MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Kamis, 11 Januari 2018 10:04
Internal DPU Beda Pendapat

Pastikan Landasan Bozem Laik Pakai

CEGAH BANJIR : Pembuatan landasan untuk akses naik turun alat ke dalam bozem.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   –  Landasan ekskavator di Bozem Korpri Blok 2 Kelurahan Sepinggan Baru dinilai UPT DPU tidak sesuai untuk digunakan oleh alat berat. Ternyata Bidang pengairan DPU justru memberikan penilaian berbeda. 

“itu landasan sudah sesuai dengan kebutuhan di Bozem tersebut,” bantah Kabid Pengairan DPU Rita di ruang kerjanya, Rabu (10/1).

Dia mengatakan, landasan itu sudah direncanakan dan dipersiapkan sebelumnya oleh tim teknisnya. Diakuinya, sebelumd ibuat landasan itu sebenarnya sudah ada hanya saja kondisinya mengalami kerusakan dan oleh warga sudah ditutup dengan menanam pohon di sekitar landasan yang lama.

“Sebelum landasan baru dibuat juga sudah kita koordinasikan ke warga sekitar,” terangnya.

Pembuatan landasan inipun untuk mempermudah alat berat milik UPT untuk melakukan proses pengerukan sedimen, pasalnya selama ini yang bisa dijangkau alat berat cuma mengeruk dipinggirnya saja, sementara di bagian tengah tidak terjangkau.

“Dengan adanya landasan ini, ekskavator bisa turun kebawa, pengerukan sedimen pun akan lebih maksimal,” akunya.

Dirinya pun mengaku, kalau alat berat ekskavator turun ke bawah tidak akan tenggelam, pasalnya sudah pernah dicoba bidang pengairan beberapa tahun lalu.

“Memang butuh dukungan keahlian operator alat berat dalam mengoperasikan ekskavator,” akunya.

Lanjut Rita, kondisi Bozem Korpri memang menjadi perhatian Bidang Pengairan mengingat bozem ini cepat sekali penuh sedimen tanah, imbas dari penuhnya sedimen tanah saat hujan tiba bozem tak bisa menampung debit air dengan jumlah banyak akibatnya perumahan warga yang berada dekat dengan bozem pasti kebanjiran.

 “Kita tidak inginlah warga kebanjiran, untuk itulah kita mempermudah proses pengerukan dengan membuat landasan baru,” tutur Rita.

Sebelumnya diberitakan pembangunan landasan tersebut tidak sesuai dengan keinginan UPT, dimana pihak Bidang Pengairan DPU malah dibuatkan seperti akses jalan menurun ke dalam bozem.

“Kalau modelnya seperti itu ekskavator kami tidak berani turun, khawatir akan tenggelam,” sambungnya.

Hal itu tidak berlebihan mengingat petugas UPT pernah mencoba membawa turun ekskavator ke dasar bozem, tapi malah tenggelam dan sulit lagi jika mau mengeruk sedimen tanah.

“Di dasar landasan bozem korpi berbeda dengan yang ada di bozem melawai II, di melawai II itu landasannya di cor beton, sementara di korpri tidak,” terang dia.

Untuk itulah dirinya berharap, agar pembangunan jembatan segera dilaksanakan mengingat peran jembatan ini sangat diperlukan untuk mempermudah proses pengerukan sedimen tanah.

“Kalau jembatannya ada, ekskavator akan mudah melakukan proses pengerukan sedimen yang berada di tengah-tengah bozem,” tutupnya. (dan/yud)

 

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .