MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 09:37
Dikejar Jatuh, Hadiahkan Dua Tikaman

Maceni Tak Terima Sepupunya Dimarahi

TERSANGKA: Maceni menjalani pemeriksaan di Mapolsek Balikpapan Barat, Rabu (10/1). Sementara Mustamin yang mendapat dua luka tikam di punggung dan perutnya menjalani perawatan medis di RSKD.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Entah mengapa, warga Kota Beriman begitu cepat emosi. Beberapa waktu lalu seorang warga membacok temannya sendiri menggunakan celurit karena tak mau diajak memancing pada pagi hari. Pelakunya pun masih buron. Sebelumnya seorang wakar menimpas Lurah Graha Indah Nunung Nurjaya dan seorang stafnya.

Pada Selasa (9/1), peristiwa berdarah terjadi lagi. Lokasinya di Pasar Pandansari. Awalnya dipicu penjual udang Badrudin yang salah meletakkan barang dagangannya. Udang yang hendak ditawarkan ke pembeli ditaruh ke lapak tetangga, seorang penjual ikan, Mustamin. Pria berusia 50 tahun ini marah dan langsung menegur Badrudin. Penjual udang lantas pergi, kemudian kembali mendatangi Mustamin bersama keluarganya, Maceni.

 “Sepupu saya itu udah taruh udang di lapaknya sendiri, kenapa dimarah-marahi?” kata Maceni yang bekerja sebagai juru parkir (jukir) di Pasar Pandansari.

 Menurut Maceni, pertanyaan yang dilayangkannya dibalas dengan omelan oleh Mustamin, warga Jalan Sepaku Laut. “Saya ngomong begitu, dia menjawab sambil marah-marah. ‘Kenapa kamu yang ngurus?’ Katanya begitu,” ujar Maceni menirukan perkataan penjual ikan.

 Maceni yang tercatat sebagai warga Jalan Sepaku, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, ini akhirnya naik pitam. Apalagi, pria bertubuh besar ini mengaku setiap kali bekerja sebagai jukir mulai subuh pukul 05.30 Wita. Kemudian jelang siang hari, mendengar sepupunya dimarahi oleh penjual ikan hanya karena salah menaruh udang. Menurut Maceni, dia tidak bermaksud mendatangi Mustamin, apalagi menikamnya.

 “Karena parkiran mulai sepi, saya nengok lapak ikan anak saya. Karena dia memang jualan ikan juga di situ. Saat sampai di sana, saya lihat sepupu saya (Baruddin, Red) sedang ribut dengan dia (korban, Red) masalah lapak tempat jualan,” aku Maceni di hadapan petugas kepolisian.

 Saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Balikpapan Barat, Rabu (10/1), Maceni mengaku penikaman yang dilakukannya murni karena spontanitas. Dia tidak terima dengan kata-kata korban, kemudian mengambil sebilah pisau di dekat lapak dan langsung mengejar Maceni. Mustamin lantas lari ketakutan, namun terjatuh. Saat itulah, Maceni menghujamkan pisau di genggamannya dua kali ke tubuh Mustamin.

 “Saya tikam dua kali, di bagian pinggang dan perut. Kemudian saya lari untuk mengamankan diri,” kilah Maceni.

 

Korban hingga berita ini diturunkan masih menjalani perawatan di RSKD. Usai menikam Maceni kabur dan berhasil diringkus polisi di kawasan Manggar, Balikpapan Timur, saat hendak melarikan diri lebih jauh lagi. Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung lantaran sajam jenis pisau belum ditemukan. 

 “Habis nikam, pisaunya dibuang saat ini masih dalam lidik anggota. Untuk kondisi korban sendiri sudah mulai membaik dan masih menjalani perawatan,” terang Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol I Putu Yasa.

 Untuk diketahui, peristiwa berdarah di Pasar Pandansari terjadi pada Selasa (9/1) pukul 08.30 Wita. “Awas! Ada orang betikaman,” teriak seorang wanita. Sontak, pengunjung dan penjual di pasar yang tadinya sibuk bertransaksi, sebagian memilih berlari berhamburan keluar pasar. Suasana riuh disertai ketegangan terasa di blok pedagang ikan. Seorang paruh baya, Mustamin, roboh dengan kedua tangan menutupi perutnya yang jebol setelah ditikam. Darah mengucur deras, sementara pria berusia 50 tahun itu mengerang kesakitan dan langsung ambruk ke tanah.

 “Saya dengar teriak-teriak, saya kira apa. Sekalinya pas lihat itu, ada orang kena tikam dan darahnya keluaran. Orang-orang pada lari, jadi saya juga ikutan lari,” ujar Desti, pedagang baju di Pasar Pandansari. (pri/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 08:32

Ketua DPRD Jambi Tuding F-PDIP

JAKARTA  -  Ketua DPRD Jambi, Cornelis Buston menuding Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Jumat, 21 September 2018 08:30

SEREMMM..!! Warga Gunung Empat Diteror Kuyang

BALIKPAPAN  -   Sudah lima malam warga kawasan Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan…

Jumat, 21 September 2018 08:28

Kuyang Tergolong Ilmu Hitam, Sedot Darah Bayi

KEBERADAAN sosok kuyang di wilayah Gunung Empat, Balikpapan Barat, yang menjadi viral di media sosial…

Jumat, 21 September 2018 08:27

Teller Penilep Uang Nasabah BRI Dicokok

KASNA  Gustianah (26) masih tergolong teller junior di tempat kerjanya, Bank Rakyat Indonesia (BRI)…

Jumat, 21 September 2018 08:25

Blangko SIM Sudah Tersedia

BALIKPAPAN  -  Masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Balikpapan, tak perlu lagi resah…

Jumat, 21 September 2018 08:24
Hukuman yang Pantas bagi Predator Anak

Setuju Ngga Nih..?? “Burung” Pandu "Si Penyodomi Bocah" Layak Dikebiri

BALIKPAPAN  -   Rencana banding atas putusan hakim yang memvonis Pandu Dharma Wicaksono kurungan…

Jumat, 21 September 2018 08:21

Asyik Main Bola, Gundul Diciduk Polisi

BALIKPAPAN  -  Unit Opsnal Polsek Balikpapan Barat melakukan penangkapan terhadap Bahar alias…

Kamis, 20 September 2018 08:17

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Pelaku Sodomi Ini Banding

BALIKPAPAN  -   Tokoh pemuda yang namanya sempat harum sampai tingkat nasional, Pandu…

Kamis, 20 September 2018 08:14

La Yappe Bisa Dijerat Pembunuhan Berencana

BALIKPAPAN  -  Penyidik akhirnya melakukan prarekonstruksi pembunuhan bakal calon legislatif…

Kamis, 20 September 2018 08:11

Kota Layak huni Tak Lagi Aman

BALIKPAPAN  -  Akhir-akhir ini Kota Balikpapan yang bermotokan Beriman seakan-akan diteror…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .