MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Januari 2018 08:18
Sadis, Suami Aniaya Isteri

Hingga Bayi di Kandungan Tewas

PROKAL.CO, PENGANIAYAAN sadis yang dilakukan Kasdi, 21, terhadap isterinya sendiri yang bernama Lina rahmawati, 21, masih terus diusut tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. 

 Penganiayaan itu bukan hanya membuat Lina yang sedang hamil tujuh bulan itu terluka parah, namun juga membuat bayi yang sedaang dikandungnya tewas. Penganiayaan itu sendiri terjadi di rumah kakak kandung Lina yang beralamat di Jalan Tanah Tinggi Gang 12 RT 09 / RW 07 Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat  pada hari Kamis pagi (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, Kasdi dan Lina adalah pasangan suami isteri yang menikah pada 14 Juli 2017 lalu. Pasutri itu tinggal di rumah kakaknya Lina atau kakak ipar Kasdi yang bernama Santi, 30, di kawasan Tanah Tinggi itu.

 Dari keterangan pelaku dan korban, saat kejadian pasuti itu berada di lantai dua tempat tinggal mereka. ”Korban sedang duduk di kasur yang berada di lantai dengan posisi menyandar ke tembok,” ujarArgo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/1).

 Namun tanpa sebab akibat, pelaku mendadak menendang dan menginjak perut isterinya, persisnya di bawah pusar. Korban kontan menjerit kesakitan namun tak dipedulikan pelaku. Bahkan pelaku mencecar pertanyaan kepada isterinya terkait siapa anak yang sedang dikandung isterinya itu.

 Namun korban bersikeras kalau bayi yang dikandungnya itu adalah anak mereka berdua atau darah daging Kasdi sendiri. Meski sudah mendapat penjelasan seperti itu, namun pelaku tetap tidak memercayainya.

 Bahkan selanjutnya pelaku menginjak pinggang sebelah kiri korban berkali-kali dengan menggunakan kaki. ”Setelah itu pelaku menginjak paha sebelah kiri korban sebanyak dua kali juga dengan menggunakan kaki,” tukas Argo.

 Tak sampai di situ, pelaku kemudian memukul dengan tangan kosong kepala sebelah kiri korban. Selanjutnya pelaku pergi meninggalkan isterinya yang sedang kesakitan. Keesokan harinya,  yakni pada Jumat malam (5/1) sekitar pukul 23.30 ketika korban sedang buang air kecil, mendadak ke luar darah dari kemaluan korban.

 Malam itu juga, korban dengan diantar pelaku didampingi kakak dan orang tua korban mendatangi klinik setempat. ”Oleh dokter ditemukan luka memar pada pinggang sebelah kiri, perut dibawah pusar, dan paha sebelah kiri. Kemudian oleh dokter korban dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Selanjutnya oleh tim dokter RS Budi Kemuliaan dilakukan operasi sesar terhadap korban,” urai Argo.

 Namun sayangnya, pada Senin dini hari (8/1) sekitar pukul 04.00 , atau empat hari setelah kejadian bayi yang diberi nama Muhammad Ridho itu dinyatakan meninggal dunia. Pagi itu juga bayi tersebut dibawa pulang ke rumahnya.

 Namun, aparat kepolisian yang mendapat informasi adanya penganiyaan terhadap Lina sehingga terluka dan bayinya meninggal langsung mendatangi rumah pasutri itu. Kepada keluarga korban, aparat Polsek Johar Baru meminta agar bayi jangan dimakamkan dulu karena akan akan diusut kepolisian. ”Pagi itu juuga tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya datang ke rumah itu untuk mengamankan pelaku sekaligus melakukan otopsi  terhadap bayi tersebut di RSCM,” tandas Argo.

 Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menjelaskan, sesuai penjelasan korban Lina dan pengakuan pelaku  Kasdi, pelaku saat menginjak-injak perut korban terus mencecar korban terkait bayi dikandungannya itu. ”Ini anak siapa ? Lalu korban menjawab ini anak kita bukan anak siapa-siapa,” ungkap Roma.

 Bukan hanya itu, kepala korban juga beberapa kali dibenturkan ke tempok oleh pelaku. Selanjutnya pelaku mengancam akan membunuh korban kalau penganiayaan itu dilaporkan kepada keluarga korban.

 ”Kasus ini baru terkuak ketika besoknya korban sedang buang air kecil terjadi pendarahan yang cukup banyak. Oleh keluarganya dilarikan ke klinik dan selanjutnya dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Sekarang pelakunya sudah diamankan di Polda Metro karena kasusnya ditangani di sana,” pungkas Roma.

 Pelaku sendiri terancam dijerat Pasal 6 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) jucto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. (ind/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 08:39

Nyabu, Janda dan Residivis Dicokok

MATARAM  --  Tim Sat Resnarkoba Polres  Mataram belum lama ini menangkap pengguna obat-obatan…

Selasa, 22 Mei 2018 08:36

Idrus Diperiksa KPK

JAKARTA   –   Skandal korupsi pembahasan dan pengesahan rencana kerja dan anggaran…

Selasa, 22 Mei 2018 08:35

Dua Madi asal Sungai Danau Masuk Jaringan Malaysia

BANJARMASIN   - 18 Kilogram Sabu gagal beredar di Kalsel. Narkoba tersebut dibawa oleh dua…

Selasa, 22 Mei 2018 08:34

Kejati Jambi Buru Enam DPO

JAMBI   –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, beberapa bulan belakangan ini berhasil…

Selasa, 22 Mei 2018 08:32

24 Jamaah Ahmadiyah Masih di Polres

JAKARTA   –   Peristiwa kekerasan yang kembali menerpa Jamaah Ahmadiyah di Lombok…

Senin, 21 Mei 2018 08:32

Otak Pelaku Pengeroyokan Diringkus

PENAJAM   -   Jajaran Satreskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) menangkap pelaku pengeroyokan…

Senin, 21 Mei 2018 08:29

Awas! Main Petasan Bisa Dipenjara

BALIKPAPAN   -   Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta memastikan pihaknya melakukan…

Senin, 21 Mei 2018 08:29

ABG Diperkosa Tetangga

SEKAYU –  Kekerasan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Belum tuntas kasus pelecehan…

Senin, 21 Mei 2018 08:27

Membantu, Motor Malah Dicuri Ibu-ibu

SURABAYA   –   Air susu dibalas air tuba, inilah peribahasa yang cocok dengan peristiwa…

Senin, 21 Mei 2018 08:27

TO Narkoba Diringkus

KANDANGAN  –  Berakhir sudah petualangan Fauzan Rahman (24),  seorang pengedar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .