MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Januari 2018 08:16
Bandara Soetta Tempat Favorit Penyelundupan

Belum Terbangun Komunikasi Antar Lembaga

PINTU GERBANG: Bandara Soekarno-Hatta yang butuh pengawasan ketat karena menjadi jalur penyelundupan narkoba.

PROKAL.CO, TANGERANG  -  Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih berpotensi jadi tempat favorit para pelaku kejahatan untuk menyelundupkan narkoba dan barang ilegal lain. Pemilihan bandara internasional ini menjadi jalur pengiriman barang ilegal tersebut diduga lantaran adanya kelemahan pengawasan.

Akibatnya, aksi kejahatan ini terus terjadi dan digagalkan oleh pihak terkait. (lihat grafis) Humas PT Angkasa Pura (AP) II, Yudo Yarismano mengatakan, munculnya kasus penyelundupan barang ilegal oleh para pelaku kejahatan itu karena beberapa sebab.

Salah satunya kelemahan pengawasan pihaknya terdahulu terhadap pemeriksaan barang bawaan penumpang. Sehingga, hal itu pula yang menjadi cikal bakal aksi kejahatan ini terus dilakukan para pelaku kejahatan.  “Mungkin dulu pengawasan di bandara belum seketat seperti sekarang ini. Jadi celah itu digunakan para pelaku untuk membawa dan mengirimkan barang illegal, baik dari dalam dan luar negeri. Sampai sekarang pun pelakunya masih berusaha mencoba melakukan itu, tetapi tidak tercapai,” katanya, kemarin (09/01).

Dijelaskan, ada beberapa barang ilegal yang hendak diselundupkan pelaku kejahatan melalui jalur udara di Bandara Soetta. Di antaranya, narkotika golongan satu seperti sabu, ganja, dan heroin, ekstasi, hingga hewan serta tumbuhan langka, sampai penjualan orang yang bernilai miliaran rupiah. Aksi kejahatan ini pun dilakukan oleh sindikat kejahatan internasional dan nasional yang wara-wiri di bandara internasional tersebut. “Banyak cara yang mereka lakukan agar barang ilegal ini lolos sampai tempat tujuan. Pelakunya juga datang dari WNA dan WNI yang sudah terorganisir dengan para bosnya. Kalau dinominalkan mencapai puluhan miliar lah,” jelasnya. Karena jadi sasaran empuk untuk jalur penyelundupan barang haram dan satwa serta tumbuhan langka dan dilindungi, Yodo mengungkapkan, PT AP II telah melakukan upaya konkret.

Yakni mulai memperketat pengamanan dan pengawasan barang bawaan penumpang di bandara dengan beberapa pihak. Mulai dari Kepolisian, TNI, Aviation Security, BNN, Kementerian Pertanian (Kementan), sampai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Direktorat Jenderal Bea Cukai Bandara Soetta.  

“Kami sudah berusaha maksimal menggagalkan aksi kejahatan mereka ini dengan kerjasama mengamankan Bandara. Semua barang bawaan penumpang kami cek dan diperiksa menggunakan alat canggih sama pemeriksaan manual, jika mencurigakan. Pengawasan itu dilakukan di terminal keberangkatan dan kedatangan,” paparnya.

Yudo menegaskan, pemeriksaan barang bawaan itu diberlakukan jajarannya kepada seluruh penumpang dari luar dan dalam negeri. Untuk penumpang internasional ada pemeriksaan screening. PT AP II pun berjanji akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan tersebut yang akan melakukan penyelundupan barang ilegal dan terlarang melalui jalur udara.??

Sementara, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Robert Leonard Marbun menjelaskan, jika pemberantasan aksi penyelundupan barang ilegal melalui jalur udara di Bandara Soetta saat ini terbilang sangat sulit. Sebab, modus baru terus dikembangkan oleh para pelaku. Sehingga, kata dia, formulasi pengembangan sistem pemeriksaan barang bawaan para calon penumpang masih terus dilakukan. “Modus yang dilakukan para penyelundup ini terus berkembang. Nah di sini kami mulai merancang sistem pengawasan barang bawaan. Kalau tidak punya cara jitu maka barang selundupan mereka pasti akan ada yang lolos,” ungkapnya.

Para pelaku penyelundup narkotika ini merupakan warga Indonesia, China, Australia, hingga Nigeria. Barang haram yang diselundupkan ke Indonesia ini datang dari China, Bangkok, Nigeria, Malaysia sampai Amerika. Tujuan peredaran narkotika ini adalah Jakarta, Depok, Medan, Surabaya, Tangerang, Makasar, Bali, dan beberapa daerah lain.??Menanggapi itu, Pengamat Transportasi Universitas Tarumanegara, Leksmono Suryo Putranto menuturkan, Bandara Soetta menjadi tempat favorit menyelundupkan narkotika oleh para pelaku disebabkan satu factor, yakni tidak adanya komunikasi, baik yang dibangun PT AP II atau lembaga-lembaga terkait sehingga sistem keamanan pun menjadi tidak efektif. Padahal komunikasi ini sangat diperlukan untuk mencegah segela model baru aksi pengiriman barang ilegal ini dari dalam atau luar negeri.

“Di sana semua berjalan masing-masing saja, jadi karena tidak kompak ini jadi celah untuk dimainkan para pelaku kejahatan. Mungkin yang terungkap masih sedikit dengan aksi yang sudah dilakukan. Kesalahan yang paling telak adalah tidak adanya komunikasi di antara pengelola bandara internasional ini,” tuturnya.

Leksmono pun menambahkan, pengawasan dan penjagaan yang ketat harus juga dilakukan pada pengiriman barang melalui jasa kargo. Karena di sana akan menjadi celah baru bagi para penyelundup untuk mengirimkam narkotika lantaran jalur penumpang sudah mulai diperketat. Artinya masih ada ruang kosong yang belum diawasi PT AP II dalam menangkal kejahatan terselubung dan terorganisir tersebut. (cok/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 07:40

Begal Todong Korbannya Pakai Pistol

JAMBI   -   Pelaku begal kembali beraksi di Kabupaten Merangin. Kali ini, warga Desa…

Selasa, 19 Juni 2018 07:38

Kuburan Wartawan Akan Dibongkar

BANJARMASIN  –   Misteri masih membayangi Kematian Muhammad Yusuf. Wartawan salah satu…

Selasa, 19 Juni 2018 07:37

Terduga Teroris Dibawa ke Jakarta

JAMBI  -  Dua terduga teroris yang diamankan di Muarobungo, Kabupaten Bungo oleh anggota Densus…

Selasa, 19 Juni 2018 07:36

Ancam Bacok Satpam, Pemuda Kedurus Dibekuk

SURABAYA   -  Gara-gara tak terima ditegur, Agus Santoso, 25, warga Jalan Kedurus II/88,…

Selasa, 19 Juni 2018 07:35

Pasutri Bersekongkol Curi Motor

SURABAYA   –   Inilah pasangan suami istri (pasutri) ini yang menunjukkan cinta…

Senin, 18 Juni 2018 08:14

Kapolres Patroli Tempat Wisata

PALANGKA RAYA  –   Memastikan kelancaran perayaan Idul Fitri dan keamanan masyarakat…

Senin, 18 Juni 2018 08:12

Diserang Separatis, Lima Prajurit Terluka

Jakarta  –  Momen lebaran tidak membuat situasi di Papua kondusif. Di hari kedua lebaran,…

Senin, 18 Juni 2018 08:11

Oknum Polisi Diduga Terlibat Peredaran Sabu

MATARAM  -  Terduga bandar narkoba Gahtan alias Duren buka suara. Pria yang ditangkap tim…

Senin, 18 Juni 2018 08:10

Penyidik Segera Lakukan Pemberkasan

JAMBI  –  Tersangka kasus narkotika M Senen (43) warga Dusun Sei Beuwe Desa Lubuk Aren,…

Senin, 18 Juni 2018 08:08

PIKIRAN PENDEK..!! Istri Tak Mau Pulang, Suami Gantung Diri

SANGATTA   -   Usai bertengkar dengan istrinya, seorang warga Sangatta, Kutai Timur,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .