MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

UTAMA

Jumat, 12 Januari 2018 08:24
Sidang di Lokasi Disaksikan Ratusan Orang

Pernah Melapor, Menggugat Lagi Pakai Nama Lain

TINJAU OBJEK: Pelaksanaan sidang lokasi gugatan perdata di Jalan Syarifuddin Yoes.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  -  Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan menggelar sidang peninjauan objek (PO) di Jalan Syarifuddin Yoes, Kamis (11/1) pagi.

Majelis hakim yang diketuai Munajat dan beranggotakan Bambang dan Zulkifli, mendengarkan keterangan para saksi yang diajukan pihak penggugat melalui pengacaranya, Ahmad Aldrino dan Wahid serta pihak tergugat yang diwakili advokat Robert Welman Napitupulu.

Di lokasi perkara, Robert menjelaskan, perkara perdata nomor 76/PDT.G/2047/PN.BPPN adalah perkara lama yang dulu pernah dipermasalahkan penggugat.

“Ini perkara lama yang dipersoalkan lagi. Tahun 2008, pengacara Akhmad Wahid melapor pidana dengan memakai nama La Kate. Yang dilaporkan beberapa pihak, di antaranya, Go Goesdianto dan camat,” beber Robert.

“Kemudian, laporan dicabut karena tidak bisa membuktikan. Nah, tahun 2017, Wahid dan Aldrino lapor lagi dan menggugat dengan memakai La Parinta. Lahan yang dipermasalahkan itu sudah sertifikat berdasarkan hasil perolehan yang sah secara hukum,” lanjut Robert.

 Yang aneh, dia menambahkan, dalam persidangan, pihak penggugat tidak mau diajak “adu” surat di hadapan majelis hakim. “Saya minta menunjukkan surat aslinya, eh, penggugat nggak mau nunjukin. Sementara surat fotokopi yang ditunjukkan dicurigai ada bekas tipe-x,” imbuhnya.

Yakni, segel fotokopi yang dipegang penggugat atas nama La Printa sangat persis dengan milik Galimudin. “Nomor register, cap camat, tanda tangan camat, persis milik segel fotokopi atas nama La Printa.  Luasnya yang semula 9.600 meter persegi, di segel fotokopi atas nama La Parinta menjadi 28.800 meter persegi. Surat persis sama, yang berbeda luasnya. Ada dugaan tipe-x. Kami juga cek ke kecamatan, nomor register di segel fotokopi atas nama La Printa, ternyata bukan atas nama La Printa. Yang benar atas nama Galimudin. Saksi yang ditulis di segel fotokopi atas nama La Printa, juga mengakui tidak punya lahan di situ,” tegas Robert lagi.

 

Ketua Peradi Balikpapan ini membeberkan lagi bukti yang dia dapatkan. Yaitu, tahun 2015 di kecamatan mengeluarkan IMTN maksimal hanya 1.000 meter persegi.

“Kami juga dapatkan bukti IMTN 591/0857/balsel, 591/0859/balsel, 591/0860/balsel, 591/0861/balsel dan 591/0862/balsel tidak teregister pada buku tanah Kecamatan Balikpapan Selatan. Surat keterangan ini dikeluarkan tanda tangan Kasi Pemerintahan Balikpapan Selatan Sigit Aji Dharma, 5 Agustus 2016,” bebernya lagi.

 

Sementara pihak penggugat, Akhmad Aldrino Linkoln mengatakan, sejauh ini masih berjalan lancar dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Dia yakin akan memenangkan kasus perdata ini dengan melihat fakta-fakta dalam persidangan serta keterangan dari saksi-saksi yang ada.

“Kita yakin akan mencapai kebenaran yang formal, yang mana benar maupun tidak akan terungkap. Saya sangat yakin sekali dari fakta-fakta sudah jelas bahwa dari pihak kami pihak yang benar dan dapat dibuktikan itu,” kata Aldrino, kemarin.

Salah satu faktanya adalah kliennya telah menguasai tanah tersebut sejak tahun 1979 hingga saat ini, tanpa ada satu orang pun di sana. “Saksi-saksi batas yang sudah disumpah menjelaskan batas tanah mereka, sehingga meneguhkan klien kami,” ucapnya.

Dia mengakui bahwa terdapat dua surat berupa segel, yang mana satu segel lainnya itu diakui oleh orang lain. Sementara tanah tersebut merupakan milik kliennya yang dengan surat segel yang lengkap.

“Yang jadi masalah, nomor registernya sama seperti surat milik klien yang saya pegang. Bisa dibuktikan nanti dari putusan perdata. Siapa yang benar dan salah, hakim yang memutuskan,”terangnya.

Sejauh ini, dikatakan Aldrino, persidangan sudah berjalan sebanyak 26 kali. Dia berharap kasus ini dapat sesegera mungkin selesai dan ada penetapan hukum yang sah. “Harapan kami bahwa dengan kasus ini kebenaran dapat ditegakkan, tidak terjadi lagi adanya sertifikat atau surat ganda,” tandasnya.  (pri/yud/k1)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 07:55

KENAPA INI..?? Paman Timpas Suami Keponakan

BALIKPAPAN   -  Masih dalam suasana Lebaran, dua anggota keluarga saling bertikai hingga berujung…

Selasa, 19 Juni 2018 07:51

Ungkap Pengorbanan Ashanty

TAHUN  2012 lalu, Ashanty dipinang oleh musisi Anang Hermansyah dan menjadi ibu sambung bagi Aurel…

Selasa, 19 Juni 2018 07:49

Warga PPU Ditemukan Tak Bernyawa

TANA PASER  -   Nita Nabila Sari (20) ditemukan tewas setelah sempat menghilang usai tercebur…

Selasa, 19 Juni 2018 07:47

Koesnadi Akhirnya “Cium” Aspal

BALIKPAPAN   -  Berhati-hatilah selama berkendara. Terlebih bila Anda berada di persimpangan…

Selasa, 19 Juni 2018 07:44

Jangan Ragu, Tembak di Tempat Para Jambret

BALIKPAPAN  -  Aksi jambret yang marak di Kota Minyak membuat resah masyarakat. Apalagi, pelakunya…

Selasa, 19 Juni 2018 07:43

Rumah Tetangga Sendiri Dibobol

BALIKPAPAN   -   Sultan (22) warga Jalan 21 Januari, RT 9 Nomor 47, Kelurahan Baru Tengah,…

Selasa, 19 Juni 2018 07:40

KENCAN ELITE

Ada seorang pria ingin agar kencan pertamanya menjadi berkesan, maka diajaklah sang kekasih ke sebuah…

Senin, 18 Juni 2018 08:34

Jambret Dihajar Warga hingga Berdarah-darah

BALIKPAPAN  -  Adi Saputra meringis menahan sakit di sekujur tubuh hingga wajahnya. Pemuda…

Senin, 18 Juni 2018 08:31

Ke Rusia untuk Jadi Pemenang

VOLGOGRAD   -   Inggris boleh percaya diri untuk pertandingan nanti lantaran tidak pernah…

Senin, 18 Juni 2018 08:28

Pamerkan Baby Bump

MESKI  jauh dari kampung halaman, Sheza Idris tampaknya tetap menikmati momen Lebaran tahun ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .