MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Kamis, 11 Januari 2018 09:50
Aduh! Bantuan Banyak Kedaluwarsa

Petugas Langsung Inventarisasi Barang, Warga Minta Pemkot Geber Sidak

KEDALUWARSA: Tumpukan bantuan untuk para korban kebakaran, ratusan di antaranya ternyata barang kedaluwarsa.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Tingginya kepedulian warga kota untuk meringankan beban para korban kebakaran di Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, terbukti dengan bantuan yang masuk ke posko.

 Eks Mapolda Kaltim, Jalan Wiluyo Puspoyudo, pun menjadi posko penerimaan bantuan berupa barang. Namun sayang, petugas jaga dibuat kaget. Bantuan dari para donatur rupanya banyak yang expired alias kedaluwarsa. Petugas lantas memisahkan barang kedaluwarsa tersebut, kemudian dilaporkan kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti.

 Dari pantauan Balikpapan Pos kemarin (10/1), barang yang kedaluwarsa itu adalah jenis pembalut dan popok bayi. Masa kedaluwarsanya pun beragam, mulai dari tahun 2014 hingga awal tahun 2017. Bahkan, masa berlaku barang kedaluwarsanya dimodifikasi. Masa kedaluwarsa yang semula tahun 2014, dimodifikasi dengan tinta menjadi tahun 2019. Barang kedaluwarsa ini pun langsung ditumpuk di sudut ruang gudang untuk diinventarisasi.

 “Iya, banyak sekalinya yang kedaluwarsa. Kita juga kaget pas tahu masa berlakunya sudah lewat jauh (2014). Makanya langsung kita pisahin,” ujar Rosita, salah seorang petugas gudang posko kebakaran Klandasan Ulu.

 Rosita menyebutkan, bantuan yang kedaluwarsa tersebut belum diketahui jumlah pastinya. Kini pihaknya masih melakukan penyortiran. 

 “Kita nggak tahu jumlahnya berapa, ini ada setumpuk kayak gini. Makanya, kita pisahin biar gampang nanti hitungnya,” tuturnya.

 Pihaknya tidak bisa memastikan barang bantuan yang kedaluwarsa ini berasal dari mana. Sebab, bantuan yang datang langsung dibawa ke gudang untuk diinventarisasi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada korban kebakaran.

 Bantuan barang berupa pembalut dan popok bayi itu, dikatakan, mulai masuk pada hari kedua setelah kejadian kebakaran.

 “Ini kita nggak tahu dari mana, karena kan barang langsung masuk ke sini tanpa tahu itu dari siapa. Nggak kita catatin dari mana-dari mana ini barangnya. Cuma barang ini memang mulai masuk ke gudang sejak dua hari setelah kejadian,” ungkapnya.

 Dari kejadian itu, pihaknya langsung mengantisipasi barang-barang yang masuk ke dalam gudangnya agar tidak ada barang bantuan yang kedaluwarsa. Dia juga mengimbau agar warga atau donatur yang ingin menyerahkan bantuan untuk memperhatikan masa berlakunya. Beruntung, barang kedaluwarsa ini belum sempat dibagikan kepada korban kebakaran yang berada di posko.

 “Ya, kalau bisa diperhatikan dulu masa berlakunya sebelum diserahkan di sini. Untung ini belum ada dibagikan ke korban kebakaran,” pungkasnya.

 Muhammad Iskandar, salah seorang donatur yang mendonasikan bantuan uang tunai ikut berkomentar. Dia berharap, pemerintah kota melalui instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan sidak produk, baik toko modern maupun tradisional. “Ini bukti masih banyak barang expired yang beredar di tengah masyarakat. Konsumennya akhirnya jadi korban. Mudahan pemerintah segera melakukan sidak, jangan hanya mau Lebaran saja. Pengusaha dan pedagang yang main-main dengan barang expired seperti ini harus disanksi tegas, karena lemah dalam pengawasan,” tegas Iskandar, warga Batakan, Balikpapan Timur ini. (rus/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 08:34

Mutasi Jilid II Ditunda Januari

BALIKPAPAN   -   Penyegaran pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan…

Selasa, 11 Desember 2018 08:32

Cermati 72 Ribu Pemilih Aktif

BALIKPAPAN  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan kembali melakukan…

Selasa, 11 Desember 2018 08:30

Pembangunan Meningkat, PAD Wajib Digenjot

BALIKPAPAN  -  Laju pembangunan di Kota Balikpapan seharusnya dibarengi dengan…

Selasa, 11 Desember 2018 08:30

Ingatkan Istri ASN Jam Belajar Masyarakat

BALIKPAPAN  -   Kenakalan remaja di Kota Minyak tergolong tinggi.…

Selasa, 11 Desember 2018 08:29

Warga Mentawir Terancam Terisolasi

PENAJAM  -  Warga Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser…

Selasa, 11 Desember 2018 08:28

DBD MERAJALELA..!! Sudah 1.012 Penderita, Dua Meninggal

BALIKPAPAN  -  Dinas Kesehatan Kota (DKK) merilis, sepanjang Januari hingga…

Selasa, 11 Desember 2018 08:27

Dapat Hibah Setahun Rp 250 Juta, 99 Persen Obati Penderita

BALIKPAPAN  - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Balikpapan mencatat ada…

Senin, 10 Desember 2018 08:29

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan, Dwita: Tak Terlihat Jauh Lebih Banyak

BALIKPAPAN   -   Persoalan kekerasan terhadap perempuan yang terjadi…

Senin, 10 Desember 2018 08:26

Antrean Truk BBM di SPBU Kembali Mengular

BALIKPAPAN   -   Antrean truk di stasiun pengisian bahan bakar umum…

Senin, 10 Desember 2018 08:23

Maksimalkan Pengawasan Program CSR Perusahaan

BALIKPAPAN   -  Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan mendukung adanya raperda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .