MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

HUKUM DAN KRIMINAL

Kamis, 11 Januari 2018 08:18
Sadis, Suami Aniaya Isteri

Hingga Bayi di Kandungan Tewas

PROKAL.CO, PENGANIAYAAN sadis yang dilakukan Kasdi, 21, terhadap isterinya sendiri yang bernama Lina rahmawati, 21, masih terus diusut tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. 

 Penganiayaan itu bukan hanya membuat Lina yang sedang hamil tujuh bulan itu terluka parah, namun juga membuat bayi yang sedaang dikandungnya tewas. Penganiayaan itu sendiri terjadi di rumah kakak kandung Lina yang beralamat di Jalan Tanah Tinggi Gang 12 RT 09 / RW 07 Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat  pada hari Kamis pagi (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, Kasdi dan Lina adalah pasangan suami isteri yang menikah pada 14 Juli 2017 lalu. Pasutri itu tinggal di rumah kakaknya Lina atau kakak ipar Kasdi yang bernama Santi, 30, di kawasan Tanah Tinggi itu.

 Dari keterangan pelaku dan korban, saat kejadian pasuti itu berada di lantai dua tempat tinggal mereka. ”Korban sedang duduk di kasur yang berada di lantai dengan posisi menyandar ke tembok,” ujarArgo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/1).

 Namun tanpa sebab akibat, pelaku mendadak menendang dan menginjak perut isterinya, persisnya di bawah pusar. Korban kontan menjerit kesakitan namun tak dipedulikan pelaku. Bahkan pelaku mencecar pertanyaan kepada isterinya terkait siapa anak yang sedang dikandung isterinya itu.

 Namun korban bersikeras kalau bayi yang dikandungnya itu adalah anak mereka berdua atau darah daging Kasdi sendiri. Meski sudah mendapat penjelasan seperti itu, namun pelaku tetap tidak memercayainya.

 Bahkan selanjutnya pelaku menginjak pinggang sebelah kiri korban berkali-kali dengan menggunakan kaki. ”Setelah itu pelaku menginjak paha sebelah kiri korban sebanyak dua kali juga dengan menggunakan kaki,” tukas Argo.

 Tak sampai di situ, pelaku kemudian memukul dengan tangan kosong kepala sebelah kiri korban. Selanjutnya pelaku pergi meninggalkan isterinya yang sedang kesakitan. Keesokan harinya,  yakni pada Jumat malam (5/1) sekitar pukul 23.30 ketika korban sedang buang air kecil, mendadak ke luar darah dari kemaluan korban.

 Malam itu juga, korban dengan diantar pelaku didampingi kakak dan orang tua korban mendatangi klinik setempat. ”Oleh dokter ditemukan luka memar pada pinggang sebelah kiri, perut dibawah pusar, dan paha sebelah kiri. Kemudian oleh dokter korban dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Selanjutnya oleh tim dokter RS Budi Kemuliaan dilakukan operasi sesar terhadap korban,” urai Argo.

 Namun sayangnya, pada Senin dini hari (8/1) sekitar pukul 04.00 , atau empat hari setelah kejadian bayi yang diberi nama Muhammad Ridho itu dinyatakan meninggal dunia. Pagi itu juga bayi tersebut dibawa pulang ke rumahnya.

 Namun, aparat kepolisian yang mendapat informasi adanya penganiyaan terhadap Lina sehingga terluka dan bayinya meninggal langsung mendatangi rumah pasutri itu. Kepada keluarga korban, aparat Polsek Johar Baru meminta agar bayi jangan dimakamkan dulu karena akan akan diusut kepolisian. ”Pagi itu juuga tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya datang ke rumah itu untuk mengamankan pelaku sekaligus melakukan otopsi  terhadap bayi tersebut di RSCM,” tandas Argo.

 Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menjelaskan, sesuai penjelasan korban Lina dan pengakuan pelaku  Kasdi, pelaku saat menginjak-injak perut korban terus mencecar korban terkait bayi dikandungannya itu. ”Ini anak siapa ? Lalu korban menjawab ini anak kita bukan anak siapa-siapa,” ungkap Roma.

 Bukan hanya itu, kepala korban juga beberapa kali dibenturkan ke tempok oleh pelaku. Selanjutnya pelaku mengancam akan membunuh korban kalau penganiayaan itu dilaporkan kepada keluarga korban.

 ”Kasus ini baru terkuak ketika besoknya korban sedang buang air kecil terjadi pendarahan yang cukup banyak. Oleh keluarganya dilarikan ke klinik dan selanjutnya dirujuk ke RS Budi Kemuliaan. Sekarang pelakunya sudah diamankan di Polda Metro karena kasusnya ditangani di sana,” pungkas Roma.

 Pelaku sendiri terancam dijerat Pasal 6 UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU KDRT) jucto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. (ind/jpnn)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 09:29

Baiq Nuril Balik Menyerang

MATARAM - Terpidana UU ITE  Baiq Nuril Maknun melaporkan mantan…

Rabu, 21 November 2018 09:26

Sering Makan Korban, Tetap Berenang

BALIKPAPAN - Kawasan pantai di belakang Banua Patra atau dikenal…

Rabu, 21 November 2018 09:23

141 Kepala Desa jadi Tersangka

JAKARTA - Tata kelola dana desa belum sepenuhnya bebas dari…

Selasa, 20 November 2018 10:09

Presiden Jokowi Dukung Nuril

JAKARTA  –  Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal kasus…

Selasa, 20 November 2018 10:02

Personel Patroli Ditambah

BALIKPAPAN - Untuk mengantisipasi maraknya aksi penjambretan di Kota Balikpapan,…

Selasa, 20 November 2018 10:02

Putusan Pelanggar Lalin Meningkat

BALIKPAPAN - Pasca operasi Zebra Mahakam, putusan terhadap pengendara yang…

Senin, 19 November 2018 09:48

Teken Petisi, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terancam Buyar

JAKARTA – Dukungan terhadap Baiq Nuril Maknun terus mengalir. Minggu…

Senin, 19 November 2018 09:48

Istri Gubernur NTB Siap Jadi Penjamin Nuril

MATARAM - Surat panggilan pelaksanaan eksekusi direspons tim penasihat hukum…

Senin, 19 November 2018 09:45

Pemberkasan Penyelundup Kokain Dimulai

JAMBI – Penyidik Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi,…

Senin, 19 November 2018 09:44

Waspadalah! Penipuan Sasar Korban Curanmor

BALIKPAPAN - Modus penipuan telekomunikasi berbagai cara, mulai dari mama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .