MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

BISNIS

Sabtu, 13 Januari 2018 07:50
Mafia Sikat 150 Ribu Elpiji Subsidi di Pasaran

Dioplos Menjadi Elpiji Kemasan 12 Kg dan 50 Kg

PROKAL.CO, JAKARTA  — Salah satu biang kerok kelangkaan elpiji 3 kg bersubsidi Desember lalu terungkap. Kemarin (12/1), Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim membongkar mafia pengoplos elpiji 3 kg menjadi elpiji 12 kg dan 50 kg. Dalam sebulan mafia yang dipimpin Prenki, 30, itu menyedot 150 ribu tabung elpiji subsidi.

      Pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi penyalahgunaan elpiji 3 kg di Kavling DPR Blok C, Tangerang, Kamis lalu (11/1). Penyidik yang berupaya masuk ke lokasi mengalami kesulitan karena pengamanan ketat. Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, penyidik akhirnya berputar arah melalui belakang pabrik. ”Untuk mengecek kebenaran adanya penyalahgunaan gas tiga kilogram,” ujarnya.

      Saat penyidik memanjat pagar pabrik, diketahuilah ada 60 orang yang sedang melakukan aktivitas penyedotan tabung gas subsidi ke non subsidi. Begitu petugas masuk, puluhan orang itu berlarian dan kabur dengan memanjat pagar. ”Lihat ada banyak bekas tapak kaki dipagar,” jelas Kasatgas Pangan Polri tersebut.

      Namun, petugas berhasil menangkap pimpinan mafia pengoplos elpiji 3 kg itu, Prenki. Tiga kaki tangannya juga ditangkap dengan inisial, A,T dan S. ”A bertugas untuk membeli gas subsidi, T yang berupaya mencari pekerja, dan S yang mencari pembeli elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram,” paparnya.

      Dari barang bukti yang disita dapat diketahui sindikat penyalahguna gas tiga kilogram ini berskala besar. Terdapat lebih dari 4.200 tabung melon 3 kg atau bersubsidi yang ditemukan. Ada pula 396 tabung gas 12 kilogram dan 110 tabung gas 50 kilogram. ”Ditemukan juga adanya 322 selang suntik yang digunakan untuk menyedot gas,” terangnya.

      Kendaraan operasional untuk menjalankan bisnis yang melanggar hukum itu, ada sekitar 25 mobil dan truk. Terdiri dari 13 unit mobil box, 4 unit dum truk, 4 unit Mitshubishi Colt dan 4 mobil Grand Max. ”Kendaraan itu yang digunakan untuk mengangkut tabung gas yang didapatkan dan lalu diedarkan kembali,” ujarnya.

      Untuk satu tabung elpiji 12 kg dibutuhkan empat tabung elpiji 3 kg. Sedangkan untuk mengisi tabung 50 kg perlu 17 tabung elpiji 3 kilogram. ”Sindikat ini sama sekali bukan agen elpiji, mereka membeli elpiji di pasaran,” jelasnya.

      Harga yang sindikat ini patok untuk membeli satu tabung elpiji 3 kg adalah Rp 21 ribu. Sindikat sengaja membeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran yang hanya Rp 17 ribu agar banyak penjual lebih suka menjual ke sindikat. ”Ini menjadi salah satu penyebab tabung gas tiga kilogram langka di pasaran beberapa waktu lalu,” paparnya.

      Sementara, Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Brigjen Agung Setya menuturkan, untuk setiap tabung elpiji 12 kg hasil oplosan, modal yang dikeluarkan Rp 84 ribu. Sindikat ini menjual tabung elpiji 12 kilogram dengan harga Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu. ”Harga jual sindikat ini masih lebih murah dari harga pasaran gas 12 kilogram Rp 160 ribu. Wilayah penjualan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi” jelasnya.

      Hal yang sama terjadi pada tabung elpiji 50 kg. Modal untuk mengisi tabung 50 kg Rp 357 ribu. Sindikat menjualnya dengan harga Rp 450 ribu, selisih Rp 100 ribu dari harga pasaran elpiji 50 kg, Rp 550 ribu.

”Selisih yang besar karena subsidi inilah yang dimanfaatkan sindikat. Sehingga, bisa membeli gas subsidi lebih mahal, namun menjual lebih murah gas non subsidi,” papar Wakil Kepala Satgas Pangan tersebut.

 

Keuntungan sindikat itu bila ditotal bisa mencapai Rp 600 juta setiap bulannya. Bila mengcau pada pengakuan pelaku, kegiatan ini telah dilakukan lebih dari tiga bulan. ”Artinya, setidaknya mereka mendapatkan keuntungan Rp 1,8 miliar yang merupakan subsidi dari pemerintah,” tuturnya.

Berapa kemampuan sindikat ini dalam menyikat tabung gas tiga kilogram di pasaran? Agung menuturkan bahwa rata-rata dalam satu hari sindikat ini membeli lima ribu tabung gas tiga kilogram. Dalam sebulan artinya mengambil tabung gas jatah masyarakat menengah ke bawah sebanyak 150 ribu buah. ”Itulah mengapa bisa disebut bahwa ini salah satu sebab kelangkaan tabung gas tiga kilogram,” paparnya.

Bila dibandingkan dengan penyaluran tabung gas tiga kilogram per hari di Jakarta yang mencapai 408.646 tabung. Maka, pembelian 5 ribu tabung dari sindikat ini presentasenya 1,22 persen dari penyaluran di Jakarta. ”Namun, tetap memiliki pengaruh yang signifikan karena sempat membuat kelangkaan,” jelasnya.

Perlu diketahui karena kelangkaan gas tiga kilogram pada Desember 2017, PT Pertamina sampai menyalurkan lebih dari 590 ribu tabung gas tiga kilogram dalam operasi pasar. ”Hal semacam ini terjadi karena sindikat itu,” ujarnya.

Setyo menambahkan, pihaknya memprediksi bahwa masih ada sindikat penyalahguna gas tiga kilogram lain yang masih beroperasi. Hal itu memungkinkan karena kelangkaan beberapa waktu lalu terjadi di sejumlah daerah. ”Kan tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya, bisa jadi masih ada yang lain,” terangnya.

Pertamina mengapresiasi kinerja kepolisian terkait pengungkapan praktek pengoplosan elpiji di Tangerang, Jumat (12/1). Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III Dian Hapsari Firasati menyampaikan pihaknya mendukung adanya tindakan hukum kepada para pelaku yang telah merugikan masyarakat dan negara. Apalagi elpiji 3 kg merupakan barang yang disubsidi oleh negara.

"Dengan adanya penyalahgunaan seperti ini, tentu membuat masyarakat tidak mampu yang seharusnya menerima elpiji 3 kg jadi kesulitan. Di sisi lain, negara juga merugi karena mengeluarkan subsidi," ujarnya. Kemarin.

Selain itu, pengoplosan merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Pembukaan dan penyuntikkan secara paksa yang tidak sesuai prosedur aman bisa mengakibatkan adanya insiden. Serta berisiko untuk pelaku dan pengguna selanjutnya.

Selain pengoplosan, sistem subsidi terbuka elpiji 3 Kg juga rawan penyelewengan. Sebab, siapa saja bisa membeli gas yang mestinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu itu. Berdasar temuan Tim Pertamina di berbagai daerah, elpiji 3 Kg juga digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, hingga rumah tangga mampu.

Hal itu diperkuat dengan temuan razia Satgas Pangan Polda Jateng sepanjang awal Januari 2018 yang menemukan 425 pelanggaran penggunaan elpiji 3 Kg diantaranya oleh 8 hotel, 3 laundry, 1 kafe, 52 peternakan, 355 rumah makan, dan 5 toko roti.

Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut ada 9,8 juta rumah tangga mampu yang menggunakan elpiji 3 Kg. Akibatnya, pagu subsidi elpiji 3 Kg yang di 2017 dianggarkan Rp 20 triliun diperkirakan bakal membengkak hingga Rp 40 triliun. (idr/ang/vir/jpg/cal)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 07:56

Bekraf Dorong Investasi Film Nasional

JAKARTA   -  Mendorong investasi perfilman yang positif merupakan salah satu upaya menciptakan…

Kamis, 20 September 2018 07:53

Pastikan Harga Kedelai Tak Naik

JAKARTA  -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi pesan pada para pengusaha tahu…

Kamis, 20 September 2018 07:53

Pastikan Harga Kedelai Tak Naik

JAKARTA  -  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi pesan pada para pengusaha tahu…

Kamis, 20 September 2018 07:52

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Kamis, 20 September 2018 07:51

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Kamis, 20 September 2018 07:51

2019, Setoran Dividen BUMN Ditargetkan Rp 45 T

JAKARTA   -  Pemerintah menetapkan target setoran dividen BUMN di tahun 2019 sebesar…

Rabu, 19 September 2018 07:37

Wawali Promosikan Peluang Investasi di KIK

BALIKPAPAN  -   Wakil Wali Kota H Rahmad Mas'ud memanfaatkan kunjungan Pemerintah Provinsi…

Rabu, 19 September 2018 07:35

Kerajinan Limbah Batok Kelapa

KUDUS  -  Siapa sangka batok atau tempurung kelapa, ternyata bernilai rupiah tinggi. Bagi…

Rabu, 19 September 2018 07:34

Dolar AS Tinggi, Pengusaha Tekstil Keluhkan Harga Bahan Baku

BANDUNG  -  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pusat tekstil Majalaya,…

Rabu, 19 September 2018 07:33

Januari-Agustus, Bulog Impor 1,4 Juta Ton Beras

JAKARTA  -  Pemerintah memberi kuota impor beras untuk Perum Bulog 2 juta ton. Dari Januari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .