dilarikan ke…

Selasa, 11 Desember 2018 07:45

Warga Pantai Lango ‘Seruduk’ BPN

PENAJAM   -   Warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam,…

Senin, 10 Desember 2018 07:51

Baru Tiga Minggu Kerja, Maut Menjemput

PALU   -  Korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pimpinan…

Senin, 10 Desember 2018 07:48

TNI Bantah Serang KKSB Pakai Bom

Jakarta  -  TNI membantah tudingan menggunakan serangan bom saat melakukan…

Senin, 10 Desember 2018 07:47

Rektor Janji Beri Konfirmasi

Pekanbaru   -  Rektor sebuah kampus di Pekanbaru, Riau, inisial MR…

Senin, 10 Desember 2018 07:46

Bermain di Laut, Tiga Siswa SD Hilang

BARRU  --  Tiga siswa Sekolah Dasar (SD) dilaporkan hilang di…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:31

Dua Polisi Ditangkap Selundupkan Narkotika

KUTACANE  –  Dua oknum kepolisian Polres Gayo Lues, berpangkat Brigadir…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:29

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

JAKARTA –  Laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI (ORI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .