MANAGED BY:
JUMAT
20 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Sabtu, 13 Januari 2018 07:47
Mengatasi Nyeri Telinga saat Naik Pesawat

PROKAL.CO, class="first-paragraph-bottom-zero">NYERI telinga sering dikeluhkan oleh penumpang pesawat terbang. Rasa nyeri selama penerbangan tentu akan menganggu penumpang. Khususnya bagi penumpang yang dalam perjalanan untuk liburan. Untuk itu, dibutuhkan trik-trik khusus untuk mengurangi rasa nyeri saat naik pesawat terbang agar selama di pesawat terbang lebih nyaman. 

Jika selama penerbangan terjadi perubahan tekanan tiba-tiba yang menyebabkan rasa penuh atau nyeri di telinga, maka untuk mengurangi rasa nyeri bisa diatasi dengan menguap. Cara lainnya adalah mengunyah permen karet, mengisap permen, menelan/minum air putih, berlatih bernafas, dan bisa dengan memberikan obat semprot/tetes hidung dekongestan jika mengalami infeksi flu atau alergi hidung dan tenggorokan. 

Pada bayi, sesaat sebelum mendarat harus tetap disusui atau menghisap air botol, agar tuba eustakius tetap terbuka. Cara selanjutnya untuk mengurangi dengungan telinga saat naik pesawat adalah dengan menutup hidung dan mulut secara bersamaan. Tahan beberapa saat kemudian hembuskan nafas melalui hidung secara perlahan. 

Jika metode tersebut berhasil, maka akan terasa udara di dalam telinga ikut keluar saat itu. Namun, jangan lakukan metode ini bagi Anda yang memiliki penyakit jantung atau gangguan paru-paru. Sebab, dengan menahan nafas maka asupan oksigen ke dalam tubuh berkurang. Hal ini dapat memperburuk kondisi jantung dan paru-paru.

 “Telinga sakit saat naik pesawat adalah kondisi akibat perubahan tekanan mendadak dalam telinga. Dalam dunia kedokteran dinamakan barotrauma,” kata dokter umum RSD dr Soebandi Jember dr Irsalina Rahmayanti kepada Jawa Pos Radar Jember. 

Menurut dia, kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang naik pesawat terbang, menyelam atau mendaki gunung. Itu akibat perubahan ketinggian/kedalaman. “Selain itu, barotrauma dapat diperberat jika seseorang sedang mengalami sumbatan hidung akibat alergi atau flu. Makanya, bagi yang flu berat disarankan tidak naik pesawat terbang,” imbuhnya. 

 “Gejala yang muncul jika Anda mengalami barotrauma telinga dapat ringan sampai sedang seperti pusing, perasaan tidak nyaman telinga, kesulitan mendengar dan kehilangan pendengaran sedikit, serta telinga terasa penuh,” ujarnya. Namun, kejadian ini umumnya tidak berlangsung lama. 

Setelah pesawat mendarat, sistem tubuh akan kembali menyesuaikan. Anak-anak dan bayi lebih beresiko karena struktur salurannya lebih kecil, sehingga lebih mudah tersumbat. “Ketika bayi menangis di pesawat saat mendarat dan take-off menandakan adanya barotrauma,” ungkap perempuan berkerudung tersebut.

Jika kondisi perubahan tekanan dalam telinga terjadi lama tanpa penanganan maka dapat memberat dan nyeri menjadi sering. Adapun gejala tambahan meliputi: nyeri telinga, merasa bagian dalam telinga tertekan, perdarahan hidung, kehilangan pendengaran sedang hingga berat dan robeknya gendang telinga (tuba timpani). Jika ditangani maka kebanyakan gejala akan hilang. “Penurunan pendengaran dari barotrauma telinga sering bersifat sementara dan dapat kembali normal (reversibel),” imbuhnya. (jr/was/aro/das/JPR/san)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 11 Maret 2018 09:32

McLaren Senna GTR Tampil Garang

MCLAREN  Senna yang sempat mencuri perhatian publik, kini akan dihadirkan versi untuk sirkuitnya.…

Minggu, 11 Maret 2018 09:31

Akselerasi Accord Jadul Setara Bugatti Chiron

OTOLOVERS  jangan pernah anggap remeh mobil yang sudah berumur seperti Honda Accord generasi pertama…

Minggu, 11 Maret 2018 09:30

Awas Rem Motor Blong saat Turunan!

BEBERAPA kasus kecelakaan yang disebabkan rem yang tidak berfungsi saat turunan akhirnya membuat pihak…

Minggu, 11 Maret 2018 09:29

Matikan Mesin Tiba-Tiba Bikin Rusak

OTOLOVERS pernah tidak terburu-buru sehingga langsung mematikan mesin mobil secara tiba-tiba? Sebaiknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .