MANAGED BY:
RABU
23 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL
Minggu, 14 Januari 2018 09:27
Usaha Sarang Burung Walet Loyo
MULAI TERPURUK: Bangunan sarang walet di Kota Balikpapan banyak yang terbengkalai. (DANI/BALIKPAPAN POS)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Sempat meroket dan menjadi primadona, kini usaha sarang burung walet semakin sepi. Sejumlah rumah walet yang dulunya ramai disinggahi burung walet, kini terus berkurang.  Kondisi lesu itu disebabkan berkurangnya  populasi burung walet serta harga sarangnya yang semakin turun.

“Dulu memang masyarakat berlomba-lomba mendirikan bangunan untuk usaha sarang burung walet. Kini banyak bangunan sarang burung walet itu terbengkalai dan bahkan banyak yang dijual,” terang Sugianto pemilik usaha Sarang walet di Lamaru.

“Selain karena sudah berkurangnya burung walet yang singgah, juga karena harga komoditas itu yang semakin menurun,” sambung dia.

Beberapa tahun lalu, ia mengenang, bisnis sarang burung walet sangat diminati warga, khususnya di Kecamatan Balikpapan Timur dan Kota sehingga jumlah bangunannya cukup banyak.

“Berkurangnya populasi burung walet ini diperkirakan karena migrasi ke daerah lain,” ujar dia.

Berbagai usaha pun sudah dilakukan Anto untuk menarik burung walet seperti memasang audio tanpa henti.

“Tetap aja masih minim burung walet yang datang, kalau pun ada jumlahnya tidak terlalu banyak,” akunya.

Sejak tahun 2012, ia menambahkan, harga jual sarang burung walet anjlok. Sehingga imbasnya para pengusaha tidak mampu berkontribusi terhadap lingkungan sekitar. Saat ini saja hasil sarang burung walet dijual seharga Rp 5 Juta per kilogramnya.

“Dulu harganya bisa mencapai Rp 14 juta per kilogramnya,” tutup Sugianto. (dan/yud)

loading...

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .