MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | POROS SELATAN | HUKUM DAN KRIMINAL | POLITIK | OLAHRAGA | PPU-PASER | ADVERTORIAL

POROS SELATAN

Minggu, 14 Januari 2018 09:41
Janji Nyanyi Maksimal demi Bantu Pasang Ring Jantung Sang Ayah

Mega Mustika Wakili Kaltim di Liga Dangdut Indonesia 2018

DUKUNGAN IBUNDA: Sang ibu yang selalu mendampingi Mega di tiap tahapan hingga melaju ke Jakarta. (DOK PRIBADI MEGA FOR BALPOS)

PROKAL.CO, Satu lagi anak muda berprestasi asal Kota Minyak yang dipercaya mewakili Kaltim dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional. Namanya Mega Mustika.Penyanyi panggung asal Kampung Baru, Balikpapan Barat ini bakal mewarnai layar kaca sebagai nominator perwakilan Kaltim di ajang Liga Dangdut Indonesia di Indosiar.

 
ESA FATMAWATI

M
EGA merupakan sosok mandiri yang mencoba peruntungan di jalur musik dangdut melalui ajang pencarian bakat. Berbekal suara lembut mendayu-dayu, ia mengikuti audisi dengan harapan dapat masuk ke industri musik dangdut dan melayu secara total. Penyuka olahraga bela diri muaythai ini ingin sukses berkarya di dunia musik.

Ia memang mencintai musik sejak kecil, terutama dangdut. Sejak berusia 6 tahun ia mulai mengenal musik dangdut dan menyukainya. Mega bukan hanya hobi menyanyi, ia merasakan kebahagiaan saat bernyanyi. Baginya, saat bernyanyi ia bisa meredakan perasaan dan pikiran negatif, baik kesedihan atau kemarahan.

Saat menyanyi, ia juga merasakan kesenangan tersendiri karena dapat menghibur mereka yang mendengarkan. Perempuan kelahiran 20 September 1992 itu kemudian mulai bernyanyi dari panggung ke panggung dengan bayaran seadanya. Meski begitu, ia tetap terus menjalani pekerjaannya demi meringankan beban perekonomian keluarga.

Berbagai pengalaman dirasakan, suka maupun duka. Merasa direndahkan karena pekerjaannya sebagai penyanyi panggung, beberapa kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Pernah juga ia mendapat pengalaman buruk saat bernyanyi di atas panggung saat kecil.

"Saya pernah dilempari botol saat di atas panggung. Itu saya alami saat tampil di suatu tempat, tapi bukan di daerah saya," kenangnya.

Tampil dari panggung ke panggung, Mega menerima bayaran mulai dari Rp 200 ribu hingga terkadang Rp 1 juta. Nominal Rp 1 juta baginya bukan nilai kecil. Berapapun yang ia dapatkan, ia berikan pada ibundanya, untuk meringankan tanggungan perempuan yang melahirkannya tersebut.

Ibunda Mega adalah seorang pedagang gorengan dan kue basah.Sementara ayahnya dahulu bekerja sebagai tukang ojek. Ya, dahulu ayah bekerja, namun tidak lagi. Sang ayah kinisedang sakit jantung dan terpaksa berhenti mencari nafkah. Mega berharap dapat meringankan ayah tercintanya tersebut agar dapat beraktivitas lagi.

"Saya ingin memasangkan ring di jantung bapak. Saya ingin bapak bisa sehat kembali, tidak merasakan nyeri lagi di dadanya. Saya berharap bapak segera bisa beraktivitas lagi dan bisa tersenyum bahagia, bangga melihat saya sukses," ungkap Mega.

Untuk semuayang ia upayakan, Mega hanya berharap kebahagiaan di mata kedua orangtuanya. Ia berharap, suatu saat dapat memberangkatkan nenek dan ibundanya naik haji. Mega tidak ingin melihat orang yang ia sayangi menderita, tanpa ia berbuat apa-apa.

Bertahun-tahun mencintai musik dangdut, dua sosok penyanyi dangdut ataupun melayu tanah air yang paling ia favoritkan adalah Iyeth Bustami dan Inul Daratista. Ia masih ingat, saat insiden pelemparan botol di masa kecilnya, ia tengah bernyanyi tembang Laksmana Raja di Laut milik Iyeth.

Sementara itu, ia mengaku saat mengikuti lomba paling sering menyanyikan lagu Inul Daratista."Pengin duet dengan bunda Iyeth atau bunda Inul karena lagu mereka yang paling memberi kesan berarti dalam hidup saya," katanya.

Lulusan SMA Airlangga itu kini tinggal selangkah untuk bisa masuk di industri musik dangdut. Kini mega tengah bersiap untuk keberangkatannya mewakili Kaltim dan Balikpapan khususnya berkompetisi live di televisi.

Dia pun meminta dukungan kepada masyarakat Kaltim khususnya Balikpapan dengancara mengetik Lida spasi Mega kirim ke 97288.(*/rus)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 08:44

SABAR MENUNGGU PEMBELI

BANYAK cara mengais rezeki halal di Kota Minyak. Seperti yang dilakukan pedagang balon keliling ini.…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:42

Komisi IV Akui Pesimis

BALIKPAPAN - Komisi IV DPRD Balikpapan baru-baru ini menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:39

Jalan Mulawarman Ditutup Separuh

BALIKPAPAN - Perlahan namun pasti, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan terus membenahi sejumlah…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:36

Tiongkok Jadi Tujuan Ekspor Terbesar

BALIKPAPAN - Hingga Agustus 2018, frekuensi pertumbuhan ekspor Kota Balikpapan mencapai USD 1,85 miliar.…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:33

Pentingnya Berkedip, Jauhkan Mata dari Bahaya Gadget

BALIKPAPAN - Pekan kedua Oktober diperingati para tenaga medis sebagai Hari Penglihatan Sedunia. Perayaannya…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:30

Rutin Olahraga dan Jaga Pola Makan

BALIKPAPAN - Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan masyarakat…

Minggu, 21 Oktober 2018 08:27

Warga Karang Joang Kesulitan Pemasaran

BALIKPAPAN - Warga RT 30, Karang Joang, Balikpapan Utara terus mengembangkan potensi perkebunan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:39

BANDEL

 Meski kerap dirazia petugas Satpol PP, namun pedagang kaki lima yang berjualan buah di atas mobil…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:39

Pasang Sembarangan, APK Caleg Dicopot Satpol PP

BALIKPAPAN  -  Jelang Pemilu 2019, pemasangan alat peraga kampanye (APK) semakin marak di…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:37

Sesepuh Masjid Agung At-Taqwa Kecewa

BALIKPAPAN  -  Polemik kepengurusan Masjid Agung At-Taqwa Klandasan di Jalan Jenderal Sudirman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .