MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | METROPOLIS | HUKUM DAN KRIMINAL | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | KECAMATAN

METROPOLIS

Minggu, 14 Januari 2018 09:41
Janji Nyanyi Maksimal demi Bantu Pasang Ring Jantung Sang Ayah

Mega Mustika Wakili Kaltim di Liga Dangdut Indonesia 2018

DUKUNGAN IBUNDA: Sang ibu yang selalu mendampingi Mega di tiap tahapan hingga melaju ke Jakarta. (DOK PRIBADI MEGA FOR BALPOS)

PROKAL.CO, Satu lagi anak muda berprestasi asal Kota Minyak yang dipercaya mewakili Kaltim dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional. Namanya Mega Mustika.Penyanyi panggung asal Kampung Baru, Balikpapan Barat ini bakal mewarnai layar kaca sebagai nominator perwakilan Kaltim di ajang Liga Dangdut Indonesia di Indosiar.

 
ESA FATMAWATI

M
EGA merupakan sosok mandiri yang mencoba peruntungan di jalur musik dangdut melalui ajang pencarian bakat. Berbekal suara lembut mendayu-dayu, ia mengikuti audisi dengan harapan dapat masuk ke industri musik dangdut dan melayu secara total. Penyuka olahraga bela diri muaythai ini ingin sukses berkarya di dunia musik.

Ia memang mencintai musik sejak kecil, terutama dangdut. Sejak berusia 6 tahun ia mulai mengenal musik dangdut dan menyukainya. Mega bukan hanya hobi menyanyi, ia merasakan kebahagiaan saat bernyanyi. Baginya, saat bernyanyi ia bisa meredakan perasaan dan pikiran negatif, baik kesedihan atau kemarahan.

Saat menyanyi, ia juga merasakan kesenangan tersendiri karena dapat menghibur mereka yang mendengarkan. Perempuan kelahiran 20 September 1992 itu kemudian mulai bernyanyi dari panggung ke panggung dengan bayaran seadanya. Meski begitu, ia tetap terus menjalani pekerjaannya demi meringankan beban perekonomian keluarga.

Berbagai pengalaman dirasakan, suka maupun duka. Merasa direndahkan karena pekerjaannya sebagai penyanyi panggung, beberapa kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Pernah juga ia mendapat pengalaman buruk saat bernyanyi di atas panggung saat kecil.

"Saya pernah dilempari botol saat di atas panggung. Itu saya alami saat tampil di suatu tempat, tapi bukan di daerah saya," kenangnya.

Tampil dari panggung ke panggung, Mega menerima bayaran mulai dari Rp 200 ribu hingga terkadang Rp 1 juta. Nominal Rp 1 juta baginya bukan nilai kecil. Berapapun yang ia dapatkan, ia berikan pada ibundanya, untuk meringankan tanggungan perempuan yang melahirkannya tersebut.

Ibunda Mega adalah seorang pedagang gorengan dan kue basah.Sementara ayahnya dahulu bekerja sebagai tukang ojek. Ya, dahulu ayah bekerja, namun tidak lagi. Sang ayah kinisedang sakit jantung dan terpaksa berhenti mencari nafkah. Mega berharap dapat meringankan ayah tercintanya tersebut agar dapat beraktivitas lagi.

"Saya ingin memasangkan ring di jantung bapak. Saya ingin bapak bisa sehat kembali, tidak merasakan nyeri lagi di dadanya. Saya berharap bapak segera bisa beraktivitas lagi dan bisa tersenyum bahagia, bangga melihat saya sukses," ungkap Mega.

Untuk semuayang ia upayakan, Mega hanya berharap kebahagiaan di mata kedua orangtuanya. Ia berharap, suatu saat dapat memberangkatkan nenek dan ibundanya naik haji. Mega tidak ingin melihat orang yang ia sayangi menderita, tanpa ia berbuat apa-apa.

Bertahun-tahun mencintai musik dangdut, dua sosok penyanyi dangdut ataupun melayu tanah air yang paling ia favoritkan adalah Iyeth Bustami dan Inul Daratista. Ia masih ingat, saat insiden pelemparan botol di masa kecilnya, ia tengah bernyanyi tembang Laksmana Raja di Laut milik Iyeth.

Sementara itu, ia mengaku saat mengikuti lomba paling sering menyanyikan lagu Inul Daratista."Pengin duet dengan bunda Iyeth atau bunda Inul karena lagu mereka yang paling memberi kesan berarti dalam hidup saya," katanya.

Lulusan SMA Airlangga itu kini tinggal selangkah untuk bisa masuk di industri musik dangdut. Kini mega tengah bersiap untuk keberangkatannya mewakili Kaltim dan Balikpapan khususnya berkompetisi live di televisi.

Dia pun meminta dukungan kepada masyarakat Kaltim khususnya Balikpapan dengancara mengetik Lida spasi Mega kirim ke 97288.(*/rus)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Januari 2018 09:01

Rizal Laris Manis

BALIKPAPAN   -  Tiga kabupaten/kota di selatan Kaltim menjadi incaran para calon gubernur…

Jumat, 19 Januari 2018 08:54

OSO Diganti, Hanura Tinjau Ulang Rusmadi-Safaruddin

SAMARINDA  -  Terpilihnya Daryatmo sebagai ketua umum DPP Hanura dalam musyawarah nasional…

Jumat, 19 Januari 2018 08:53

Titik Banjir Makin Bertambah

BALIKPAPAN  -  Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan mencatat, titik banjir di Kota Minyak…

Jumat, 19 Januari 2018 08:52

Seluruh Elemen Harus Berperan

BALIKPAPAN  -  Banjir masih menjadi masalah klasik di Kota Minyak. Setiap hujan deras, banjir…

Jumat, 19 Januari 2018 08:51

Puspaga Masuk Rutan dan Lapas

BALIKPAPAN  -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB)…

Jumat, 19 Januari 2018 08:49

Sepakat Pukul 8 Pagi Bersih, Melanggar Ditindak Tegas

BALIKPAPAN  -  Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pandansari masih menjadi sorotan. Pasalnya,…

Kamis, 18 Januari 2018 09:30

PDIP Kaltim Bergejolak

SAMARINDA   -  Jelang Pilgub Kaltim, internal PDIP Kaltim bergejolak. Itu tak lain lantaran…

Kamis, 18 Januari 2018 09:26

2018, Fasilitas Stadion Batakan Rampung

BALIKPAPAN   -  Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) secara bertahap akan merampungkan…

Kamis, 18 Januari 2018 09:23

“Disuruh Jadi Timses, Pasangan Saja Ditinggal”

BALIKPAPAN  -  Suara warga Kota Minyak menjadi rebutan empat bakal calon yang akan bertarung…

Kamis, 18 Januari 2018 09:21

Monev, Ditjen PMD Kemendagri Sambangi Balikpapan

Kota minyak menjadi kota terbaik di Kaltim setelah menyisihkan sembilan kabupaten/kota lainnya. Itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .