MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Kamis, 11 Januari 2018 10:16
Sesalkan PPU Menanggung Utang Rp 960 M

PROKAL.CO, PENAJAM  -  Ada lontaran mengejutkan yang disampaikan tokoh politik gaek, yakni H Andi Harahap dalam pertemuan terbatas antara pengurus elit Partai Perindo dengan pengurus elit Partai Golkar, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terkait soal kondisi Kabupaten PPU belakangan ini.

Disebutkannya, bahwa Kabupaten PPU dalam ancaman chaos, karena persoalan utang menumpuk di luar perkiraan. “Saya katakan Kabupaten PPU ini bisa terancam chaos.

Kenapa, ini masalah utang PPU sampai sebesar Rp 900 miliar lebih. Darimana untuk menutupi utang sebesar itu,” singgung Andi Harahap, ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten PPU saat menerima tamu dari DPD II Partai Perindo Kabupaten PPU yang diketuai H Harimuddin Rasyid dan Sekretaris Suyono di kediaman pribadinya, di Jl Provinsi Km 1, Penajam, baru-baru ini. Bakal calon bupati PPU periode 2018-2023 ini mengingatkan, jika Kabupaten PPU ini sampai terjadi chaos, maka sesuai ketentuan UU Otonomi Daerah yang baru No 23 Tahun 2004, Kabupaten PPU bisa ditarik kembali ke kabupaten induk, Tana Paser.

“Kabupaten ini hasil perjuangan bersama, dari pemekaran kabupaten induk, Tana Paser. Kalau sampai gagal, bisa kembali ke kabupaten induk. Karena itu, ini menjadi tanggung jawab besar bersama jangan sampai chaos. Mari daerah ini kita jaga bersama, kita pelihara, kita bangun bersama demi kesejahteraan seluruh masyarakat,” tegas Andi Harahap.

Dalam pertemuan tersebut, Partai Perindo yang lolos menjadi bakal calon peserta pemilu di 2019 nanti ini, memberikan dukungan sepenuhnya atas pencalonan Andi Harahap dan Fadly Imawan maju bertarung dalam Pilkada PPU Juni 2018 mendatang. Selain Perindo, dukungan politik juga disampaikan pengurus DPC PPP Kabupaten PPU.

Andi Harahap didampingi Sekretaris DPD II Partai Golkar yang juga anggota Fraksi Golkar di DPRD PPU, H M Andi Yusup dan sejumlah tokoh politik Partai Golkar lainnya.

Lontaran keras Andi Harahap yang bersifat mengingatkan ini ditimpali oleh Andi Yusuf soal utang Pemkab PPU sampai sebesar Rp 960 miliar. “Utang pemkab kurang lebih sebesar Rp 960 miliar, karena ada pinjaman ke SMI,” sebut Andi Yusuf.

Sikap kritis Partai Golkar Kabupaten PPU ini pernah disampaikan saat sidang-sidang paripurna DPRD, di mana dalam pemandangan umum 6 fraksi, Fraksi Golkar yang menolak peminjaman uang ke PT SMI sebesar Rp 348 miliar untuk skema pembiyaan sejumlah proyek besar infrastruktur.

Bupati Yusran Aspar sendiri sebelumnya menegaskan, Pemkab PPU tidak meninggalkan utang, tapi meninggalkan sejumlah aset. Pengajuan utang ke PT SMI itu, kata Yusran, sangat diperlukan terkait kondisi keuangan daerah yang terus mengalami defisit.

Dan utang itu pasti dikembalikan sesuai perjanjian. Dalam peminjaman uang ke BUMN ini, DPRD dalam keputusan pemandangan fraksi-fraksi menyetujui peminjaman tersebut, hanya Fraksi Golkar yang menolak. (pam/san)  

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .