MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Sabtu, 13 Januari 2018 07:27
Pemkab Bentuk Tim Kode Etik

Menjaga Netralitas ASN di Pilkada 2018

PROKAL.CO, PENAJAM  - Di tahun politik ini, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan menghadapi pemilihan bupati (Pilbup) PPU dan pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim. Pemkab PPU telah mengantisipasi dengan membentuk tim kode etik untuk mengawasi aparatur sipil negara (ASN) agar tidak terlibat dalam politik praktis.

Asisten III Setkab PPU Alimuddin mengungkapkan, seluruh ASN atau PNS di lingkungan Pemkab PPU dilarang keras mengikuti rangkaian kegiatan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Tak hanya itu, ASN juga dilarang membagikan artikel terkait visi misi pasangan calon di media sosial. Bahkan menyukai rangkaian kegiatan pasangan calon di media sosial pun dilarang. Jika ada yang melanggar ketentuan tersebut maka akan diberikan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. “ASN itu dilarang ikut kampanye, membagikan foto-foto kegiatan pasangan calon di media sosial juga dilarang,” kata Alimuddin pada media ini, kemarin (12/1).

Tim kode etik pengawasan ASN selama pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan dalam pengawasan tersebut. Alimuddin menyatakan, tim ini bersifat situasional atau ad hoc akan ditentukan pejabat yang tergabung dalam tim tersebut ketika terjadi pelanggaran. “Kita juga menerima laporan baik itu langsung maupun melalui pesan singkat atau SMS, yang jelas laporan itu bisa dipertanggungjawabkan dan dibarengi bukti. Baik itu berupa foto maupun video,” tuturnya.

Sistem penanganan kasus pelanggaran tersebut akan ditangani secara berjenjang. Alimuddin menyatakan, bagi pejabat eselon II yang terlibat mengkampanyekan salah satu calon bupati dan wakil bupati, tim yang akan menangani ditunjuk langsung oleh bupati. “Pelaku pelanggaran itu dari eselon II, tim di SK-kan oleh bupati. Makanya dalam tim kode etik itu sifatnya situasional. Jangan sampai nantinya, saya (Alimuddin, Red.) misalnya masuk dalam tim itu, sementara saya yang melanggar. Kan repot untuk mengungkap. Makanya sifatnya ad hoc (situasional, Red.),” terangnya.

Alimuddin mengimbau, kepada seluruh ASN agar tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan politik selama pilkada berlangsung. “Kami berharap ASN bisa menjaga netralitas di pilkada ini,” imbuhnya. (kad/san)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .